Sering Salah Kaprah, Ini Bedanya Pola Asuh Anak Otoriter dan Autoritatif

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sering Salah Kaprah, Ini Bedanya Pola Asuh Anak Otoriter dan Autoritatif

Halodoc, Jakarta - Pola asuh anak adalah sebuah pola yang dilakukan untuk melatih anak-anak yang dilakukan dengan cara interaksi normatif pada orangtua dan cara merespons perilaku anak-anak. Beberapa cara pola asuh anak yang umum dilakukan adalah autoritatif dan otoriter.

Pola asuh autoritatif adalah sebuah gaya pengasuhan yang dilakukannya dengan afeksi yang tinggi dan tuntutan orangtua yang moderat. Pola asuh yang otoriter adalah gaya pengasuhan yang ketat yang ditandai dengan tuntutan tinggi, tetapi respons orangtua yang rendah. Orangtua yang berlaku secara otoriter akan segera bereaksi terhadap perilaku buruk anak-anak.

Baca Juga: Ini Pola Asuh Sehat untuk Tumbuh Kembang Anak

Perbedaan Pola Asuh Anak Otoriter dan Autoritatif

Pada kedua pola asuh anak tersebut, terdapat beberapa perbedaan yang mendasar. Berikut adalah perbedaan-perbedaan tersebut:

  1. Kehangatan Orangtua

Dibandingkan dengan orang tua yang otoriter, orangtua yang melakukan pola asuh anak autoritatif cenderung hangat, mengasuh, dan responsif. Orangtua yang responsif dapat menciptakan keterikatan dengan anak. Anak-anak dengan keterikatan yang baik akan lebih bahagia dan lebih sehat.

Disebutkan juga bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua yang autoritatif akan lebih bahagia. Karena orangtua yang berwibawa akan cepat tanggap terhadap kebutuhan emosional anak-anaknya dan memiliki kontrol emosi yang baik. Anak-anak tersebut juga tangguh dan dapat pulih dengan cepat dari kemunduran.

  1. Kebebasan

Orangtua mempunyai kewenangan untuk membiarkan anak-anaknya melakukan yang disukainya dan membiarkannya menjadi mandiri. Anak-anak akan dilibatkan dalam pengambilan keputusan untuk keluarga. Komunikasi dua arah sangat dianjurkan. Orang tua yang otoriter tidak melibatkan anak-anak dalam pengambilan keputusan. Anak-anak diberi perintah alih-alih permintaan dari orangtua.

  1. Aturan

Orangtua yang berwenang untuk membahas dan menjelaskan aturan kepada anak-anaknya. Orangtua harus terbuka untuk berdiskusi soal memberi dan menerima pendapat, serta harus mengubah aturan jika perlu. Anak-anak diajarkan untuk berpikir kritis tentang alasan di balik setiap aturan. Anak-anak yang orangtuanya melakukan pola asuh anak autoritatif, anak-anak dapat berbicara dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Dengan begitu, anak akan merasa lebih percaya diri karena pendapatnya dihargai.

Orangtua yang otoriter hanya mengizinkan komunikasi satu arah. Seseorang yang melakukan pola asuh anak tersebut kerap mengatakan 'karena saya bilang begitu' sebagai alasan aturan. Anak-anak diharapkan untuk taat membabi buta tanpa pertanyaan. Anak-anak tersebut tidak diizinkan memiliki atau menyuarakan pendapat. Anak-anak dari keluarga otoriter kerap merasa tidak aman dan gelisah.

Baca Juga: Inilah 6 Jenis Pola Asuh Anak yang Bisa Diterapkan Orangtua

Alasan Pola Asuh Anak Autoritatif yang Paling Baik

Alasan pola asuh yang autoritatif adalah gaya pengasuhan yang paling efektif dapat dilihat dari setiap komponen dari gaya pengasuhan ini. Berikut adalah komponen-komponen dari pola asuh ini:

  1. Mengasuh

Orangtua yang menjalankan pola asuh autoritatif akan mendukung kebutuhan emosional dan perkembangan anak-anaknya. Disebutkan bahwa anak-anak dengan orangtua yang responsif cenderung mengembangkan keterikatan tersendiri. Anak-anak tersebut jauh dari masalah-masalah internal. Bayi yang memiliki ibu yang responsif juga mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik, kompetensi kognitif dan kontrol emosional.

  1. Responsif

Regulasi emosional menjadi fondasi bagi kesuksesan seorang anak. Tanggap dan dukungan otonomi dari orangtua tampaknya memberi anak-anak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan pengaturan diri yang baik.

  1. Dukungan

Orangtua yang autoritatif akan memberi dukungan pada anaknya. Orang tersebut akan cenderung lebih terlibat dalam pendidikan anak dengan menjadi relawan atau memantau pekerjaan rumah. Keterlibatan orangtua telah terbukti memiliki dampak menguntungkan pada prestasi akademik remaja.

  1. Berpikiran Terbuka

Orangtua yang melakukan pola asuh autoritatif juga berpikiran terbuka dan kolaboratif. Ayah dan ibu dari anak tersebut akan menggunakan komunikasi terbuka, memberi penjelasan dan alasan untuk mendorong cara berpikir anaknya. Hal ini akan membuat perilaku prososial yang dapat diinternalisasi oleh anak-anak. Mereka akan tumbuh besar dengan keterampilan sosial yang baik.

Baca Juga: Alasan Pola Asuh Otoriter Enggak Baik untuk Anak

Itulah bedanya pola asuh anak otoriter dan autoritatif. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal pola asuh anak tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!