• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Positif Hepatitis B saat Hamil, Ibu Lakukan Ini

Positif Hepatitis B saat Hamil, Ibu Lakukan Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Banyak sekali ibu hamil terinfeksi hepatitis yang tidak menyadarinya. Hal tersebut dikarenakan gejala hepatitis B sama sekali tidak muncul atau tidak dirasakan. Jika ibu hamil sampai terinfeksi hepatitis saat mereka hamil, janin dalam kandungan yang akan terkena dampaknya. Jika diketahui ibu hamil terinfeksi hepatitis, apa yang harus dilakukan?

Baca juga: Waspadai 5 Gejala Hepatitis B yang Datang Diam-Diam

Begini Langkah Mengatasi Hepatitis pada Ibu Hamil

Saat hasil testpack menunjukkan positif hamil, ibu akan memeriksakan kandungan pertama. Biasanya, ibu hamil akan disarankan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan darah, termasuk pemeriksaan virus hepatitis B. Jika ibu hamil dinyatakan negatif virus hepatitis B, maka dokter akan melakukan imunisasi. Terutama pada ibu hamil yang berisiko tinggi mengidap penyakit ini.

Jika saat melakukan pemeriksaan dinyatakan positif virus hepatitis B, biasanya ibu akan diberikan vaksin yang memperkuat sistem imunitas tubuh guna mencegah perkembangan virus dalam tubuh. Vaksin ini aman diberikan pada ibu hamil dengan janin yang tengah berkemban. Dalam kasus yang lebih parah, biasanya dokter akan memberikan obat antivirus guna mencegah perkembangan virus hepatitis B pada janin.

Hepatitis B yang dialami ibu hamil akan memicu timbulnya komplikasi kesehatan lainnya, seperti mengidap diabetes gestasional, ketuban pecah sebelum waktunya, memiliki faktor risiko lebih tinggi mengalami perdarahan saat kehamilan, serta mengidap batu empedu.

Baca juga: Cara Mengatasi Gangguan yang Ditimbulkan Hepatitis B

Ibu Positif Hepatitis B, Perlukah Bayi Imunisasi?

Imunisasi wajib dilakukan pada setiap bayi. Apalagi bayi dengan ibu yang terinfeksi virus hepatitis B. Beberapa saat setelah kelahiran, bayi harus mendapatkan vaksin hepatitis pertamanya sebelum meninggalkan rumah sakit. Jika tidak menentukan, vaksin dapat diberikan saat bayi berusia dua bulan. Setelah vaksin pertama, vaksin lanjutan akan diberikan dalam waktu 6-18 bulan de depan. Setelah dua imunisasi dijalankan, imunisasi ketiga dilakukan untuk perlindungan seumur hidup.

Saat ibu didiagnosis mengidap hepatitis B, biasanya dokter akan langsung memberikan vaksin penguat sistem imunitas tubuh pada bayi setelah 12 jam dilahirkan. Vaksin ini dinilai cukup untuk memberikan perlindungan jangka pendek pada bayi terhadap virus hepatitis B. Nilai keberhasilan antibodi dan vaksin dalam mencegah hepatitis adalah 85-95 persen.

Baca juga: Prosedur Tes HBsAg untuk Mendiagnosis Hepatitis B

Proses Penularan dan Gejala yang Tampak

Hepatitis B menyebar dengan cepat melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti air mani atau cairan vagina. Hal tersebut dapat terjadi saat seseorang melakukan hubungan seks yang tidak sehat oleh orang yang terinfeksi, atau dengan memakai jarum suntik bekas pakai orang yang terinfeksi.

Pada ibu hamil, gejala hepatitis B akan ditandai dengan mual dan muntah, selalu merasa lelah, mengalami penurunan nafsu makan, demam, sakit perut, nyeri otot dan persendian, serta penyakit kuning. Hal yang menjadi masalahnya adalah, gejala bisa saja tidak tampak selama berbulan-bulan lamanya setelah pengidap terinfeksi. Hal tersebut yang membuat hepatitis ditemui dalam kondisi yang sudah terlanjur parah.

Pemeriksaan rutin kandungan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit berbahaya yang bisa saja menyerang ibu hamil dan janin. Lakukan pemeriksaan kandungan rutin di rumah sakit terdekat agar dokter bisa langsung mendiagnosis dan menemukan langkah yang tepat dalam mengatasi masalah kesehatan yang ibu alami.

Referensi:

NCBI. Diakses pada 2020. Hepatitis B in Pregnancy.
Hepatitis B Foundation. Diakses pada 2020. Treatment During Pregnancy.
Baby Centre. Diakses pada 2020. Hepatitis B in Pregnancy.