14 April 2019

Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan untuk Mendeteksi Kista Ovarium

Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan untuk Mendeteksi Kista Ovarium

Halodoc, Jakarta - Kista adalah sejenis tumor jinak yang kerap ditemukan pada wanita. Salah satu jenis kista yang kerap terjadi pada wanita yang masih dalam usia subur dan dapat melahirkan anak adalah penyakit kista ovarium. Ovarium adalah dua organ kecil yang terletak di kedua sisi rahim dalam tubuh wanita. Ovarium erat kaitannya dengan rahim sehingga banyak yang menyebutnya sebagai penyakit kista rahim sekalipun penyakit kista adalah benjolan di indung telur (ovarium).

Ovarium bertugas untuk memproduksi hormon, termasuk estrogen, yang memicu seorang wanita untuk menstruasi. Setiap bulannya, ovarium melepaskan sel telur berukuran kecil. Telur ini berjalan ke tuba falopi (saluran tuba) untuk kemudian bisa dibuahi. Siklus telur ini kita kenal sebagai proses ovulasi.

Baca Juga: Kenali Gejala Kista Ovarium

Gejala Kista Ovarium

Meski kadang tidak ada gejala yang dirasakan, ada baiknya kamu tidak menganggap remeh penyakit ini. Kista bisa semakin membesar sehingga mengganggu kinerja organ lain yang berakibat membatasi aliran cairan pada jaringan seperti hati, pankreas atau organ lain. Beberapa gejala yang kamu rasakan saat penyakit ini menyerang tubuh, antara lain:

  • Nyeri atau terasa kembung di perut.

  • Sulit buang air kecil, atau sering buang air kecil.

  • Sakit yang tak jelas di area punggung bawah.

  • Nyeri selama hubungan intim.

  • Nyeri dan perdarahan yang abnormal selama menstruasi atau di luar siklus menstruasi.

  • Berat badan terus menurun.

  • Mual atau muntah.

  • Kehilangan nafsu makan, akibat perut merasa penuh dengan cepat.

Baca Juga: Jangan Samakan dengan Tumor, Ini yang Dimaksud Kista

Diagnosis Kista Ovarium

Jika gejala yang disebutkan tadi mulai muncul, maka kamu wajib memeriksakannya sesegera mungkin ke dokter kandungan/ginekolog. Mereka akan merasakan benjolan saat melakukan pemeriksaan panggul. Untuk mengetahui apakah kamu mengidap penyakit kista rahim, maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosisnya. Caranya antara lain:

  • Tes menggunakan gelombang ultrasuara, cara ini dilakukan untuk membuat gambar dari ovarium. Gambaran ini membantu dokter menentukan ukuran dan lokasi kista atau tumor.

  • Tes pencitraan seperti, computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), dan tomografi emisi positron (PET) adalah tes yang memberikan penjelasan rinci. Dokter dapat menggunakan tes ini untuk menemukan tumor ovarium dan melihat penyebaran tumor tersebut.

  • Untuk melengkapinya, dokter melakukan tes darah untuk memeriksa beberapa kadar hormon. Ini dapat meliputi pemeriksaan luteinizing hormone (LH), follicle stimulating hormone (FSH), estradiol, dan testosteron.

  • Melalui sebuah sayatan kecil, dokter memasukkan alat laparoskop, yaitu selang yang ujungnya dilengkapi lampu dan kamera. Sebelum memulai metode pembedahan ini, kamu akan menjalani proses pembiusan. Dengan laparoskopi, dokter melihat langsung rongga panggul dan organ-organ reproduksi untuk mendeteksi kelainan.

  • Tes CA-125. Jika menurut dokter pertumbuhan tumor ini adalah suatu kanker, dokter akan mengusulkan tes darah untuk mencari protein yang disebut CA-125. Tingkat protein ini cenderung lebih tinggi di beberapa wanita dengan kanker ovarium (namun bukan satu-satunya patokan). Tes ini terutama digunakan pada wanita di atas usia 35 tahun, yang berisiko sedikit lebih tinggi untuk mengalami kanker ovarium.

  • Jika diagnosisnya merupakan kanker ovarium, dokter menggunakan hasil tes diagnostik untuk menentukan apakah kanker telah menyebar di luar ovarium. Jika memang kanker, dokter juga akan menggunakan hasil untuk menentukan seberapa jauh ia telah menyebar. Prosedur diagnostik ini disebut penentuan stadium. Hal ini membantu dokter merencanakan perawatan.

Kebanyakan pertumbuhan ovarium adalah jinak. Tetapi sejumlah kecil dapat bersifat kanker. Itulah mengapa penting untuk memeriksakan panggul secara rutin. Khususnya wanita menopause harus mendapatkan pemeriksaan rutin karena mereka menghadapi risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium.

Baca Juga: Yang Perlu Diperhatikan Jika Mengatasi Kista dengan Laparoskopi

Mau tahu lebih jauh mengenai penyakit kista ovarium? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!