26 October 2017

Perhatikan Gangguan Kelamin pada Anak

Perhatikan Gangguan Kelamin pada Anak

Halodoc, Jakarta – Anak-anak belum bisa menjaga kebersihan dengan baik. Mereka masih butuh bantuan orang tua untuk menjaga kebersihan dirinya, terutama kebersihan bagian kelaminnya. Jadi tidak mengherankan jika anak-anak pun rentan terhadap gangguan kelaminnya. Untuk mengetahuinya, ibu mesti jeli melihat perilaku anak. Apakah ia sering menggaruk pangkal paha? Atau ia sering mengeluh tidak nyaman ketika mengenakan celana? Jika diperhatikan, bisa jadi ada warna kemerahan di kulit si kecil. Nah, agar dapat memberikan penanganan secara tepat, sebaiknya ketahui dulu gejala-gejala berikut ini, ya.

  • Fimosis

Gangguan pada kelamin anak laki-laki yang pertama adalah fimosis. Kondisi ini disebabkan peradangan berulang pada kulit bagian depan kemaluan atau trauma karena benturan. Ujung kulit kemaluan akan mengerut dan tidak dapat ditarik ke pangkal ketika dibersihkan. Selain itu, anak juga akan merasakan nyeri saat buang air kecil sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Tindakan medis yang dilakukan dokter biasanya adalah dengan memberikan krim antiradang atau antibakteri untuk mengurangi peradangan.

Ruam Popok
Karena tak ingin repot, biasanya ibu lebih memilih menggunakan popok sekali pakai dan bukannya popok kain. Nah, jika ibu salah pilih popok yang daya serapnya rendah, bisa menyebabkan kulit si kecil jadi lembab. Akibatnya, muncul ruam pada lipatan kulit di dekat kelaminnya. Ini bisa terjadi pada anak perempuan maupun anak laki-laki. Untuk melindungi kulit si kecil, sebaiknya gunakan krim pelindung kulit agar tak terjadi iritasi. Selain itu, sebaiknya hindari hal ini dengan membiasakan mengganti popok selama 3-4 sekali.

Infeksi saluran kemih
Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa terkena infeksi bakteri kandung kemih. Sakit ini disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli), yakni bakteri yang hidup di usus manusia. Meskipun hidup di usus, namun bakteri ini bisa masuk ke uretra (lubang saluran kemih) dari rektum (usus besar yang berakhir di anus) sehingga menyebabkan infeksi. Anak-anak biasanya terkena penyakit ini karena kurang mengonsumsi air putih. Selain itu, hal ini terjadi karena si kecil seringkali menahan buang air kecil ketika asyik melakukan hal lain. Untuk mencegahnya, sebaiknya ibu senantiasa mengingatkan si kecil untuk buang air kecil dan tidak menahannya meski sedang melakukan kegiatan yang mengalihkan perhatiannya.

  • Vulvovaginitis

Kondisi ini umum terjadi pada anak perempuan yakni pada iritasi labia (bibir vagina). Penyebabnya adalah ruam popok yang terjadi berulang kali, ukuran celana yang sempit, serta tidak terjaganya kebersihan area kemaluan si kecil. Ibu bisa mengatasi masalah kesehatan si kecil yang satu ini dengan selalu membersihkan area kemaluan dengan air bersih usai anak buang air kecil. Gunakan juga celana dengan bahan katun yang longgar. Atau jika menggunakan popok, sebaiknya pilih yang memiliki daya serap tinggi dan biasakan ganti selama 3-4 jam.

  • Gatal

Anak-anak rentan terkena gangguan cacing kremi yang biasanya menimbulkan rasa gatal di bagian anus. Tanda yang bisa dilihat ibu jika si kecil terkena parasit cacing kremi (Enterobius vermicularis) adalah jika ia sering terlihat menggaruk bagian bokongnya. Parasit ini, biasanya terjadi akibat si kecil tertular oleh anak lain. Penularan bisa terjadi dimana saja, namun cenderung di tempat umum tempat ia berinteraksi dengan anak-anak lain. Tempat penitipan anak dan arena bermain adalah tempat utama penularan parasit cacing kremi ini. Cacing yang ada di mainan anak atau tanah tersangkut pada kuku si kecil sehingga menyebabkan si kecil terkena gangguan ini. Untuk mengetahui adanya gangguan ini pada anak, biasanya dilakukan tes pemeriksaan laboratorium. Jika positif, makan anak akan diberi obat antiparasit yang diresepkan dokter.

  • Bintil-bintil di kelamin

Lembab pada area sekitar kemaluan anak bisa menyebabkan bintil atau jerawat kecil-kecil. Sebaiknya, ajari si kecil sejak dini untuk mengeringkan area kemaluan setelah buang air kecil maupun buang buang air besar. Kebiasaan baik ini akan membantu si kecil menjaga kesehatan area kemaluannya sehingga terhindar dari gangguan kelamin.

Selalu jaga kesehatan si kecil dengan berbicara dengan dokter jika ia menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan. Sebelum ke rumah sakit dapatkan rekomendasi rumah sakit dari dokter yang tepat. Ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc sebelum datang ke rumah sakit dan bicara dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, ibu juga bisa membeli produk kesehatan yang dibutuhkan si kecil melalui Halodoc. Pesanan akan diantarkan ke tempat tujuan dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.