Pencegahan yang Bisa Dilakukan pada Pengidap Gangguan Pembekuan Darah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pencegahan yang Bisa Dilakukan pada Pengidap Gangguan Pembekuan Darah

Halodoc, Jakarta - Darah mengalir melalui pembuluh darah, yaitu arteri dan vena. Aliran darah tersebut secara konstan bergerak ketika jantung memompa darah melalui arteri ke berbagai area di dalam tubuh. Darah tersebut kemudian dikembalikan ke jantung oleh vena melalui gerakan tubuh. Otot jantung memompa darah melalui pembuluh darah kembali ke jantung. Tanpa gerakan, darah akan stagnan karena gravitasi dan membuat gumpalan, sehingga terjadi gangguan pembekuan darah.

Pembekuan darah adalah mekanisme penting untuk membantu tubuh memperbaiki pembuluh darah yang terluka. Darah terdiri dari:

  • Sel darah merah yang mengandung hemoglobin yang membawa oksigen ke sel dan menghilangkan karbon dioksida.
  • Sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi.
  • Trombosit yang merupakan bagian dari proses pembekuan tubuh.
  • Plasma darah, yang mengandung cairan, bahan kimia, dan protein yang penting untuk fungsi tubuh.

Mekanisme kompleks ada dalam aliran darah dapat membentuk gumpalan yang diperlukan. Jika lapisan pembuluh darah menjadi rusak, trombosit diangkut ke daerah yang terluka untuk membentuk sumbat awal. Trombosit yang diaktifkan ini melepaskan bahan kimia yang memulai kaskade pembekuan, sehingga membentuk fibrin. Pembekuan tersebut akan bertumpuk, sehingga dapat menutup perdarahan yang terjadi.

Pembekuan darah juga dapat terjadi di daerah aliran darah lambat atau stagnan, seperti pada pembuluh darah tersumbat atau terhambat yang disebabkan oleh plak aterosklerotik. Gumpalan darah yang berkembang di pembuluh darah atau jantung dan terus berada disitu disebut trombus. Sedangkan gumpalan darah yang terlepas dan mengapung bebas melalui sistem peredaran darah disebut embolus.

Baca Juga: Mengapa Gangguan Pembekuan Darah Terjadi?

Pencegahan Pembekuan Darah

Meskipun kamu tidak dapat mencegah pembekuan darah yang disebabkan oleh faktor genetik, kamu dapat mengambil langkah-langkah berikut untuk mengurangi faktor risiko yang mungkin berkembang di kemudian hari. Di antaranya adalah:

  • Mengobati kondisi yang dapat menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan, seperti diabetes atau penyakit jantung dan pembuluh darah seperti PAD.
  • Berhenti merokok dan menurunkan berat badan jika diperlukan.
  • Banyak minum cairan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  • Menghindari obat-obatan yang mengandung hormon estrogen wanita.
  • Tetap jaga kaki kamu aktif dengan berjalan kaki sesering mungkin. Selain itu, cara untuk mengatasi darah membeku pada kaki saat perjalanan jauh, seperti tekuk dan regangkan sesering mungkin. Hal ini dapat membantu kamu untuk menjaga aliran darah yang berada di betis.

Selain itu, kamu dapat berbicara dengan ahli medis tentang cara-cara untuk menurunkan tingkat homosistein jika terlalu tinggi. Dokter kamu mungkin meresepkan antikoagulan atau pengencer darah saat sebelum, selama, dan/atau setelah operasi atau prosedur medis untuk mencegah pembekuan darah yang berlebihan.

Baca Juga: 5 Gejala Gangguan Pembekuan Darah Sesuai Bagian Tubuh

Pengobatan Darurat Pembekuan Darah

Gumpalan darah dapat merusak tubuh, sehingga menyebabkan masalah serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, trombosis vena dalam, atau emboli paru. Selain itu, gangguan tersebut juga dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, atau masalah terkait kehamilan.

Perawatan darurat untuk mencegah masalah-masalah ini sering kali berhubungan dengan obat-obatan yang disebut trombolitik. Obat tersebut berfungsi menghancurkan gumpalan darah pada tubuh yang dapat dengan cepat memecah gumpalan. Obat-obatan ini dapat menyebabkan pendarahan mendadak, sehingga hanya digunakan untuk memecah gumpalan darah besar dalam situasi yang mengancam jiwa.

Baca Juga: Beda Gangguan Pembekuan Darah dan Kelainan Trombosit

Itulah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit pembekuan darah. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!