• Home
  • /
  • Perlu Tahu, Vaksin untuk Cegah Pneumonia pada Orang Dewasa

Perlu Tahu, Vaksin untuk Cegah Pneumonia pada Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Perlu Tahu, Vaksin untuk Cegah Pneumonia pada Orang Dewasa

Halodoc, Jakarta - Disebabkan oleh infeksi bakteri, pneumonia merupakan penyakit yang terjadi ketika kantung-kantung udara pada salah satu atau kedua paru-paru meradang. Akibatnya, sekumpulan kantung udara kecil di ujung saluran napas pun membengkak dan dipenuhi cairan. Salah satu cara efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah pneumonia adalah mendapatkan vaksin, yang disebut vaksin pneumokokus.

Pembahasan kali ini hanya akan difokuskan pada vaksin untuk mencegah pneumonia pada orang dewasa. Mengapa? Sebab vaksin untuk orang dewasa dan anak-anak berbeda. Untuk anak-anak vaksin yang diberikan adalah PCV13, sedangkan untuk orang dewasa adalah PPSV23 atau pneumococcal polysaccharide vaccine. Seperti namanya, vaksin ini dapat memberikan perlindungan terhadap 23 strain bakteri pneumokokus.  

Baca juga: Yang Terjadi Saat Seseorang Terkena Pneumonia

Tentang Vaksin PPSV23

Berbeda dengan vaksin untuk anak-anak, yang digandengkan dengan protein untuk meningkatkan efek kekebalan, vaksin PPSV23 ini mengandung molekul polisakarida yang didesain sedemikian rupa, sehingga menyerupai bagian dari bakteri pneumokokus. Hal ini bertujuan agar vaksin dapat menginduksi terjadinya kekebalan dengan lebih baik.

Vaksin PPSV23 ditujukan kepada orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, atau usia 2 hingga 64 tahun dengan kondisi khusus yang disarankan dokter. Kamu bisa mendiskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc, tentang kondisi khusus apa saja yang mungkin membuatmu perlu divaksin. Vaksin ini juga disarankan untuk orang dewasa usia 19-64 tahun yang memiliki kebiasaan merokok.

Vaksin PPSV23 diberikan dengan dosis tunggal atau satu kali pemberian saja. Biasanya, vaksin ini diberikan setelah seseorang telah mendapatkan satu dosis PCV13. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan kekebalan tubuh yang dihasilkan. Berdasarkan rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa, sebaiknya orang dewasa mendapat 1 kali suntikan PCV12, kemudian PPSV23 pada 2 bulan setelahnya, da dilanjut setiap 3 tahun sekali.

Baca juga: 7 Tanda Bayi Kena Pneumonia

Hingga saat ini, vaksin pneumokokus dewasa yang beredar baru ada untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri saja. Belum ada vaksin yang bisa digunakan untuk mencegah pneumonia akibat virus. Hal ini karena lebih besarnya komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. 

Bagaimana Efektivitas Vaksin Pneumokokus?

Sebagai upaya pencegahan, apakah vaksin pneumokokus cukup efektif untuk mencegah pneumonia, dalam hal ini pada orang dewasa? Vaksin PPSV23 nyatanya mampu memberikan kekebalan terhadap pneumokokus secara invasif, pada 75 persen pasien usia 65 tahun ke atas, serta mencegah terjadinya pneumonia atau radang paru pada 45 persen populasi usia tersebut.

Di Indonesia, vaksin pneumokokus memang masih tergolong vaksin pilihan. Artinya, vaksin ini belum dijadikan sebagai vaksin wajib dalam program pemerintah. Jika kamu ingin mendapatkan vaksin ini, kamu bisa datang ke pusat layanan kesehatan atau rumah sakit terdekat, dengan membuat janji dengan dokter terlebih dahulu, menggunakan aplikasi Halodoc.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengobati Pneumonia

Selain dengan mendapatkan vaksin, upaya pencegahan pneumonia juga dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana, seperti:

  • Menjaga daya tahan tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalani pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, cukup istirahat, dan rutin berolahraga. 
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Misalnya, selalu mencuci tangan sebelum makan, menyiapkan makanan, dan setelah ke toilet. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus atau bakteri penyebab pneumonia. 
  • Berhenti merokok, jika memiliki kebiasaan ini. Sebab, asap rokok dapat merusak paru-paru, sehingga infeksi jadi lebih mudah terjadi.
  • Hindari konsumsi alkohol. Sebab, kebiasaan ini dapat menurunkan daya tahan paru-paru, sehingga organ ini lebih rentan terinfeksi bakteri penyebab pneumonia.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2019. Pneumonia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pneumonia.
Healthline. Diakses pada 2019. All about Pneumonia and How to Treat It Effectively.