Pemeriksaan untuk Diagnosis Patellofemoral Pain Syndrome

Patellofemoral Pain Syndrome

Halodoc, Jakarta - Patellofemoral pain syndrome merupakan penyakit yang bisa menjangkiti semua orang di segala usia. Namun, penyakit ini lebih sering dialami oleh orang yang sering menjalani aktivitas olahraga, seperti tenis, sepakbola, dan basket. Jika sudah dialami, ini pemeriksaan untuk mendiagnosis patellofemoral pain syndrome.

Baca juga: Runner's Knee, Penyebab dan Gejalanya

Patellofemoral Pain Syndrome, Apakah Itu?

Patellofemoral pain syndrome atau sindrom nyeri tempurung lutut merupakan nyeri pada bagian bawah atau sekitar patellae karena perubahan sendi patellofemoral. Patella sendiri merupakan bagian tulang kecil yang berlokasi di lutut, sebelum sendi lutut. Patella berfungsi sebagai pendukung kaki untuk bergerak dan berdiri dengan mengurangi tekanan pada sendi lutut serta tulang rawan yang membungkus tulang pada sendi. Nyeri yang dialami pada pengidap patellofemoral dapat memengaruhi salah satu atau kedua lutut.

Ini Gejala pada Sindrom Nyeri Tempurung Lutut

Gejala utama patellofemoral pain syndrome adalah nyeri di belakang patella. Di samping itu, rasa nyeri ini akan bertambah ketika kamu menjalani aktivitas yang membebani sendi patellofemoral, seperti jongkok, naik turun tangga, berlari, atau melompat. Selain nyeri, gejala lain pada patellofemoral pain syndrome dapat berupa:

  • Adanya bengkak pada sendi lutut karena bertambahnya cairan sendi.

  • Bunyi pada sendi saat menekuk lutut.

  • Adanya rasa nyeri setelah duduk lama dan ingin berdiri.

Nyeri yang dialami biasanya akan menyebabkan sakit yang ringan. Namun, sakit ini bisa saja berlangsung secara terus-menerus pada lutut dan nyeri bisa bertambah parah jika lutut tertekan.

Baca juga: Sakit Lutut Setelah Berolahraga? Mungkin Ini Penyebabnya

Ini Penyebab Terjadinya Patellofemoral Pain Syndrome

Tidak ada penyebab pasti dari patellofemoral pain syndrome. Kondisi ini bisa terjadi diduga akibat adanya benturan keras pada sendi lutut, tulang rawan, dan ligamen yang tertekan, kemudian menyebabkan nyeri dan degenerasi. Benturan yang terjadi pada sendi, bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti berlebihan dalam menggerakkan sendi dan cedera. Cedera ini termasuk retak atau pergeseran sendi. Salah satu hal yang bisa jadi faktor risiko terjadinya patellofemoral pain syndrome, antara lain ketidakseimbangan antara otot dan paha.

Ini Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Patellofemoral Pain Syndrome

Pada pengidap patellofemoral pain syndrome, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menggunakan metode:

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging), yaitu pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh.

  • CT scan, yaitu suatu alat pencitraan atau prosedur medis untuk menggambarkan bagian-bagian tubuh tertentu menggunakan bantuan sinar-X khusus.

  • X-ray, yaitu jenis radiasi yang disebut gelombang elektromagnetik. Pencitraan X-ray akan menciptakan gambar bagian dalam tubuhmu.

Selain perawatan medis, ada perawatan awal yang bisa kamu lakukan jika patellofemoral pain syndrome muncul secara tiba-tiba. Hal-hal yang kamu harus lakukan adalah beristirahat, melatih otot paha, dan mengompres dengan es batu. Selain itu, kamu bisa menghentikan aktivitas yang menyebabkan nyeri dan memulainya secara hati-hati. Kamu juga bisa melakukan terapi fisik untuk membantu pemulihan lutut, otot paha, dan otot hamstring.

Baca juga: Pegawai Kantoran Rentan Terkena Radang Sendi

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!