Polip Rahim Bisa Mengganggu Kesuburan Wanita, Benarkah?

Polip Rahim Bisa Mengganggu Kesuburan Wanita, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Polip rahim disebut juga polip endometrium atau polip uterus. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan jaringan abnormal (tumor) di endometrium, yaitu lapisan dalam rahim tempat melekatnya embrio pada kehamilan. Polip berbentuk bulat maupun lonjong dengan ukuran bervariasi. Meski umumnya bersifat jinak, sebagian kecil polip berkembang menjadi kanker (polip prakanker). Penyakit ini lebih rentan terjadi pada wanita yang berusia lebih dari 40 tahun.

Polip Rahim Mengganggu Kesuburan Wanita

Polip yang terbentuk di leher rahim bisa menghalangi pembukaan leher rahim, sehingga menyulitkan proses pertemuan sperma dan ovum (pembuahan). Polip membuat lendir serviks menebal dan lengket. Akibatnya, sperma lebih sulit membuahi sel telur dan menyebabkan kemandulan.

Fakta Polip Rahim yang Perlu Diketahui

1. Gejala Polip Rahim Berbeda-Beda

Polip rahim umumnya ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur, menstruasi dengan durasi atau volume darah berlebih (menorrhagia), perdarahan di luar siklus menstruasi, dan perdarahan setelah menopause.

2. Penyebab Polip Rahim Belum Diketahui Secara Pasti

Namun, fluktuasi hormon (seperti estrogen) diduga menjadi faktor risiko polip rahim. Faktor risiko lainnya adalah kelebihan berat badan (overweight), obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan penggunaan obat kanker payudara (seperti tamoxifen).

3. Terdapat Tiga Jenis Pemeriksaan Polip Rahim

Jika dicurigai adanya polip rahim, dokter menganjurkan pemeriksaan mendetail untuk menetapkan diagnosis. Berikut tiga jenis pemeriksaan polip rahim:

  • USG transvaginal. Tujuannya untuk melihat keadaan lapisan endometrium.

  • Histeroskopi. Tujuannya untuk memeriksa kondisi dalam rahim dan mendeteksi adanya polip menggunakan kamera dan lampu kecil yang terpasang pada selang halus.

  • Kuret atau biopsi dinding rahim, yaitu mengambil sampel jaringan endometrium untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.

4. Pengobatan Polip Rahim Tidak Selalu Dibutuhkan

Terutama jika polip rahim tidak menimbulkan masalah. Polip rahim perlu segera ditangani jika menimbulkan masalah, seperti perdarahan berat selama menstruasi atau saat ada dugaan kanker rahim. Penanganan diperlukan jika telah menyebabkan masalah kehamilan, seperti keguguran dan kemandulan.

5. Penanganan Rahim Tergantung Tingkat Keparahannya

Polip rahim umumnya diatasi dengan obat penyeimbang hormon. Fungsinya meredakan gejala polip rahim sementara waktu, karena gejalanya bisa muncul kembali setelah konsumsi obat dihentikan. Jika polip muncul saat program hamil, sedang hamil, dan setelah menopause, perlu dilakukan pengangkatan rahim melalui histeroskopi. Polip berukuran kecil bisa diatasi dengan kuretase, kemudian sampel jaringan yang terangkat diperiksa di laboratorium untuk deteksi keberadaan sel kanker. Apabila sel kanker ditemukan, perlu tindakan pengangkatan rahim secara menyeluruh.

6. Belum Ada Cara Mencegah Polip Rahim

Pencegahan polip rahim bisa dilakukan adalah mencegah obesitas dan tekanan darah tinggi dengan menerapkan pola hidup sehat. Kamu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ginekologi secara teratur untuk deteksi dini kelainan di area Miss V, vulva, indung telur, dan rahim.

Itulah fakta polip rahim yang perlu diketahui. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar polip rahim, tanya dokter Halodoc untuk mendapat jawaban terpercaya. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter Halodoc via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: