Muncul di Tengah Pandemi Corona, Apa Itu Hantavirus?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Muncul di Tengah Pandemi Corona, Apa Itu Hantavirus?

Halodoc, Jakarta - Belum selesai kepanikan terhadap pandemi virus corona (COVID-19), dunia kembali dikejutkan dengan kemunculan virus bernama hantavirus atau virus hanta. Kehebohan tentang virus ini bermula setelah seorang pria di China dilaporkan meninggal setelah tertular hantavirus. Pria yang berasal dari Yunnan, Cina bagian Barat Daya, itu meninggal ketika melakukan perjalanan ke Provinsi Shandong di timur, pada Selasa (24/3/2020) seperti dilaporkan media yang dikelola Pemerintah Cina.

Kemudian, seluruh penumpang bus yang dinaiki sang pria pun diperiksa, karena khawatir adanya penyebaran virus corona. Ternyata, berdasarkan laporan dari petugas medis, diketahui bahwa kematian sang pria tidak berkaitan dengan virus corona, melainkan virus yang bernama hantavirus. Diagnosis itu diperoleh dari tes nucleus acid, yang mana pekerja lainnya juga diminta untuk mengikuti tes tersebut.

Baca juga: Virus Corona: Masih Bingung Beda Virus dan Bakteri

Apa Itu Hantavirus? 

Melansir informasi dari Centers for Disease Control and Prevention, Amerika Serikat, dan laporan penelitian berjudul Infeksi Hantavirus: Penyakit Zoonosis yang Perlu Diantisipasi Keberadaannya di Indonesia, yang diunggah di situs resmi Kementerian Kesehatan RI, diketahui bahwa infeksi hantavirus merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditularkan oleh hewan pengerat ke manusia. Infeksi virus ini sangat perlu diwaspadai penyebarannya, terutama di negara berkembang.

Penyakit ini pertama kali ditemukan pada 1951-1954, yang menginfeksi lebih dari 3.000 tentara Amerika di Korea, yang kemudian menyebar ke Amerika dan menyebabkan banyak kematian akibat gagal jantung. Sejak saat itu, infeksi hantavirus pun menarik perhatian dunia. Sebanyak 22 hantavirus bersifat patogen bagi manusia, dan terdiri atas 2 tipe penyakit, yaitu tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Gejala Klinis yang Ditimbulkan Infeksi Hantavirus

Seperti telah disebutkan sebelumnya, infeksi hantavirus dapat menyebabkan 2 tipe penyakit, yaitu HFRS dan HPS pada manusia. Masa inkubasi penyakit dari awal terpapar virus hingga muncul gejala adalah sekitar 2-8 minggu. Adapun gejala awal dan umum dari infeksi hantavirus adalah: 

  • Kelelahan. 
  • Demam. 
  • Nyeri otot (terutama pada otot besar paha, punggung, dan bahu).
  • Sakit kepala dan pusing.
  • Kedinginan.
  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, diare dan sakit perut.

Gejala tersebut biasanya dialami oleh hampir semua pengidap infeksi tipe HPS. Namun, ada juga gejala yang tergolong muncul belakangan dan berbahaya, seperti batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas seperti ada bantal yang menutup wajah. Gejala itu biasanya terjadi 4 hingga 10 hari setelah terinfeksi.

Baca juga: Infeksi Virus vs Infeksi Bakteri, Lebih Berbahaya Mana?

Saat ini, memang gejala klinis hantavirus pada manusia banyak ditemukan di Cina dan Korea. Hal ini terlihat dari laporan yang menyatakan bahwa 70-90 persen kasus infeksi hantavirus di dunia terjadi di Cina, dan di urutan kedua adalah Korea. Namun, tidak ada salahnya untuk mewaspadai penyakit infeksi hantavirus ini, dengan cara mengenali gejala-gejalanya, dan sesegera mungkin memeriksakan diri jika mengalami masalah kesehatan.

Agar lebih mudah, kamu tidak perlu langsung panik dan buru-buru ke rumah sakit kalau mengalami gejala tertentu. Apalagi di masa pandemi corona, pemerintah mengimbau untuk selalu menjaga jarak fisik antar manusia, untuk mencegah penularan penyakit. Nah, kalau kamu mengalami keluhan kesehatan ringan apapun, cobalah download aplikasi Halodoc dan gunakan untuk membicarakannya pada dokter lewat chat, kapan dan di mana saja. 

Karakter Genetik dan Cara Penularan Hantavirus

Infeksi hantavirus disebabkan oleh virus bernama Hanta genus, dari famili Bunyaviridae. Virus tersebut memiliki single stranded RNA, dengan 3 segmen berbentuk sferikal dengan diameter 80-120 nm dan panjang 170 nm. Karakter hantavirus tidak tahan terhadap pelarut lemak, seperti deterjen, pelarut organik, dan hipoklorit. Selain itu, virus ini juga dapat dinonaktifkan dengan pemanasan dan sinar ultraviolet.

Proses penularan hantavirus ke manusia dapat terjadi dengan cara:

  • Berkontak dengan hewan reservoir rodensia (hewan pengerat, seperti tikus) yang terinfeksi, termasuk lewat saliva, urine, atau fesesnya.
  • Aerosol dari debu atau benda-benda yang telah terkontaminasi oleh urine dan feses hewan yang terinfeksi hantavirus.

Baca juga: 4 Penyakit Kulit Ini Dipicu oleh Virus

Hingga saat ini, penularan hantavirus baru diketahui dapat terjadi dari hewan ke manusia, sedangkan penularan antar manusia belum pernah dilaporkan. Selain itu, periode viremia hantavirus pada manusia juga sangat singkat, sehingga cukup sulit untuk mendeteksi keberadaannya dalam darah.

Adakah Vaksin untuk Hantavirus?

Pengendalian penyakit hantavirus sebenarnya telah dimulai sejak lama, di negara dengan angka kasus yang tinggi. Tentunya dengan menggunakan vaksin. Pemberian vaksin untuk hantavirus telah dimulai pada 1991 di Korea, yang berdampak sangat signifikan dengan penurunan kasus yang sangat drastis pada 1998. Hingga saat ini, vaksinasi masih menjadi cara paling efektif untuk mencegah infeksi hantavirus.

Vaksin pun telah dikembangkan menjadi vaksin multivalent rekombinan, yang terdiri dari beberapa strain/serotype hantavirus yang dapat mencegah terjadinya infeksi akibat virus ini. Selain itu, vaksin hantavirus yang berasal dari jaringan ginjal gerbil dan hamster pun telah banyak diproduksi. Di Cina dan korea, pemberian vaksin hantavirus terbukti dapat menurunkan kasus infeksi pada manusia secara drastis.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Hantaviruses.
Jurnal WARTAZOA Vol. 26 No. 1 Th. 2016 - Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2020. Infeksi Hantavirus: Penyakit Zoonosis yang Perlu Diantisipasi Keberadaannya di Indonesia.