Pneumonia adalah Penyakit Paru Berbahaya, Kenali 10 Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
pneumonia-adalah-penyakit-paru-berbahaya-kenali-10-gejalanya-halodoc

Halodoc, Jakarta – Dari sekian banyak penyakit yang bisa menyerang paru-paru, pneumonia adalah salah satu yang paling berbahaya yang perlu kamu waspadai. Penyakit yang dikenal juga dengan paru-paru basah ini bisa menyebabkan komplikasi serius, bahkan tidak jarang menyebabkan kematian. Sayangnya, pneumonia seringkali terlambat disadari karena gejala penyakit paru tersebut mirip dengan gejala flu. Karena itu, yuk ketahui lebih banyak tentang gejala pneumonia di sini.

Apa Itu Pneumonia?

Pneumonia merupakan infeksi yang menyerang salah satu atau kedua paru-paru, sehingga menyebabkan kantong udara di paru tersebut meradang dan membengkak. Selain itu, kantong-kantong udara kecil yang berada di ujung saluran pernapasan pengidap juga bisa dipenuhi dengan air atau cairan lendir. Itulah mengapa pneumonia sering disebut juga dengan istilah paru-paru basah. Pengidap pneumonia biasanya akan mengalami gejala berupa sesak napas, batuk berdahak, demam, ataupun menggigil.

Baca juga: Kenali Penyebab Pneumonia, Infeksi Paru yang Berbahaya

Gejala Pneumonia

Gejala pneumonia bisa muncul secara tiba-tiba maupun berkembang secara perlahan selama 24 sampai 48 jam sejak terinfeksi. Pneumonia yang masih ringan biasanya akan menimbulkan gejala yang mirip flu, hanya saja biasanya berlangsung lebih lama. Selain itu, berikut ini gejala lain yang bisa dialami oleh pengidap pneumonia:

  1. Demam dan menggigil;

  2. Berkeringat;

  3. Batu kering atau batuk dengan dahak kental berwarna kuning, hijau, atau disertai darah;

  4. Sesak napas;

  5. Nyeri dada ketika batuk atau menarik napas;

  6. Diare;

  7. Mual atau muntah;

  8. Lemas;

  9. Selera makan berkurang; dan

  10. Detak jantung meningkat.

Pengidap pneumonia yang berusia di atas 65 tahun mungkin tidak akan mengalami demam, tetapi bisa mengalami penurunan kesadaran, seperti tampak bingung atau kurang waspada.

Baca juga: Batuk Berdahak Hijau, Hati-Hati Gejala Pneumonia Aspirasi

Pengobatan untuk Pneumonia

Bila kamu mengalami gejala pneumonia seperti di atas, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan pengobatan secepatnya. Pengobatan pneumonia bertujuan untuk menyembuhkan infeksi, serta mencegah terjadinya komplikasi. Namun, pengobatan yang diberikan dokter pada setiap pengidap bisa berbeda-beda yang tergantung penyebab dan tingkat keparahan pneumonia.

Pada kasus pneumonia yang masih tergolong ringan, pengidap tidak perlu dirawat di rumah sakit. Pengobatan bisa dilakukan sendiri di rumah dengan cara berikut:

  • Minum obat pereda rasa sakit, seperti parasetamol atau ibuprofen yang bisa membantu menurunkan demam. Namun, bagi pengidap pneumonia yang punya alergi terhadap aspirin atau mengidap asma, tukak lambung, dan gangguan hati, konsumsi obat pereda rasa sakit tidak dianjurkan.

  • Minum obat batuk untuk meredakan gejala batuk yang muncul, sehingga pengidap bisa beristirahat. Namun, obat batuk sebaiknya diminum dalam dosis yang rendah. Pengidap yang mengalami batuk berdahak juga bisa memilih jenis obat batuk yang bisa mengencerkan dan menghilangkan dahak.

  • Pada kasus pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, pengidap bisa mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi infeksi tersebut. Kebanyakan pengidap pneumonia biasanya merasakan kondisinya membaik setelah 1–3 hari mengonsumsi antibiotik.

Selain itu, pengidap juga dianjurkan untuk banyak beristirahat, banyak minum, dan tidak melakukan kegiatan yang berlebihan, agar gejala pneumonia bisa cepat mereda.

Namun, pengidap pneumonia perlu dirawat di rumah sakit bila memiliki kondisi berikut:

  • Berusia di atas 65 tahun atau kurang dari 2 bulan;

  • Memiliki tekanan darah rendah;

  • Mengalami penurunan fungsi ginjal;

  • Mengalami sesak napas;

  • Suhu tubuhnya di bawah normal;

  • Detak jantung tidak normal;

  • Lemas dan sering tidur; dan

  • Mengalami dehidrasi.

Di rumah sakit, pengidap akan diberikan antibiotik dan cairan tubuh lewat infus, serta oksigen untuk membantu pernapasan. Bila perlu, pengidap juga akan diberikan rehabilitasi paru untuk memaksimalkan penyerapan oksigen.

Baca juga: Ini Tanda Pneumonia pada Si Kecil

Bila kamu mengalami gejala pneumonia, coba bicarakan saja kepada dokter Halodoc. Hubungi dokter melalui fitur Talk to A Doctor untuk minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD (Diakses pada 2019). Pneumonia Symptoms & Warning Signs.
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Pneumonia - Symptoms and causes