12 December 2018

Sering Tertukar, Ini Bedanya Polip Rahim dengan Polip Serviks

Sering Tertukar, Ini Bedanya Polip Rahim dengan Polip Serviks

Halodoc, Jakarta - Polip adalah pertumbuhan jaringan kecil pada tubuh yang bersifat jinak, tetapi bisa juga menjadi ganas. Rahim dan serviks wanita juga bisa mengalami kondisi ini, dan ketika polip menjadi ganas biasanya hal ini disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah, munculnya peradangan atau reaksi dari peningkatan kadar estrogen. Polip bisa muncul di rahim dan serviks, dan banyak orang yang tertukar antara polip serviks dan polip rahim. Nah, untuk mengetahui perbedaan keduanya, simak ulasannya berikut ini!

Polip Rahim

Polip jenis ini terjadi di area endometrium yakni lapisan terdalam pada rahim dan tempatnya menempelnya ovum yang telah dibuahi. Polip dapat berbentuk bulat atau oval, ukurannya bervariasi dari beberapa milimeter (seukuran biji wijen) hingga beberapa centimeter (seukuran bola golf), atau lebih besar. Polip rahim umumnya terjadi pada wanita yang berusia 40 tahun ke atas dan jarang ditemukan pada wanita di bawah usia 20 tahun.  Gejala yang akan muncul pada pengidap polip rahim antara lain:

  • Periode menstruasi yang tidak terprediksi, bisa semakin lama atau semakin sering.

  • Perdarahan yang tidak normal di antara periode menstruasi.

  • Darah menstruasi sangat banyak.

  • Perdarahan pada Miss V setelah menopause.

  • Kemandulan.

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan seorang wanita terserang penyakit ini, antara lain:

  • Pramenopause atau postmenopause.

  • Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Obesitas.

  • Konsumsi tamoxifen untuk mengobati kanker payudara.

Polip rahim tidak perlu diangkat jika tidak memunculkan gejala. Namun saat wanita mengeluhkan gejala seperti perdarahan berat selama periode menstruasi dan dikhawatirkan menyebabkan kanker, maka wajib dilakukan pengangkatan seperti histeroskopi atau kuret.

Polip Serviks

Jika polip rahim menyerang area endometrium, polip serviks akan ditemukan pada area leher rahim. Polip serviks umumnya tidak menimbulkan gejala dan baru dapat dideteksi saat dilakukan pap smear. Sementara pada sebagian kecil pengidap polip serviks, gejala yang dapat muncul, seperti:

  • Perdarahan pasca menopause atau di antara waktu menstruasi.

  • Perdarahan setelah melakukan hubungan intim.

  • Menstruasi dengan volume lebih banyak dari biasanya.

  • Keluarnya cairan dari Miss V berwarna putih atau kuning yang mungkin berbau akibat infeksi.

Sama seperti polip rahim, polip serviks tidak memerlukan penanganan khusus apabila tidak ada gejala yang berarti. Namun jika diperlukan, polip serviks dapat diangkat dengan prosedur yang lebih sederhana dari polip rahim. Polip serviks akan dihilangkan melalui bedah kecil.  Operasi pengangkatan polip tidak menyebabkan rasa sakit. Polip dapat diangkat dengan memutar ujungnya, menggunakan forsep, atau mengikatkan benang di bagian bawah polip yang digunakan untuk memotong polip. Dokter akan membekukan polip dengan nitrogen cair, atau tindakan bernama electrocautery ablation (penghilangan polip dengan aliran listrik) agar polip tidak tumbuh kembali. Saat ini, peralatan modern seperti laser dapat digunakan untuk menghancurkan polip. Kebanyakan dokter mengangkat tuntas agar polip tidak tumbuh kembali.

Cari tahu lebih lanjut seputar polip rahim dan polip serviks serta cara mengatasinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: