• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Kepala Bisa Jadi Tanda Tumor Otak?

Sakit Kepala Bisa Jadi Tanda Tumor Otak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Sakit kepala biasanya akan muncul ketika seseorang tengah mengalami stres, sinusitis, atau flu. Hal tersebut bukanlah hal yang berbahaya, karena sakit kepala akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa jam. Hal yang perlu diwaspadai adalah ketika sakit kepala muncul dan tidak kunjung membaik dalam beberapa hari.

Sakit kepala yang tak kunjung membaik tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, kondisi tersebut bisa jadi merupakan sebuah sinyal dari kondisi kesehatan tertentu, salah satunya adalah tumor otak. Sakit kepala menjadi salah satu gejala tumor otak yang perlu diwaspadai, karena jika dibiarkan, kehilangan nyawa merupakan risiko yang bisa saja terjadi pada pengidapnya.

Baca juga: Kenalan dengan Penyakit Tumor Jinak Limfangioma

Gejala Tumor Otak yang Perlu Diwaspadai

Gejala tumor otak baru akan dirasakan ketika tumor sudah tumbuh membesar dan mulai mengganggu kesehatan. Gejala tumor otak sendiri akan bervariasi pada masing-masing pengidapnya, tergantung pada lokasi tumor, ukuran, dan perkembangan pertumbuhan tumor. Selain sakit kepala, berikut gejala tumor otak yang perlu diwaspadai:

  • Merasa Mual dan Muntah. Pengidap tumor otak akan merasa mual dan terus-menerus muntah tanpa alasan yang jelas. Jika kamu mengalami mual dan muntah saat tidak sedang hamil atau sakit, hal tersebut harus diwaspadai. 

  • Mengalami Gangguan Penglihatan. Tumor otak yang muncul dan tumbuh di sekitar lobus oksipital, akan menyebabkan gangguan penglihatan pada pengidapnya. Hal tersebut ditandai dengan pandangan kabur, apalagi saat sedang mengidentifikasi objek dan warna.

  • Kehilangan Kemampuan Koordinator. Gerak Tubuh Gejala ini akan muncul ketika tumor tumbuh di area lobus parietal. Hal tersebut akan memengaruhi gerakan pada lengan atau kaki, bahkan perasaan seseorang. Pengidap juga akan mengalami kebingungan dan kesulitan memahami sesuatu. Ketika hal tersebut terjadi, maka tumor sudah meluas dan mengganggu sistem saraf pada otak.

  • Mengalami Kejang-Kejang. Gejala tumor otak yang satu ini dapat terjadi pada pengidap yang sebelumnya sudah memiliki riwayat kejang-kejang. Sebaiknya periksakan kondisi kamu di rumah sakit terdekat secara rutin jika kamu memiliki riwayat kejang-kejang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Baca juga: 5 Hal tentang Migrain yang Perlu Diketahui

Tingkat Keparahan Tumor Otak

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan untuk mengetahui letak tumor pada otak. Hal tersebut juga dilakukan untuk menentukan tingkatan atau stadium tumor yang dialami. Dengan mengetahui tingkatan tumor otak, dokter dapat menentukan penanganan yang tepat guna mengatasi tumor. Berikut tingkat keparahan tumor otak:

  1. Tingkat 1, yaitu tumor otak jinak, tidak menembus jaringan otak di sekitar. Tumor ini memiliki pertumbuhan yang lambat.

  2. Tingkat 2, yaitu tumor otak yang jinak dan sudah menembus jaringan otak di sekitar. Tumor ini memiliki pertumbuhan yang lambat.

  3. Tingkat 3, yaitu tumor otak ganas dan sudah menembus jaringan sekitar otak.

  4. Tingkat 4, yaitu tumor otak paling ganas, menembus jaringan otak, dan membesar dengan sangat cepat.

Baca juga: 7 Tips Menghadapi Sakit Kepala Ketika Terkena Hujan

Tumor otak merupakan salah satu penyakit yang sulit untuk dideteksi, karena harus dilakukan diagnosis dari lokasi tumbuhnya tumor, kecepatan gejala yang muncul, kecepatan pertumbuhan dari tumor, serta efek yang ditimbulkan bagi tubuh. Karena sulitnya mendeteksi dini, tumor otak sering kali diketahui ketika sudah terlambat dan menginjak stadium yang sudah parah. Jadi, selalu perhatikan kesehatanmu, ya!

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2020. Brain Tumors.
NHS. Diakses pada 2020. Brain Tumours.
Healthline. Diakses pada 2020. Brain Tumor.