14 September 2018

Seberapa Sering Ibu Hamil Boleh Berhubungan Intim?

ibu hamil berhubungan intim

Halodoc, Jakarta – Kehamilan seharusnya tidak jadi penghalang bagi ibu hamil berhubungan intim dengan pasangan. Selama kondisi kandungan ibu sehat dan kuat, berhubungan intim saat hamil tetap aman dilakukan. Namun demikian, ibu hamil dan suami juga perlu memerhatikan aturan aman berhubungan intim agar tidak membahayakan kondisi janin. Selain posisi seks yang aman, ibu dan suami juga perlu tahu seberapa sering berhubungan intim boleh dilakukan saat hamil. Yuk, cari tahu jawabannya di sini.

Berhubungan Intim Saat Hamil

Munculnya keinginan untuk berhubungan intim saat hamil itu wajar kok. Nyatanya saat hamil muda, libido ibu hamil akan meningkat sehingga ibu akan merasa lebih bergairah untuk melakukan hubungan intim. Ibu hamil enggak perlu takut hubungan intim dapat membahayakan janin karena ada banyak proteksi alami dalam tubuh ibu, seperti cairan ketuban, otot-otot dalam rahim yang kuat, dan lendir tebal yang menutupi leher rahim yang dapat membantu melindungi bayi dari bahaya infeksi. Jadi, aktivitas hubungan seks saat hamil dinyatakan aman dan tidak akan mengganggu kondisi janin.

Selain aman, berhubungan intim saat hamil ternyata dapat memberi banyak manfaat, lho. Aktivitas seksual ini bisa menjadi seperti “olahraga” yang membantu membakar kalori dalam tubuh ibu, sehingga ibu bisa menjaga berat badan tetap ideal selama kehamilan. Berhubungan intim juga mampu melancarkan sirkulasi darah mengurangi rasa nyeri yang ibu alami, membantu ibu dapat tidur nyenyak, dan membuat ibu merasa lebih bahagia.

Kapan Berhubungan Intim Boleh Dilakukan Saat Hamil?

Meskipun demikian, ibu hamil mesti tahu kapan berhubungan intim boleh dilakukan saat hamil. Berdasarkan pernyataan beberapa ahli, sperma mengandung senyawa prostaglandin yang dapat menyebabkan rasa mulas. Oleh karena itu, ibu yang usia kandungannya masih sangat muda sebaiknya tidak berhubungan intim dulu agar tidak terjadi kontraksi yang dapat menyebabkan keguguran. Selain itu, ibu hamil juga tidak dianjurkan melakukan hubungan intim di usia kehamilan sekitar 37-42 minggu. Pada saat itu, kepala janin sudah memasuki rongga panggul, sehingga berhubungan intim dikhawatirkan dapat menyebabkan pendarahan atau persalinan dini.

Bila ingin berhubungan intim saat hamil, trimester kedua adalah waktu yang paling baik. Hal ini karena di trimester kedua, kandungan ibu sudah jauh lebih kuat dan ibu pun akan merasa lebih berenergi, bahkan lebih bergairah untuk bercinta. Selain itu, rasa mual, muntah, dan pusing yang ibu alami di trimester pertama juga perlahan-lahan akan berkurang saat memasuki trimester kedua ini. Dengan demikian, ibu akan merasa lebih nyaman untuk melakukan hubungan intim.

Seberapa Sering Boleh Berhubungan Intim Saat Hamil?

Sebenarnya selama kehamilan ibu tidak bermasalah, ibu dan suami bisa melakukan hubungan intim sesering yang ibu inginkan. Namun, terlalu sering berhubungan intim saat hamil juga tidak baik. Hubungan seks saat hamil yang terlalu sering (lebih dari tiga kali dalam seminggu) bisa memicu terjadinya infeksi saluran kencing (ISK). Bila tidak segera diobati, ISK dapat menyebabkan masalah dalam kehamilan. Itulah mengapa ibu hamil dianjurkan untuk membersihkan Miss V sebelum dan setelah berhubungan intim, serta mengosongkan kandung kemih setelah berhubungan intim untuk mencegah infeksi.

Agar lebih aman, ibu hamil sebaiknya membicarakan dulu kepada dokter kandungan bila ingin sering berhubungan intim saat hamil. Ibu juga bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk bertanya seputar keamanan berhubungan intim. Melalui Video/ Voice Call dan Chat, ibu bisa berdiskusi dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Baca juga: