07 February 2019

Rawat Inap di Rumah Sakit Bisa Pakai BPJS

Rawat Inap di Rumah Sakit Bisa Pakai BPJS

Halodoc, Jakarta – Sehat itu mahal harganya. Ya, kira-kira begitulah yang dikatakan orang ketika tubuh sedang sakit. Hal ini benar adanya. Ketika sedang sakit, kamu harus memeriksakan kesehatan ke dokter dan membeli obat. Belum lagi jika kamu harus melakukan serangkaian tes dan pada akhirnya harus dirawat inap.

Sudah pasti, beban biaya yang harus kamu keluarkan tidak bisa dibilang kecil. Terlebih dengan biaya rumah sakit yang terkenal tinggi, mulai dari biaya kamar, kontrol dokter, hingga segala jenis obat yang harus kamu minum, tak terkecuali infus. Sehat itu mahal harganya jadi jagalah kesehatan tubuh kamu sebaik mungkin.

Namun, sekarang pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS meluncurkan program BPJS Kesehatan untuk setiap warga negara Indonesia, termasuk Warga Negara Asing (WNA) yang sudah tinggal di Indonesia minimal 6 bulan. Program ini bertujuan untuk memudahkan sekaligus meringankan beban masyarakat terhadap tingginya biaya kesehatan. Dengan rawat inap pakai BPJS, beban biaya menjadi lebih ringan.

Sederhananya, program ini mirip dengan asuransi pada umumnya. Bedanya, asuransi ini resmi milik pemerintah, sehingga setiap masyarakat diwajibkan untuk tergabung menjadi peserta. Melalui program ini, pemerintah membantu setiap pengobatan yang dilakukan, termasuk rawat inap. Kabarnya, rawat inap pakai BPJS lebih murah. benarkah demikian?

Baca juga: Begini Cara Cek Kesehatan Pakai BPJS

Rawat Inap Pakai BPJS, Bagaimana Prosedurnya?

Sebelum kamu bisa menggunakan fasilitas rawat inap pakai BPJS, kamu tentu perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu sebagai peserta BPJS Kesehatan. Setelahnya, kamu wajib untuk membayarkan iuran setiap bulan dengan jumlah tertentu, bergantung pada kelas yang kamu pilih, atau posisi kamu, apakah kamu mendaftar secara pribadi atau bergabung dengan perusahaan tempat kamu bekerja.

Setelahnya, kamu diharuskan berobat di faskes tingkat I terlebih dahulu apabila kondisi kesehatan kamu tidak membutuhkan bantuan gawat darurat. Jika faskes tingkat I memiliki fasilitas rawat inap, maka kamu bisa dirawat di tempat tersebut. Namun, jika tidak, faskes I akan merujuk untuk berobat pada RSUD yang bertindak sebagai faskes II. Kamu perlu menyiapkan salinan KTP, KK, kartu BPJS berikut aslinya, surat rujukan, dan kartu berobat.

Baca juga: Pakai BPJS, Ketahui 5 Hal Ini Terlebih Dahulu

Setelah berkas diberikan pada bagian administrasi faskes II, kamu akan diperiksa kembali oleh dokter. Nantinya, diputuskan apakah kamu perlu dirawat inap atau hanya rawat jalan. Jika ternyata kamu harus dirawat inap, kamu perlu menandatangani lembar pelayanan setelah diberikan tindakan.

Lembar ini adalah bukti dari rumah sakit untuk kemudian diajukan kepada pihak BPJS Kesehatan untuk keperluan pembayaran. BPJS lalu memberikan tanggungan sesuai dengan aturan yang diberikan kepada peserta.

Namun, kamu perlu tahu bahwa BPJS tidak menanggung semua pengobatan yang kamu dapatkan. Biasanya, jika terjadi demikian, pihak rumah sakit akan memberitahukan kepada kamu terlebih dahulu, apakah masih menggunakan obat tersebut atau menggunakan obat rujukan yang ditanggung oleh pihak BPJS.

Baca juga: Pengobatannya yang Mahal, Kenali Kanker Payudara HER2

Oleh karena itu, kamu perlu menanyakan dengan detail semua rincian pengobatan dan tindakan medis yang kamu terima pada dokter. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk mengetahui prosedur rawat inap pakai BPJS supaya tidak salah prosedur. Jadi, segera download aplikasi Halodoc, ya!