Nyeri Ulu Hati Setelah Makan? Awas, Bisa Jadi Gejala Dispepsia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Nyeri Ulu Hati Setelah Makan? Awas, Bisa Jadi Gejala Dispepsia

Halodoc, Jakarta - Pernah merasa nyeri pada bagian ulu hati setelah makan? Kalau tidak, bagaimana dengan ketidaknyaman pada perut bagian atas? Nah, keluhan-keluhan tersebut dapat menjadi tanda sindrom dispepsia pada tubuh. Jangan keliru, dispepsia ini berbeda dengan maag atau heartburn, lho.

Seseorang yang mengidap dispepsia mengalami sekumpulan gejala yang menimbulkan ketidaknyaman pada perut bagian atas. Contoh gejala yang umum dialami pengidapnya biasanya sakit perut dan kembung. Untungnya, dispepsia bukan kondisi kesehatan yang serius. Namun, jangan menganggap remeh penyakit ini, karena bisa menimbulkan penyakit pencernaan yang lebih parah.

Lantas, gejala apa yang dapat dialami pengidap dispepsia selain nyeri ulu hati?

Baca jugaPengidap Maag Butuh 4 Posisi Tidur yang Tepat

Sensasi Terbakar hingga Mual

Sindrom dispepsia ini biasanya lebih sering dirasakan pada saat makan atau setelah makan. Tetapi, rasa ketidaknyamanannya bisa timbul dan terasa sejak sebelum makan. Ketika menjelang waktu makan, lambung akan menghasilkan asam. Masalahnya, dalam kondisi tertentu jumlah asam yang diproduksi oleh lambung bisa meningkat. Hal ini yang menyebabkan iritasi pada dinding permukaan lambung, bahkan bisa terasa hingga kerongkongan.

Nah, keluhan nyeri pada lambung inilah yang sering membuat dispepsia juga disebut keluhan nyeri lambung atau sakit maag. Selain itu, pengidap dispepsia sering mengeluhkan rasa tidak nyaman, perih atau sensasi terbakar pada ulu hati. Kadang-kadang rasa terbakar atau nyeri pada ulu hati ini bisa menjalar ke tenggorokan.

Gejala dispepsia sebenarnya tidak hanya nyeri ulu hati saja. Faktanya, dispepsia dapat menimbulkan beragam keluhan pada pengidapnya. Berikut ini gejala lainnya menurut pakar di The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), yaitu:

  • Rasa sakit, perasaan terbakar, atau ketidaknyamanan di perut bagian bawah;

  • Merasa kenyang terlalu cepat saat makan;

  • Merasa tidak nyaman atau perut terasa penuh setelah makan;

  • Kembung dan rasa begah setelah makan;

  • Bersendawa;

  • Perut seperti banyak terisi gas;

  • Mual dan kadang-kadang dapat disertai muntah meskipun hal ini jarang terjadi.

Masih melansir NIDDK, pengidap dispepsia dapat mengalami sakit maag atau heartburn. Namun, dispepsia dengan maag atau heartburn adalah kondisi yang terpisah.

Nah, andaikan merasakan gejala-gejala di atas, kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat. Kini menghubungi dokter bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja!

Baca juga: Atasi Sakit Maag Secara Cepat & Tepat dengan Obat Ini!

Lawan Dispepsia dengan Pola Hidup Sehat

Mau tahu penyebab utama dispepsia? Simpel, menjalani pola hidup yang keliru. Misalnya, kebiasaan makan tidak teratur, terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol, makanan pedas, dan aktif merokok. Nah, kebiasaan-kebiasaan tersebut yang memicu naiknya produksi asam lambung.

Hati-hati, sindrom dispepsia yang tidak ditangani dengan benar dapat memicu terjadinya gangguan pencernaan yang lebih parah. Jika mengalami gejala dispepsia dan disertai muntah darah atau kesulitan menelan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Maag

Sebenarnya, ada sejumlah cara berbeda yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan ini. Cara mengatasinya bergantung dari penyebab dan seberapa parah gejala yang dialami pengidapnya. Salah satu caranya bisa dengan mengubah pola hidup menjadi lebih baik. Cara ini pula yang digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan lainnya.

Ada beberapa pola hidup sehat yang bisa diterapkan untuk mencegah gejala sering muncul. Mulai dari mengatur pola makan, makanlah secara teratur sesuai waktu yang dianjurkan. Hindari kebiasaan yang memicu naiknya asam lambung, seperti mengonsumsi makanan berlemak, pedas, kafein, serta minuman beralkohol dan soda.

Mengelola stres dan rutin berolahraga juga menjadi cara untuk mencegah serangan dispepsia. Intinya, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh secara keseluruhan bisa membantu untuk mengatasi gangguan ini.

Referensi:
The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada Desember 2019. Symptoms & Causes of Indigestion
NHS Choices UK. Diakses pada Desember 2019. Indigestion.  
Healthline. Diakses pada Desember 2019. What Causes Indigestion?