Pelukan Ayah pada Newborn Dapat Membangun Ikatan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pelukan Ayah pada Newborn Dapat Membangun Ikatan

Halodoc, Jakarta – Setelah lahir, bayi biasanya akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama ibu. Bayi baru lahir biasanya akan dibiarkan untuk melakukan hubungan dari kulit ke kulit alias skin-to-skin dengan sang ibu untuk membangun kedekatan. Selain itu, proses ini juga akan terus berlanjut selama menyusui dan hingga bayi cukup mampu menyangga diri sendiri. Ibu akan selalu memeluk dan menggendong bayi. 

Namun ternyata, tidak hanya sentuhan dari ibu yang dibutuhkan bayi baru lahir. Pelukan sentuhan langsung dari kulit ayah ternyata juga perlu. Hal ini bisa membantu membangun ikatan antara anak dan ayah. Malahan, pelukan dari ayah juga disebut bisa membantu perkembangan sang buah hati. Sebuah penelitian menyebut bahwa pelukan dari ayah bisa mengembangkan ikatan yang kuat, hingga jangka waktu yang lama. 

Baca juga: 7 Fakta tentang Bayi Baru Lahir

Peran Ayah dalam Merawat Bayi sama Pentingnya

Banyak yang menganggap bahwa ibu merupakan satu-satunya sosok yang dibutuhkan bayi baru lahir. Sebab, bayi membutuhkan asupan ASI, kasih sayang, dan perawatan dari ibu. Namun ternyata, hal itu tidak sepenuhnya benar. Peran ayah dalam merawat bayi baru lahir nyatanya sama penting dan sama besarnya dengan seorang ibu. Karena alasan itu, ayah disarankan untuk selalu hadir dan rutin memberikan pelukan pada anak setiap hari. 

Sentuhan kulit antara bayi baru lahir dan ibu disebut bisa memicu hormon “cinta” oksitosin. Ternyata, hal ini juga bisa didapat dari sentuhan ayah pada bayi yang baru lahir. Hormon oksitosin memiliki dampak pada tingkah laku dan respon emosi manusia. Hormon ini juga berperan dalam membangun ketenangan, kepercayaan, serta stabilisasi psikologi. Oksitosin juga bisa membantu meningkatkan perasaan positif serta kemampuan dalam interaksi sosial. Pelepasan oksitosin juga bisa menciptakan ikatan positif dan hubungan yang erat antara ayah dan anak. 

Baca juga: 7 Tips Dasar Merawat Bayi Baru Lahir

Ikatan positif antara ayah dan anak yang dibangun sejak dini bisa membantu membentuk perilaku baik dan kematangan positif pada psikologis anak. Efek baik ini juga disebut bisa bertahan hingga bayi dewasa kelak. Sebaliknya, bayi yang jarang mendapat pelukan atau sentuhan dari ayah disebut rentan mengalami masalah pergaulan saat remaja. Hal ini memang tidak akan serta-merta terjadi, tetapi ada baiknya untuk “membekali” Si Kecil dengan kasih sayang sejak ia masih kecil. 

Sentuhan fisik juga bisa membangun kepercayaan dan komunikasi yang positif dari ayah ke anak dan sebaliknya. Beberapa ayah, terutama ayah baru yang masih berusia muda biasanya masih merasa takut dan ragu untuk memeluk sang buah hati. Jika demikian, jangan dipaksakan. Ayah boleh mengambil waktu untuk belajar dan secara perlahan mencoba untuk menggendong serta memeluk bayi. 

Namun sebaiknya, pastikan Si Kecil tetap mendapat sentuhan dan kasih sayang yang dibutuhkan. Selain memeluk atau menggendong bayi, ayah bisa melakukan komunikasi dengan bayi melalui beberapa cara. Cobalah untuk memberikan sentuhan kecil pada pipi atau tangan bayi, ajak ia berbicara, tertawa, atau nyanyian sebuah lagu. Hal ini juga bisa membantu bayi untuk mengenal aroma dan sosok orangtuanya sejak dini. 

Baca juga: Pahami 5 Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Dailymail. Diakses pada 2019. Hands-on fathers who hug and play with their babies have a better bond thanks to the 'cuddle hormone’.
Web MD. Diakses pada 2019.  How the 'Love Hormone' Works Its Magic.
Pregnancy and Baby. Diakses pada 2019. Skin-to-skin with Daddy.