Sering Menyerang Pria, Apa Itu Kista Pilonidal?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
sering-menyerang-pria-apa-itu-kista-pilonidal-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin sudah sering mendengar tentang kista. Penyakit tersebut berupa pertumbuhan daging tidak normal yang berisi cairan dan biasanya bersifat nonkanker. Kista bisa muncul di bagian tubuh mana saja, termasuk di belahan bokong atau yang dikenal juga dengan kista pilonidal. Dibanding wanita, kista pilonidal lebih sering terjadi pada pria muda, terutama yang sering duduk terlalu lama. Karena itu, bagi para pria, yuk waspadai kista pilonidal dengan mengenal penyakit ini lebih jauh di sini.

Apa Itu Kista Pilonidal?

Kista pilonidal atau pilonidal cyst adalah benjolan tidak normal pada kulit yang berisi serpihan folikel rambut dan sisa-sisa kulit. Benjolan ini hampir selalu muncul di dekat tulang ekor, tepatnya di bagian atas belahan bokong.

Kista pilonidal biasanya terjadi ketika ada rambut yang tidak tumbuh ke luar (ingrown hair) hingga akhirnya menjadi tertanam. Kista ini bisa terinfeksi dan mengakibatkan abses yang terasa sangat menyakitkan. Namun, abses kista pilonidal bisa dikeringkan melalui sayatan kecil atau dengan cara dioperasi.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kista pilonidal paling sering terjadi pada pria muda dan penyakit ini bisa kambuh. Orang-orang yang sering duduk terlalu lama, seperti pengemudi truk, juga berisiko tinggi terkena kista pilonidal. 

Penyebab Kista Pilonidal

Penyebab kista pilonidal belum diketahui secara pasti. Namun, sebagian besar kista pilonidal disebabkan oleh rambut yang menembus ke dalam kulit. Gesekan dan tekanan, seperti kulit bergesekan dengan kulit, pakaian ketat, bersepeda, duduk lama atau faktor yang serupa, dapat menekan rambut turun ke kulit. Menganggap rambut sebagai zat asing, tubuh akan membuat kista di sekitar rambut.

Penyebab tersebut juga berlaku bagi kasus-kasus langka kista pilonidal yang terjadi di bagian tubuh lain selain di dekat tulang ekor. Misalnya, tukang cukur atau penata rambut hewan yang berisiko mengembangkan kista pilonidal di kulit di antara jari-jari.

Selain rambut yang masuk ke dalam kulit, para ahli juga berpendapat bahwa kista pilonidal dapat terjadi akibat cedera berulang pada area selangkangan dan area tulang ekor. Misalnya, sering berkendara di jalan rusak.

Selain pria, orang-orang dengan faktor risiko berikut juga bisa mengalami kista pilonidal:

  • Berusia 20-an.

  • Memiliki berat badan berlebih.

  • Memiliki gaya hidup yang tidak aktif.

  • Memiliki pekerjaan yang membutuhkan duduk dalam waktu lama.

  • Memiliki rambut tubuh yang berlebihan.

  • Memiliki rambut kaku atau kasar.

Baca juga: Ketahui Cara Mencegah Kista Pilonidal

Gejala Kista Pilonidal yang Perlu Diwaspadai

Kista pilonidal terlihat seperti jerawat di atas belahan bokong. Letaknya sekitar 4–8 sentimeter di atas lubang anus. Benjolan ini biasanya tidak menimbulkan gejala yang mengganggu, sehingga seringkali tidak disadari pengidapnya. Namun ketika terinfeksi, kista pilonidal akan menjadi massa yang bengkak atau abses. Gejala kista pilonidal yang terinfeksi, antara lain:

  • Kulit yang menjadi tempat munculnya benjolan berwarna kemerahan.

  • Benjolan kista terasa nyeri.

  • Keluar nanah atau darah bila kista pecah.

  • Muncul bau busuk dari nanah yang mengering.

  • Nyeri pada punggung bagian bawah.

  • Demam.

Baca juga: Ini Tes untuk Mendiagnosis Kista Pilonidal

Kista pilonidal sebenarnya bisa diredakan dengan melakukan perawatan di rumah. Namun, bila kamu mengalami gejala-gejala kista pilonidal yang terinfeksi seperti di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar segera ditangani. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Baca juga: Cara Mengobati Kista Pilonidal yang Perlu Diketahui

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya-tanya cara merawat kista pilonidal di rumah. Hubungi dokter di Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pilonidal cyst – Symptoms & causes.