Perlu Tahu, Pemeriksaan untuk Diagnosis Hipotensi Ortostatik

Perlu Tahu, Pemeriksaan untuk Diagnosis Hipotensi Ortostatik

Halodoc, Jakarta – Hipotensi ortostatik adalah kondisi yang muncul karena tekanan darah yang menurun dan merupakan respon alami dalam tubuh untuk mengembalikan tekanan darah menjadi normal. Ketika mengalami kondisi ini, pengidapnya dapat merasakan pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring.

Pada saat kamu berbaring, 30% darah berada dalam rongga. Saat kamu berdiri secara tiba-tiba, gaya gravitasi menyebabkan darah mengalir jatuh ke bagian bawah sekitar pada perut dan kaki. Hal ini menyebabkan aliran darah menuju jantung menjadi berkurang.

Baca juga: Darah Tinggi vs Darah Rendah Bahaya mana

Gejala umum yang dirasakan seseorang yang mengalami hipotensi ortostatik adalah rasa pusing ketika beranjak setelah duduk atau berbaring. Biasanya pengidap hipotensi ortostatik mengalami gejala lain, seperti gangguan penglihatan yang menyebabkan pengidap memiliki pandangan yang kabur, kemudian pengidap merasakan tubuh yang lemas dan lemah. Pengidap juga akan merasakan mual yang terkadang diikuti dengan gangguan kesadaran.

Dalam mendiagnosis penyakit hipotensi ortostatik, dokter akan melakukan beberapa tes pemeriksaan. Berikut adalah tes yang bisa digunakan untuk memastikan kondisi hipotensi ortostatik:

1. Pemeriksaan Tekanan Darah

Tes yang menggunakan alat tensimeter digunakan untuk mengetahui kondisi tekanan darah seseorang. Dalam prosesnya, dokter akan membandingkan tekanan darah ketika kamu duduk atau berdiri.

2. Tes Darah

Tes darah digunakan untuk memeriksa kondisi kesehatan seseorang secara menyeluruh. Tes darah juga digunakan untuk mendeteksi kemungkinan hipoglikemia atau anemia yang dapat menjadi penyebab hipotensi ortostatik.

3. Elektrokardiografi

Pemeriksaan ini menggunakan alat khusus berupa electrode yang diletakan pada dada, kaki dan juga tangan. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi aktivitas listrik dalam jantung.

4. Ekokardiografi

Proses pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara yang menghasilkan gambar kondisi jantung.

5. Street Test

Tes ini dilakukan ketika jantung bekerja lebih keras. Ketika jantung berada dalam kondisi ini, kondisi jantung akan diamati untuk memastikan kondisi kesehatanmu.

6. Tes Meja Miring

Saat proses tes ini berlangsung, pasien diwajibkan berbaring pada kasur khusus yang dapat diputar. Dokter akan memutar kasur dan melihat tekanan darah pasien pada posisi yang berbeda-beda.

7. Manuver Valsava

Tes ini mewajibkan pasien untuk mengikuti gerakan dokter. Tujuannya untuk memeriksa fungsi sistem saraf otonom dengan menilai denyut dan tekanan darah.

Baca juga: Bisa Fatal, Ketahui 2 Komplikasi Hipotensi Ortostatik

Namun jangan khawatir, kondisi hipotensi ortostatik dapat dicegah dengan beberapa cara. Konsumsi air putih yang cukup untuk bisa membuat kamu terhindar dari hipotensi ortostatik. Tidak hanya itu, menghindari minuman beralkohol, menghindari lokasi yang memiliki suhu panas, dan tidak menyilangkan kaki ketika duduk juga membuat kamu terhindar dari penyakit ini.

Sebaiknya lakukan berdiri secara perlahan setelah kamu berbaring atau duduk. Hal ini dapat membuat tekanan darah kamu tetap normal sehingga kamu tidak merasa pusing ketika berdiri. Hipotensi ortostatik yang telah lama diidap dan tidak ditangani dengan baik berisiko menimbulkan komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai penyakit hipotensi ortostatik. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Yuk download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Sering Pusing, Mungkin Terkena 5 Penyakit Ini