Perikarditis Dapat Sebabkan Tamponade Jantung

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Perikarditis Dapat Sebabkan Tamponade Jantung

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu merasakan sesak napas ketika kamu sedang berbaring? Jangan sepelekan sesak napas yang disertai kondisi nyeri pada dada karena itu bisa jadi gejala dari penyakit perikarditis.

Perikarditis adalah kondisi iritasi maupun peradangan yang terjadi pada bagian lapisan tipis berbentuk kantong dan menyelimuti jantung. Lapisan tipis pada jantung memiliki fungsi untuk menjaga posisi jantung agar tidak berpindah posisi. Ternyata, kondisi perikarditis dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi tubuh.

Baca juga: Ketahui Pencegahan Perikarditis Sejak Dini

Ketahui Komplikasi yang Disebabkan Perikarditis

Gejala yang dialami oleh pengidap pericarditis hampir mirip dengan penyakit paru-paru serta penyakit jantung lainnya. Biasanya, gejala umumnya adalah rasa nyeri yang muncul pada bagian dada sebelah kiri. Rasa nyeri yang muncul dirasakan seperti nyeri tusukan pada dada

Pengidap perikarditis juga mengalami sesak napas ketika pengidap berbaring. Kondisi lemas dan cepat lelah, jantung berdebar, demam, dan disertai batuk dapat dialami oleh pengidap perikarditis.

Infeksi bakteri atau virus bisa menjadi salah satu penyebab penyakit perikarditis meskipun penyebab utamanya belum diketahui. Tidak hanya itu, cedera pada bagian dada juga dapat menjadi salah satu penyebab penyakit ini.

Segera periksakan kondisi kesehatan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda utama dari penyakit perikarditis. Perikarditis yang tidak segera diatasi menyebabkan komplikasi kesehatan, seperti:

1. Tamponade Jantung

Kondisi ini biasanya terjadi ketika terdapat cairan berlebihan pada bagian lapisan tipis yang mengantongi jantung. Cairan yang berlebihan menyebabkan penekanan pada jantung dan menghalangi aliran darah menuju jantung. Kondisi ini nyatanya sangat berbahaya ketika tidak segera diatasi.

2. Perikarditis Konstriktif

Peradangan yang terjadi dalam waktu lama membentuk jaringan parut pada jantung. Jaringan parut pada jantung akan menyebabkan fleksibilitas jantung berkurang dan menjadi kaku. Kondisi ini juga dapat menghambat fungsi kerja jantung.

Baca juga: Ini 7 Penyakit Penyebab Dada Sakit

Ketahui Pengobatan dari Kondisi Perikarditis

Penyakit perikarditis dapat diatasi dengan melakukan pengobatan yang tepat. Sebelum melakukan pengobatan, sebaiknya lakukan pemeriksaan agar tim medis memastikan kondisi kesehatan kamu. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Tes Darah

Tes darah digunakan untuk memastikan adanya infeksi dalam tubuh pengidap pericarditis.

2. Rontgen Dada

Rontgen dada dilakukan untuk melihat kondisi jantung serta paru-paru. Ketika seseorang mengalami perikarditis, jantung akan terlihat sedikit membesar.

3. Echo Jantung

Pemeriksaan dengan echo jantung dilakukan menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan gambaran dari kondisi jantung.

4. MRI

Prosedur ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran jantung secara detail.

5. Elektrokardiogram

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya perubahan aktivitas listrik pada jantung akibat penyakit perikarditis.

Pengidap perikarditis dapat pulih dengan istirahat total dan konsumsi obat-obatan. Namun, ada beberapa tindakan pengobatan lainnya yang membantu kondisi perikarditis, seperti perikardiosentesis. Perikardiosentesis dilakukan untuk mengeluarkan cairan yang pada lapisan tipis jantung. 

Selain itu, dokter dapat melakukan tindakan pericardiectomy. Tindakan ini dilakukan ketika pada jantung muncul jaringan parut yang menyebabkan bagian jantung mengalami kaku. Proses pengambilan bagian jantung yang kaku dapat membantu fungsi kerja jantung kembali normal seperti biasa.

Baca juga: 7 Komplikasi Penyakit yang Sebabkan Gangguan Jantung

Referensi:
NHLBI (2019). Heart Inflammation
MayoClinic (2019). Pericarditis