• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Pemeriksaan untuk Diagnosis Hipotensi Ortostatik

Perlu Tahu, Pemeriksaan untuk Diagnosis Hipotensi Ortostatik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Pernah merasakan sakit kepala ringan dan pusing setelah baru saja berdiri dari duduk atau berbaring? Apalagi jika kamu langsung pingsan setelah berdiri, ini bisa jadi pertanda hipotensi ortostatik. Kondisi ini kebanyakan terjadi kurang dari beberapa menit. Namun, hipotensi ortostatik jangka panjang bisa menandakan masalah yang lebih serius. 

Hipotensi ortostatik bisa terjadi oleh hal yang mungkin dianggap sepele, seperti dehidrasi atau setelah terlalu lama berbaring akibat bed rest. Hipotensi ortostatik kronis biasanya merupakan tanda masalah kesehatan lain, sehingga perawatan akan bervariasi. 

Baca juga: Sering Pusing, Mungkin Terkena 5 Penyakit Ini

Apa Saja Langkah Pemeriksaan Saat Alami Hipotensi Ortostatik?

Segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat jika kamu mengalami gejala seperti yang disebutkan sebelumnya untuk melakukan diagnosis. Meskipun gejalanya kadang-kadang samar, penyakit ini dapat didiagnosis dengan tes sederhana tekanan darah saat duduk dan kemudian segera setelah berdiri. Penurunan tekanan darah yang signifikan selama tes ini menunjukkan bahwa seseorang mengalami hipotensi ortostatik. Detak jantung juga akan dipantau baik dalam posisi duduk dan berdiri untuk membantu proses diagnosis. 

Melansir National Organization of Rare Disease, tes tilt table dapat dilakukan untuk menilai tekanan darah. Seseorang akan berbaring telentang di atas meja atau tempat tidur khusus saat terhubung ke elektrokardiogram (EKG) dan dimonitor tekanan darahnya. Tabel kemudian dimiringkan untuk membuat perubahan postur dari berbaring ke berdiri. 

Pemeriksaan terperinci dan penilaian sistem saraf pusat dapat dilakukan untuk mengevaluasi individu yang diduga mengalami penyakit ini. Tanda-tanda atau gejala kondisi yang terkait adalah penyakit Parkinson atau atrofi beberapa sistem. Evaluasi menyeluruh mungkin melibatkan layar refleks otonom (untuk mengevaluasi fungsi adrenergik, sudomotor dan cardiovagal), uji keringat termoregulasi (untuk mengevaluasi distribusi anhidrosis), tes untuk neuropati otonom (seperti diabetes, amiloid, autoimunitas) dan pengukuran plasma. 

Baca juga: Hipotensi Ortostatik Pertanda Penyakit Jantung, Benarkah?

Lantas, Apa yang Bisa Sebabkan Hipotensi Ortostatik?

Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipotensi ortostatik antara lain: 

  • Penuaan (hipotensi ortostatik lebih sering terjadi pada orang tua);
  • Hipovolemia (penurunan volume darah) dan dehidrasi (volume cairan rendah dalam tubuh). Penyebab umum dari ini adalah perdarahan, peningkatan gula, diare, muntah, dan obat-obatan seperti diuretik thiazide (HCTZ) dan loop diuretik (furosemide, bumetanide);
  • Dehidrasi;
  • Imobilitas (misalnya, tinggal di tempat tidur untuk waktu yang lama);
  • Kehamilan;
  • Gangguan jantung, termasuk serangan jantung, gagal jantung, irama jantung tidak teratur, dan penyakit katup jantung;
  • Anemia;
  • Penyakit Parkinson;
  • Penyakit pada sistem endokrin, termasuk diabetes, insufisiensi adrenal, dan kondisi tiroid;
  • Penggunaan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, seperti penghambat beta, penghambat saluran kalsium, penghambat ACE, nitrat, dan penghambat angiotensin II;
  • Penggunaan obat untuk atasi kegelisahan, depresi, disfungsi ereksi, atau penyakit Parkinson;
  • Zat yang diminum bersamaan dengan obat tekanan darah, seperti alkohol, barbiturat, dan obat lain;
  • Cuaca panas. 

Baca juga: Cegah Hipotensi Ortostatik dengan Lakukan 6 Hal Ini

Adakah Komplikasi dari Hipotensi Ortostatik?

Hipotensi ortostatik yang diabaikan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi, yaitu:

  • Pingsan. Jatuh akibat pingsan adalah komplikasi umum pada orang dengan hipotensi ortostatik.
  • Stroke. Perubahan tekanan darah ketika berdiri dan duduk sebagai akibat dari hipotensi ortostatik dapat menjadi faktor risiko untuk stroke karena berkurangnya pasokan darah ke otak.
  • Penyakit Kardiovaskular. Hipotensi ortostatik dapat menjadi faktor risiko untuk penyakit dan komplikasi kardiovaskular, seperti nyeri dada, gagal jantung, atau masalah irama jantung.

Itulah diagnosis, penyebab, dan komplikasi dari penyakit hipotensi ortostatik. Segera periksakan diri ke rumah sakit dan buat janji dengan dokter menggunakan aplikasi Halodoc. Penanganan yang tepat dan cepat akan membantu terhindar dari berbagai risiko yang tidak diinginkan. 

Referensi: 
National Organization of Rare Disease. Diakses pada 2019. Orthostatic Hypotension.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Orthostatic Hypotension.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Orthostatic Hypotension (Postural Hypotension).