Penyebab Susah Tidur pada Orang Lanjut Usia

Penyebab Susah Tidur pada Orang Lanjut Usia

Halodoc, Jakarta – Insomnia alias susah tidur pada malam hari bisa terjadi pada siapa saja. Namun, kondisi ini disebut lebih rentan dialami oleh orang yang sudah lanjut usia (lansia). Benarkah begitu? Apa yang membuat lansia mengalami susah tidur pada malam hari? 

Gangguan tidur adalah kondisi yang sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan terganggunya berbagai fungsi pada tubuh. Kurang tidur bisa menyebabkan seseorang mengalami penurunan konsentrasi, kurang fokus, stres, hingga tekanan darah meningkat. Kabar buruknya, kondisi ini ternyata cukup sering dialami, terutama pada orang yang sudah lanjut usia alias lansia. 

Baca juga: 3 Gangguan Tidur yang Sering Dialami Orang Usia 20an

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu terjadinya gangguan tidur pada lansia. Salah satunya ternyata berkaitan dengan penurunan fungsi otak. Pada orang yang sudah lanjut usia, terjadi perubahan pada kinerja organ tersebut. Otak bertugas untuk mengirim sinyal rasa lelah dan mengantuk pada tubuh.

Hal itu yang bisa membuat seseorang bisa tidur dengan nyenyak di malam hari. Pada lansia, kinerja neuron otak mulai melemah, dan menyebabkan sinyal tersebut tidak bekerja dengan baik. 

Selain karena penurunan fungsi otak, susah tidur pada lansia bisa saja terjadi sebagai gejala dari penyakit tertentu. Seperti diketahui, seiring bertambahnya usia, risiko seseorang mengidap penyakit tertentu pun akan menjadi lebih tinggi. Apalagi jika semasa muda orang tersebut tidak memiliki cukup “tabungan” untuk menjaga kesehatan, misalnya tidak menerapkan pola hidup sehat dan jarang berolahraga. 

Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan insomnia pada lansia, yaitu kondisi penyakit akut atau kronis yang diidap, misalnya penyakit jantung, pneumonia, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit ginjal, ataupun penyakit reumatik, seperti pengapuran tulang yang dapat mengakibatkan nyeri terus-menerus, sehingga menyebabkan lansia kesulitan tidur. Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan insomnia, seperti golongan beta blocker yang digunakan untuk pengobatan hipertensi dan obat antiparkinson. 

Selain faktor-faktor diatas, insomnia pada lansia juga sering disebabkan karena kondisi psikologis, seperti stres, depresi, atau kecemasan,akibat kesendirian, pasangan meninggal, merasa tidak berguna, ataupun merasa diabaikan oleh keluarga. Faktor lingkungan atau kebiasaan di siang hari juga dapat menyebabkan tidak dapat tidur pada malam hari. Seperti, kurangnya aktivitas pada siang hari, tidur siang, ataupun kondisi kamar tidur yang tidak nyaman, misalnya suhu kamar terlalu dingin atau panas, tempat tidur yang tidak nyaman, maupun lingkungan sekitar kamar berisik. 

Meski gangguan tidur adalah hal yang wajar terjadi pada orang lanjut usia, tapi tidak ada salahnya untuk tetap waspada terhadap kondisi ini. Insomnia yang cukup parah dan terjadi dalam jangka panjang sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Jika gangguan tidur berlanjut, dan mulai terasa serius, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan segera. 

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Insomnia

Tips Tidur Nyenyak untuk Lanjut Usia 

Gangguan tidur pada lansia sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja. Salah satu kunci yang bisa dilakukan untuk memperbaiki pola tidur adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, misalnya dengan membiasakan konsumsi makanan sehat, berhenti merokok, dan jangan mengonsumsi minuman beralkohol. Menciptakan suasana yang nyaman juga bisa membantu lansia tidur lebih nyenyak. 

Selain itu, mengatur jam tidur dengan rutin juga bisa membantu mengatasi masalah tidur pada lanjut usia. Hal ini bisa dilakukan dengan menetapkan jam tidur secara konsisten, dan usahakan untuk selalu tidur pada jam tersebut. Dengan begitu, tubuh akan ikut menyesuaikan dan terlatih untuk bisa tidur di jam yang tepat. 

Menghindari makan terlalu dekat dengan jam tidur juga bisa membantu menghindari insomnia. Selain itu, hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dan soda setidaknya enam jam sebelum tidur. 

Jauhkan perangkat elektronik, misalnya handphone dari jangkauan. Hindari menonton televisi dan atur penerangan agar tubuh lebih mudah terlelap. Agar lebih mudah terlelap, coba lakukan latihan relaksasi dengan mengatur pernapasan. Mandi dengan air hangat sebelum tidur juga bisa membantu merelaksasikan tubuh dan meningkatkan kualitas tidur malam. 

Baca juga: Gangguan Tidur Berjalan, Haruskah Hubungi Psikolog?

Cari tahu lebih lanjut seputar masalah tidur pada orang lanjut usia dan cara mengatasinya dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!