05 November 2018

Pembengkakan Limpa atau Splenomegali Bisa Jadi Pertanda 7 Penyakit Serius Ini

Pembengkakan Limpa, splenomegali

Halodoc, Jakarta - Pembengkakan limpa yang biasa disebut juga splenomegali, merupakan kondisi ketika organ limpa membesar. Limpa merupakan organ yang berukuran satu kepalan kecil yang terletak di sisi kiri perut. Limpa dilindungi oleh tulang rusuk, sehingga tidak langsung terasa ketika disentuh.

Organ ini mempunyai fungsi untuk melindungi tubuh dari kerusakan akibat zat asing. Normalnya, limpa memiliki berat 150 gram dan panjang sekitar 11-12 sentimeter. Namun, organ ini juga dapat terinfeksi dan mengalami pembengkakan. Nah, pembengkakan inilah yang disebut dengan splenomegali.

Bahayanya, pembengkakan ini tidak selalu menimbulkan gejala dan sering kali terdeteksi pada saat dilakukannya pemeriksaan kesehatan. Biasanya, gejala yang timbul pada splenomegali antara lain sering lelah dan rasa sakit yang membuat tidak nyaman pada perut di bagian kiri atas. Nyeri ini bahkan bisa menjalar hingga ke punggung dan tulang belikat atau bahu kiri.

Pengidap kondisi ini biasanya lebih mudah merasa kenyang, walaupun cuma makan dalam porsi sedikit. Hal ini dikarenakan, limpa yang membengkak dan membesar menekan lambung.

Berat limpa yang membengkak ini dapat mencapai 1 kilogram dan panjangnya dapat melebihi 20 sentimeter. Limpa yang normal mempunyai fungsi untuk menyaring dan menghancurkan sel darah yang rusak, menyimpan sel darah merah, membantu proses pembekuan darah, serta mencegah infeksi dengan cara memproduksi sel darah putih.

Nah, jika limpa membengkak, kerja limpa menjadi tidak maksimal. Dengan makin membesarnya limpa, jumlah sel darah merah yang terangkut dalam aliran darah juga akan berkurang. Selain itu, kondisi ini bisa mengakibatkan penumpukan sel darah merah dan trombosit di dalam limpa, sehingga dapat menyumbat dan merusak jaringan limpa.

Kamu harus berhati-hati, karena bengkaknya limpa ini merupakan pertanda dari beberapa penyakit serius ini:

  1. Kanker. Limpa yang membengkak bisa menjadi pertanda penyakit leukimia (kanker darah) atau limfoma (kanker getah bening). Kondisi ini juga bisa menjadi pertanda bahwa kanker telah menyebar atau metastasis.

  2. Mononukleosis, yaitu infeksi virus Epstein-Barr virus (EBV) yang menyebabkan demam, sakit tenggorokan, dan radang kelenjar getah bening di leher.

  3. Toksoplasma, yaitu penyakit yang disebabkan oleh parasit. Parasit ini menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sedang terganggu, sehingga dapat mengganggu sistem saraf pusat. Akibatnya, tubuh dapat mengalami kejang, gangguan keseimbangan, nyeri kepala, dan lumpuh satu sisi tubuh.

  4. Sarkoidosis, yaitu munculnya kumpulan sel-sel inflamasi atau granuloma yang tersebar di bagian tubuh yang berbeda-beda. Umumnya, kondisi ini muncul di daerah mata, kulit, kelenjar getah bening, dan paru-paru.

  5. Amiloidosis, yaitu sebutan untuk berbagai macam kondisi dengan adanya penumpukan protein amiloid pada organ atau jaringan, sehingga mengakibatkan timbulnya penyakit.

  6. Gagal jantung kongestif, yaitu kondisi ketika jantung tidak memompa darah yang cukup ke organ tubuh dan jaringan lain. Ketika salah satu atau dua bagian jantung tidak memompa darah keluar, darah akan menumpuk dalam jantung atau menyumbat di organ atau jaringan, menyebabkan darah menumpuk di sistem peredaran darah.

  7. Anemia hemolitik, yaitu kondisi ketika hancurnya sel darah merah (eritrosit) terlalu dini. Sel-sel darah merah sudah dihancurkan dan dikeluarkan dari aliran darah sebelum siklus hidup normal sel berakhir.

Nah, jika tidak segera diobati, splenomegali dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih dalam darah, sehingga infeksi dan perdarahan akan lebih sering terjadi. Selain itu, limpa berisiko untuk pecah atau bocor, sehingga memicu perdarahan pada rongga perut yang dapat mengancam nyawa.

Jika kamu menemukan gejala-gejala seperti di atas, segera diskusikan dengan dokter ahli. Di Halodoc kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat dan langsung diantar ke rumah kamu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya segera di App Store dan Google Play!

Baca juga: