Rentan Menyerang Anak-Anak, Ini yang Disebut Neuroblastoma

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
 neuroblastoma, kanker, saraf

Halodoc, Jakarta - Gangguan neuroblastoma memang penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini akan menyebabkan keluhan sakit perut dan pembengkakan pada bagian yang sakit. Sekitar 75 persen dari pengidap neuroblastoma berusia kurang dari 5 tahun dan lebih banyak terjadi pada anak laki-laki. Neuroblastoma merupakan jenis kanker neuroendokrin langka yang  berasal dari suprarenal, tetapi bisa ditemui di sepanjang jalur sistem saraf simpatis.

Sebenarnya belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab penyakit ini. Namun, kondisi ini diyakini terjadi karena mutasi genetik pada sel normal yang terus tumbuh, sehingga akumulasi sel-sel abnormal membentuk tumor. Neuroblastoma terjadi saat neuroblast gagal menjadi sel saraf dewasa. Jenis tumor ini tumbuh dari sel-sel saraf yang belum matang dan bisa berkembang di beberapa bagian tubuh.

Beberapa kasus neuroblast dapat menghilang, tetapi bisa juga terakumulasi membentuk tumor neuroblastoma. Penyakit ini termasuk ganas dan memiliki angka kematian yang cukup tinggi. Kemunculan neuroblastoma sering kali terjadi pada adrenal Perut. Adrenal merupakan sistem pada tubuh yang menyebabkan perubahan denyut jantung, penyebab hipertensi, serta merangsang hormon tertentu pada tubuh. Bukan hanya adrenal, neuroblastoma juga bisa menyebar ke bagian lain, seperti dada, leher, kelenjar getah bening, tulang, hati, sumsum tulang, dan sebagainya.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Bell's Palsy

Sel dan serat saraf, serta sel kelenjar adrenal manusia berkembang dari neuroblast atau sel saraf yang belum matang. Perubahan ini terjadi saat janin berkembang di dalam rahim. Setelah manusia lahir, tidak ada lagi neuroblast yang tersisa. Jika pun masih ada, akan berangsur-angsur matang atau hilang dengan sendirinya. Pada kasus neuroblastoma, sisa neuroblast yang ada tersebut bukannya menjadi matang atau menghilang, melainkan terus berkembang dan membentuk tumor.

Seperti jenis kanker lainnya, hingga saat ini, para ahli belum dapat memastikan penyebab sel saraf ini tidak matang dan berkembang menjadi neuroblastoma. Meskipun begitu, para ilmuwan menduga adanya kerusakan pada gen neuroblas, yang membuatnya membelah diri tanpa terkendali dan menjadi tumor.

Gejala penyakit ini bisa bervariasi, tergantung pada lokasi tumor. Sekitar dua per tiga gejala diawali pada bagian perut atau kelenjar adrenal. Secara umum, beberapa tanda gejala neuroblastoma yaitu:

  • Badan terasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga.
  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Muncul benjolan di perut, leher, atau dada.
  • Nyeri punggung.
  • Tumor pada dada bisa menyebabkan gangguan pernapasan atau gangguan menelan, infeksi, dan batuk kronis.

Baca juga: Cerebral Palsy, Sakit yang Pengaruhi Motorik Anak

Gejala yang dimunculkan jika kondisi penyakit ini sudah menyebar (metastasis) adalah lemas, nyeri (biasanya nyeri tulang), memar, tidak nafsu makan, dan penurunan berat badan. Kamu juga bisa mengalami demam. Neuroblastoma bisa menyebabkan pergerakan tersentak-sentak sekilas dan gerak mata yang tidak terkendali.

Perlu kamu waspadai juga bahwa penyakit ini dapat memunculkan komplikasi. Komplikasi yang bisa muncul pada pengidap adalah:

  • Penyebaran sel kanker (metastasis). Sel kanker dapat menyebar hingga ke bagian tubuh lain, seperti sumsum tulang, hati, kulit, atau tulang.
  • Sindrom paraneoplastik. Sel neuroblastoma dapat mengeluarkan zat tertentu yang berefek pada sel normal, sehingga menimbulkan gejala sindrom paraneoplastik, seperti gangguan koordinasi atau pergerakan mata yang cepat.
  • Patah tulang belakang. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan tumor hingga tulang belakang, sehingga menekan saraf tulang belakang dan menimbulkan rasa nyeri atau kelumpuhan.

Baca juga: Ketahui Bell’s Palsy, Serangan Kelumpuhan Mendadak

Apabila kamu mencurigai adanya gejala yang berkaitan dengan penyakit ini, jangan ragu untuk segera mengkomunikasikannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.