22 November 2017

Perbedaan Servisitis dan Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

Perbedaan Servisitis dan Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang cukup menakutkan bagi kalangan wanita. Di Indonesia, penyakit ini merupakan kanker nomor dua yang paling banyak menyerang wanita Indonesia setelah kanker payudara. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penanganan sedini mungkin agar penyakit ini tidak semakin parah. Diagnosa yang tepat diperlukan, sebab penyakit yang menyerang area serviks bukan hanya kanker serviks tetapi juga servisitis.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan mendasar antara kanker serviks dan servisitis yang wajib kamu ketahui:

Penyebab

Kanker serviks adalah disebabkan oleh human papillomavirus atau disingkat HPV. Ada lebih dari seratus jenis HPV, tapi sejauh ini hanya ada kira-kira 13 jenis virus yang bisa jadi penyebab kanker serviks. Virus ini sering ditularkan melalui hubungan intim. Sementara itu, servisitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang terjadi saat berhubungan intim. Beberapa penyakit menular seksual juga dapat menyebabkan penyakit ini antara lain gonore, chlamydia, trikomoniasis, dan herpes genital. Servisitis dan kanker serviks dapat sama-sama terjadi pada beberapa usia. Namun, servisitis lebih banyak ditemui pada orang dengan usai di bawah 25 tahun, sementara kanker serviks berisiko seiring bertambahnya usia.

Gejala

Sebagian besar pengidap servisitis dan kanker serviks tidak merasakan gejala berarti dan mereka baru menyadari terkena penyakit ini setelah menjalani pemeriksaan dokter untuk alasan lain. Sebaliknya, ada sebagian pengidap yang mengalami atau merasakan gejala dai penyakit ini. Kedua penyakit ini hampir memiliki gejala yang sama seperti:

  • Keluar cairan dari Miss V yang tidak biasa dan dalam jumlah banyak. Cairan ini bisa berwarna kuning pucat keabu-abuan yang disertai bau tidak sedap.

  • Buang air kecil yang sering dan menyakitkan.

  • Perdarahan dari Miss V setelah berhubungan intim.

  • Miss V terasa nyeri.

  • Panggul terasa tertekan.

  • Sakit punggung.

  • Rasa nyeri pada bagian panggul atau perut.

  • Demam.

Biasanya servisitis yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat bisa memicu munculnya kanker serviks. Gejala yang hanya terjadi pada kanker serviks tersebut antara lain:

  • Badan lemas dan mudah lelah.

  • Berat badan menurun padahal tidak sedang diet.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Siklus menstruasi tidak teratur.

  • Salah satu kaki membengkak.

Alangkah lebih baik lagi jika kamu tidak menunggu hingga gejala kanker serviks muncul. Cara terbaik untuk merawat kelamin adalah dengan melakukan tes pap smear dan pemeriksaan panggul secara rutin ke dokter kandungan.

Pengobatan

Cara mengobati servisitis biasanya dilakukan pengobatan sesuai penyebabnya. Servisitis yang disebabkan oleh klamidia, gonore, atau infeksi trikomoniasis membutuhkan antibiotik. Antibiotik dapat membunuh semua bakteri yang berbahaya maupun yang bermanfaat dalam Miss V dan rahim, juga mengurangi kekebalan Miss V, pasien sebaiknya tidak menggunakan antibiotik terlalu banyak.

Obat antivirus dapat digunakan untuk membantu mengobati arthritis pada kelenjar serviks jika penyebabnya adalah virus. Namun, obat ini tidak dapat menyembuhkan infeksi virus. Obat ini hanya bekerja untuk mengontrol dan mengurangi gejala.

Sementara pada kanker serviks, pengobatannya lebih intensif lagi seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Dalam tindakan operasi, akan dilakukan pengangkatan bagian yang terinfeksi kanker. Apabila sudah parah, maka serviks, Miss V, rahim, kemih, indung telur, tuba falopi dan rektum dapat diangkat sehingga pengidap sudah tidak bisa lagi punya anak. Selain itu, pengobatan akan dibarengi dengan kemoterapi untuk mencegah pertumbuhan kanker. Sementara jika masih dalam tahap awal, radioterapi dilakukan bersamaan dengan operasi.

Dalam menghadapi kedua penyakit di atas, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Sebaiknya jika kamu sudah aktif secara seksual, lakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin. Hal ini untuk mencegah hilangnya nyawa karena kanker serviks.

Kamu bisa mengandalkan aplikasi kesehatan Halodoc untuk mengetahui lebih dalam tentang servisitis dan kanker serviks. Segera tanyakan kepada dokter yang ada di Halodoc untuk mendapat penanganan yang tepat. Di aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih dokter yang ingin kamu ajak bicara dengan metode Chat, Voice Call, atau Video Call melalui menu Tanya Dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau di Google Play.

 

Baca juga: