Orang Dewasa Tidak Vaksin DPT, Ini Bahayanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
orang-dewasa-tidak-vaksin-dpt-ini-bahayanya-halodoc

Halodoc, Jakarta – Difteri memang lebih sering dialami oleh anak-anak, tetapi bukan berarti orang dewasa bebas dari risiko terkena difteri. Itulah mengapa orang dewasa juga perlu mendapatkan vaksin DPT untuk melindungi diri dari penyebaran penyakit difteri. Simak bahayanya bila orang dewasa tidak mendapatkan vaksin DPT di bawah ini.

Vaksin DPT merupakan singkatan dari difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Vaksin ini adalah vaksin kombinasi yang diberikan untuk mencegah ketiga penyakit mematikan tersebut. 

  • Difteri – infeksi bakteri yang menyerang hidung dan tenggorokan yang dapat menghambat jalur napas, sehingga dapat membahayakan nyawa pengidapnya.

  • Pertusis – infeksi pernapasan yang sangat menular dan dapat menyebabkan masalah pernapasan yang parah, terutama pada bayi. Pertusis pertama kali muncul dengan gejala seperti pilek biasa, tetapi dapat menyebabkan batuk yang kuat dan tidak terkendali. 

  • Tetanus – penyakit yang memengaruhi otak dan sistem saraf yang mengakibatkan kejang otot yang sangat menyakitkan. Tetanus terjadi ketika ada bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka dan kemudian menghasilkan racun.

Vaksin DPT sebenarnya berisi bakteri difteri, pertusis, dan tetanus, tetapi yang sudah dilemahkan. Pemberian bakteri tersebut tidak akan membuat seseorang yang mendapatkan vaksin menjadi sakit, melainkan justru dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang mampu melawan infeksi bakteri dari ketiga penyakit tersebut bila sewaktu-waktu menyerang.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Inilah Pentingnya Vaksin untuk Mencegah Difteri

Pemberian Vaksin DPT pada Orang Dewasa

Vaksin yang digunakan untuk memberi perlindungan pada orang dewasa terhadap pertusis, tetanus dan difteri adalah vaksin Tdap. Vaksin ini berbeda dari vaksin difteri yang diberikan pada anak-anak. Vaksin Tdap adalah vaksin DPT dengan pengurangan antigen dan pertusis. Selain itu, vaksin Tdap juga menggunakan komponen pertusis aseluler, artinya bakteri pertusis dibuat tidak aktif, sehingga jarang menyebabkan demam.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan semua orang dewasa yang berusia 19 tahun ke atas untuk menerima vaksin Tdap, terutama bagi:

  • Petugas kesehatan yang sering melakukan kontak langsung dengan pasien.

  • Pengasuh bayi di bawah 1 tahun, dan juga orangtua, kakek dan nenek, serta pengasuh anak.

  • Wanita hamil pada trimester ketiga (idealnya 27–36 minggu). Vaksin ini dapat melindungi bayi yang baru lahir dari batuk rejan di bulan-bulan pertama kehidupannya. 

  • Ibu baru yang belum pernah menerima Tdap.

  • Orang-orang yang bepergian ke negara-negara di mana tingkat terjadinya pertusis sangat tinggi.

Baca juga: Akibat Tidak Vaksinasi, Biaya Pengobatan Semakin Melambung

Bahaya bila Tidak Mendapatkan Vaksin Difteri pada Orang Dewasa 

Vaksin DPT dan Tdap memberikan pencegahan terbaik terhadap 3 penyakit mematikan, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus. Bila kamu mengabaikan imunisasi wajib ini, maka kamu akan lebih rentan terserang infeksi bakteri tersebut yang dapat menyebabkan dampak berbahaya sebagai berikut:

  • Difteri. Bakteri difteri dapat mengeluarkan racun yang dapat merusak sejumlah organ, contohnya jantung, ginjal dan otak. Bila terserang bakteri ini, bukan tidak mungkin kamu dapat mengalami komplikasi yang berbahaya, seperti peradangan pada otot dan katup jantung, gangguan irama jantung, sampai saluran pernapasan tertutup oleh selaput tenggorokan yang dapat membuat kamu tidak bisa bernapas.

  • Pertusis. Dikenal juga dengan sebutan batuk rejan, penyakit ini dapat membuat kamu mengalami batuk keras terus-menerus. Bila tidak ditangani dengan baik, kamu dapat mengalami komplikasi berupa mimisan, infeksi telinga, tulang rusuk memar, wajah membengkak dan hernia pada perut.

  • Tetanus. Infeksi bakteri yang satu ini juga sebaiknya jangan disepelekan karena membuat kamu berisiko mengalami komplikasi berbahaya, seperti emboli paru, jantung tiba-tiba berhenti, dan pneumonia.

Baca juga: 7 Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa

Itulah bahaya yang bisa kamu alami bila tidak mendapatkan vaksin DPT. Jadi, segera dapatkan vaksin DPT bila kamu belum pernah mendapatkan vaksin tersebut sebelumnya. Bila kamu ingin mengetahui lebih jauh tentang vaksin DPT, tanyakan saja pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Tetanus, Diphtheria, Pertussis Vaccine for Adults.