Pola Makan Sehat untuk Pengidap Hiperkolesterolemia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hiperkolesterolemia, Makanan Sehat, kolesterol tinggi

Halodoc, Jakarta - Sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat, seperti fast food, dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Apabila kolesterol sudah bersarang dalam tubuh kita, akan menyebabkan beberapa penyakit seperti serangan jantung, stroke, bahkan hiperkolesterolemia. Apabila kamu mengidap hiperkolesterolmia, sudah seharusnya kamu menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat untuk menghindari munculnya komplikasi yang berbahaya.

Hiperkolesterolemia bisa menyerang siapa saja di berbagai rentang usia. Jadi, bukan lagi hanya masalah orang tua, melainkan usia muda pun bisa mengalami penyakit ini. Mengonsumsi makanan sehat bisa membantu kamu mengurangi tingkat kolesterol dalam darah. Berikut pola makan yang perlu kamu jalani.

Baca juga: Sindrom Metabolik Disebabkan oleh Komplikasi Diabetes, Benarkah?

1. Konsumsi Makanan Rendah Lemak dan Kolesterol

Kamu dapat mengonsumsi susu tanpa lemak dan  mengurangi konsumsi daging. Lebih baik mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh, daripada mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh. Hindari pula penggunaan santan kental dan minyak goreng yang telah dipakai berulang kali, karena bisa meningkatkan kadar kolesterol. Jangan lupa juga untuk menghindari makanan yang digoreng.

2. Perbanyak Makanan Berserat

Pengidap hiperkolesterolmia perlu memperbanyak konsumsi makanan berserat, seperti gandum, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan. Makanan ini sangat berguna karena bisa menyerap kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh.

3. Konsumsi Makanan yang Mengandung Antioksidan

Buah-buahan seperti apel, jeruk, pepaya, dan stroberi banyak mengandung antioksidan. Di samping itu, buah-buahan tersebut juga mengandung vitamin C dan E yang bisa mencegah penyakit jantung. Vitamin C berperan mengatur metabolisme kolesterol dan pembentuk kolagen, yaitu serabut kuat yang merupakan jaringan ikat.

Kolagen diketahui sangat penting bagi struktur pembuluh darah, otot, dan bagian tubuh lain. Apabila kekurangan vitamin ini, dampaknya akan melemahkan struktur pembuluh darah, jantung, dan otot jantung. Kondisi ini yang dapat memicu terjadinya hiperkolesterolmia dan penyakit jantung.

Baca juga: Fakta tentang Sindrom Metabolik yang Perlu Diketahui

4. Kurangi Konsumsi Garam

Tubuh manusia hanya memerlukan garam kurang dari 5 gram (1 sendok teh) setiap harinya. Begitu pula dengan pengidap hiperkolesterolmia. Sementara untuk pengidap penyakit jantung yang disertai hipertensi dan edema sebaiknya tidak menggunakan garam dapur dalam masakan dan hidangan sehari-hari. Sebagai gantinya, kamu dapat menambahkan sedikit garam yaitu 2-3 gram per hari (sekitar ½ sendok teh).

Selain itu, hindari pula konsumsi makanan asin seperti ikan teri, ikan asin, telur asin, petis, garam dapur, air kaldu blok, minyak ikan, saus tiram, sambal botolan, kecap asin, makanan kaleng, dan penyedap rasa. Sebab, semua makanan tersebut memiliki kandungan natrium dan kalium yang cukup tinggi.

5. Ikan dan Asam Lemak Omega 3

Beberapa ikan seperti salmon, tongkol, tuna, dan sarden mengandung asam lemak omega 3 yang baik untuk menurunkan tekanan darah. Omega 3 memang tidak berpengaruh pada kadar kolesterol jahat (LDL) darah, tapi bisa menurunkan risiko terbentuknya bekuan darah.

Dengan mengonsumsi setidaknya dua hingga tiga kali dalam seminggu, kamu dapat menurunkan hiperkolesterolmia. Omega 3 juga mampu mengurangi kemungkinan terkena kematian mendadak karena penyakit jantung dan mengurangi kadar trigliserida dalam darah.

Baca juga: Fakta Medis di Balik Makan Cepat Bikin Gemuk

Setiap makanan yang dituliskan di atas memberikan manfaat tersendiri, tapi perubahan gaya hidup dan pola makan juga dapat membantu dalam menurunkan hiperkolesterolmia. Selain mengubah menu makanan, menurunkan hiperkolesterolmia dapat dibarengi dengan berolahraga secara rutin, menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok.

Jika kamu sudah berupaya untuk menjalankan pola hidup sehat, tetapi hiperkolesterolmia masih saja terjadi, sebaiknya segera diskusikan gangguan yang kamu alami dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.