27 April 2019

Perlukah Pengidap Diabetes Cek Gula Darah Saat Puasa?

perlukah-pengidap-diabetes-cek-gula-darah-saat-puasa-halodoc

Halodoc, Jakarta – Pengidap diabetes tidak dilarang untuk berpuasa, asalkan sudah membicarakannya dengan dokter terlebih dahulu. Selain itu, agar kadar gula darah tetap stabil selama bulan puasa, pengidap juga dianjurkan untuk tetap mengonsumsi obat-obatan dan yang tidak kalah penting adalah memantau kondisi gula darah dengan melakukan cek gula darah secara rutin. Yuk, simak pentingnya cek gula darah saat puasa bagi pengidap diabetes di sini.

Pengidap diabetes yang menjalankan ibadah puasa wajib memantau kondisi gula darahnya dengan melakukan pemeriksaan gula darah mandiri (PGDM). Ini karena puasa bisa memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh, sehingga menyebabkan pengidap berisiko mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) maupun hiperglikemia (gula darah tinggi).

Baca juga: Adakah Pengaruh Puasa Terhadap Kadar Gula Darah?

Hiperglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah sangat tinggi, yaitu lebih dari 200 miligram per desiliter. Kondisi ini bisa terjadi bila pengidap diabetes kalap dan mengonsumsi banyak makanan manis saat buka puasa. Hiperglikemia bisa menjadi sangat berbahaya bila tidak segera ditangani, karena dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti koma diabetik.

Karena itu, bila pengidap sudah mengalami gejala hiperglikemia, misalnya sering buang air kecil dan merasa lemas, sebaiknya segera minum obat untuk mencegah terjadinya kondisi yang fatal.

Di sisi lain, hipoglikemia adalah kondisi ketika gula darah sangat rendah, yaitu di bawah 70 miligram per desiliter. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa penyebab, seperti jadwal minum obat yang berubah, masalah metabolisme, dan komplikasi lainnya. Bila terlambat mendapatkan pertolongan, pengidap diabetes bisa mengalami kehilangan kesadaran hingga koma.

Karena itu, bila pengidap sudah mengalami gejala, misalnya gemetaran, keringat dingin, pusing, dan lemas, harus segera cek gula darah. Bila kadar gula darah berada di bawah 60 miligram per desiliter, maka pengidap wajib membatalkan puasanya. Karena bila tidak, bisa terjadi kondisi yang fatal.

Pengidap diabetes dianjurkan untuk melakukan pengecekan gula darah sebelum sahur, dua jam setelah sahur, sebelum berbuka puasa, dan 2 jam setelah berbuka puasa. Pengecekan gula darah bisa dilakukan sendiri di rumah dengan menggunakan alat glukometer. Bila kadar gula darahnya normal, pengecekan gula darah tidak perlu dilakukan setiap hari.

Namun, bila pengidap mengalami gejala-gejala hiperglikemia atau hipoglikemia saat berpuasa, sebaiknya segera cek gula darah. Penusukan jarum ke dalam kulit untuk memeriksa kadar gula darah tidak membatalkan puasa kok. Jadi, kamu enggak perlu khawatir untuk memeriksa kadar gula darah secara teratur selama berpuasa.

Meski demikian, pengidap diabetes sebaiknya membatalkan puasa bila dari hasil pengecekan gula darah didapati kadar gula darah berada di angka berikut:

  • Kadar gula darah menurun menjadi 60 miligram per desiliter atau kurang dari itu.

  • Gula darah menurun sekitar 70 miligram per desiliter di jam-jam awal puasa, terutama pada pengguna insulin, sulfonilurea, ataupun glinid yang digunakan saat sahur.

  • Gula darah naik melebihi angka 300 miligram per desiliter dan disertai dengan mual dan muntah. Kondisi tersebut bisa menandakan terjadinya ketoasidosis, yaitu kondisi di mana darah menjadi asam akibat terbentuknya benda keton yang banyak.

Baca juga: Jangan Dipaksa, Ini Bahaya Berpuasa bagi Pengidap Diabetes

Selain melakukan pengecekan gula darah, pengidap diabetes juga perlu menjaga pola makan selama puasa agar kadar gula darah tetap stabil. Berikut pengaturan makan selama puasa yang dianjurkan untuk pengidap diabetes:

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang.

  • Sahur dan buka puasa tepat waktu.

  • Minum air putih yang cukup.

  • Jumlah kalori yang dikonsumsi sebaiknya adalah 50 persen saat berbuka, 10 persen setelah salat Tarawih, dan 40 persen saat sahur.

  • Pilihlah karbohidrat kompleks yang butuh pembakaran lebih lama saat sahur, sehingga kamu bisa merasa kenyang lebih lama.

  • Mengurangi konsumsi makanan berlemak dan perbanyak serat.

Baca juga: Cegah Diabetes, Ini Tips Menurunkan Gula Darah Saat Puasa

Itulah penjelasan mengenai pentingnya cek gula darah saat puasa bagi pengidap diabetes. Kamu juga bisa memantau kadar gula darah dalam tubuh dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Caranya praktis banget, tinggal pilih fitur Lab Service, dan petugas lab akan datang ke rumahmu untuk memeriksa kesehatanmu. Jangan lupa download Halodoc juga ya di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatan kamu selama berpuasa.