10 October 2018

Nyeri Ulu Hati Setelah Makan Bisa Jadi Tanda Dispepsia

Nyeri Ulu Hati Setelah Makan Bisa Jadi Tanda Dispepsia

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu merasa nyeri di sekitar ulu hati, terutama setelah makan? Jika iya, bisa jadi kamu mengalami sindrom dispepsia. Apa itu?

Rasa nyeri yang muncul tak lama setelah perut diisi bisa jadi adalah tanda sindrom dispepsia. Sindrom dispepsia adalah sebuah kondisi yang merupakan kumpulan gejala yang muncul memicu rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, sakit perut, dan kembung.

Sindrom ini memang lebih sering dirasakan pada saat makan atau setelahnya. Pasalnya, sesaat sebelum memasuki waktu makan, lambung akan mulai memproduksi asam. Nah, pada kondisi tertentu produksi asam tersebut bisa mengalami peningkatan dan menyebabkan iritasi di dinding permukaan lambung. Nah, kondisi meningkatnya produksi asam tersebut yang kemudian memicu keluhan nyeri pada bagian lambung. Hal itu disebut sebagai sindrom dispepsia atau dikenal juga sebagai sakit mag.

Umumnya, gejala yang muncul saat gangguan ini menyerang adalah sakit disekitar perut, mual dan muntah, hingga nyeri di ulu hati hingga kembung. Selain itu, dispepsia juga bisa menyebabkan rasa kenyang yang tiba-tiba muncul saat makan atau sebelum makan. Hal itu membuat pengidapnya mungkin akan kesulitan untuk menghabiskan makanan.

Sakit mag juga bisa memicu rasa penuh yang menyiksa pada perut, bahkan saat tubuh hanya mengonsumsi makanan dengan porsi normal atau porsi kecil saja. Gejala lain yang juga sering muncul adalah rasa perih, bahkan panas seperti terbakar pada bagian lambung dan kerongkongan serta buang gas yang berlebihan.

Gangguan ini jarang diartikan sebagai satu kondisi yang menjadi pertanda masalah kesehatan yang serius. Meskipun demikian, jangan pernah menganggap dispepsia sebagai hal yang remeh. Sebab, jika dibiarkan saja kondisi ini bisa menjadi gejala penyakit pencernaan yang lebih parah.

Pemicu Dispepsia dan Cara Mengatasinya

Pada umumnya, kondisi ini terjadi karena pola hidup yang salah. Misalnya, kebiasaan makan tidak teratur, terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol, makanan pedas, dan aktif merokok. Nyatanya, kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa menjadi pemicu naiknya produksi asam lambung yang menjadi pemicu nyeri.

Sindrom dispepsia yang tidak ditangani dengan benar bisa memicu terjadinya gangguan pencernaan yang lebih parah. Jika kamu mengalami gejala gangguan ini yang disertai dengan muntah darah, kesulitan menelan, dan serangan yang terus terjadi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.

Sebenarnya, ada sejumlah cara berbeda yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan ini. Cara mengatasi sindrom dispepsia sangat beragam, tergantung pada penyebab dan seberapa parah gejala yang dirasakan. Akan tetapi, sebagian besar kasus dispepsia atau gangguan pencernaan lain bisa diatasi dengan cara mengubah pola hidup menjadi lebih baik.

Ada beberapa pola hidup sehat yang bisa diterapkan untuk mencegah gejala sering muncul. Mulai dari mengatur pola makan, makanlah secara teratur sesuai waktu yang dianjurkan. Hindari kebiasaan yang bisa memicu naiknya asam lambung, seperti mengonsumsi makanan berlemak, pedas, kafein, serta minuman beralkohol dan soda.

Mengelola stres serta rutin berolahraga juga bisa menjadi kunci sukses hidup sehat tanpa serangan dispepsia. Intinya, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh secara keseluruhan bisa sangat membantu untuk mengatasi gangguan ini. Selain pola hidup sehat dan berolahraga, lengkapi juga kesehatan tubuh dengan konsumsi vitamin dan suplemen tambahan.

Lebih mudah beli vitamin atau produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan Apotik Antar, pesanan kamu akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: