Sesak Napas Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
sesak napas, mengatasi sesak napas, penyebab sesak napas

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami sesak napas? Kamu mungkin belum tahu bahwa sesak napas seringkali menjadi sinyal peringatan tentang kondisi tubuh akan adanya gangguan pada paru-paru, asma, anemia atau penyakit lainnya. Sesak napas bisa mencakup derajat ringan hingga berat, tergantung apa penyebabnya. Umumnya, sesak nafas ditandai dengan perubahan kulit menjadi pucat, jantung berdebar, demam, sesak napas berat, dan sesak napas yang timbul setelah alergi.

Baca Juga: 5 Penyakit Akibat Tak Gunakan Masker Saat Beraktivias

Munculnya sesak napas bisa terjadi dengan tiba-tiba. Namun, bagi kamu yang mengalaminya bisa mengatasinya dengan beberapa metode. Melansir dari Healthline, berikut ini cara mengatasi sesak napas yang datang tiba-tiba:

1. Pursed Lip Breathing

Pursed lip breathing melalui mulut adalah cara sederhana untuk mengendalikan sesak napas. Kamu mungkin asing mendengar pursed lip breathing, tetapi cara ini pasti sudah pernah kamu lakukan. Pursed lip breathing adalah teknik pernapasan ketika kamu menarik napas melalui hidung kemudian menghembuskannya melalui bibir yang sempit. Tindakan ini membantu memperlambat laju pernapasan yang membuat setiap napas lebih dalam dan lebih efektif.

Pursed lip breathing membantu melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru. Cara ini bisa digunakan kapan saja saat kamu mengalami sesak napas, terutama selama menjalani kegiatan yang cukup berat, seperti menekuk, mengangkat benda, atau menaiki tangga.

Untuk melakukan cara ini kamu perlu membuat otot leher dan bahu rileks. Setelah itu, tarik napas perlahan melalui hidung selama dua hitungan, tutup mulut. Julurkan bibir seolah-olah seperti akan bersiul. Lalu, hembuskan napas perlahan dan lembut melalui bibir sampai hitungan ke empat.

2. Duduk dengan Badan Condong Ke Depan

Beristirahat sambil duduk dapat membantu merilekskan tubuh dan membuat pernapasan lebih mudah. Cobalah untuk duduk di kursi dengan kaki menyentuh lantai, kemudian condongkan dada sedikit ke depan. Letakkan siku di atas lutut dengan lembut atau pegang dagu dengan tangan. Ingat, pastikan agar otot leher dan bahu tetap rileks.

3. Duduk dengan Menyenderkan Kepala Ke Meja

Jika terdapat meja di sekitar kursi, kamu bisa mendapatkan posisi duduk yang sedikit jauh lebih nyaman untuk mengatur napas. Duduk di kursi dengan kaki menyentuh lantai dan menghadap ke meja. Kemudian condongkan dada sedikit ke depan dan letakkan tangan di atas meja. Letakkan kepala di lengan atau bantal.

Baca Juga: Cegah Sesak Napas saat Olahraga

4. Berdiri dengan Menyenderkan Punggung

Apabila kursi dan meja tidak tersedia, kamu tetap bisa merilekskan tubuh dan mengatur pernapasan dengan berdiri. Berdirilah di dekat dinding dan senderkan punggung dan pinggul ke dinding. Pisahkan kedua kaki selebar bahu dan letakkan kedua tangan di paha. Setelah bahu rileks, condongkan tubuh sedikit ke depan, dan gantungkan lengan di depan.

Apabila setelah melakukan cara ini sesak nafas yang kamu alami tidak semakin membaik dan malah semakin memburuk, segera cari pertolongan medis atau pergi ke rumah sakit terdekat. Kalau kamu ingin mengetahui penyakit apa saja yang ditandai dengan sesak napas, kamu bisa bertanya langsung ke dokter Halodoc. Lewat aplikasi kamu bisa menghubungi kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

5. Berdiri dengan Bantuan Lengan

Berdirilah di dekat meja atau perabot datar dan kokoh lainnya yang posisinya sedikit rendah dengan ketinggian bahu. Istirahatkan siku atau tangan di atas perabot dan jangan lupa untuk menjaga leher tetap rileks. Tempatkan kepala di lengan dan rilekskan bahu.

6. Tidur dalam Posisi Santai

Sesak napas kerap terjadi saat tidur yang membuat pengidapnya sering terbangun. Kalau mengalami hal ini, coba untuk berbaring miring dengan meletakan bantal di antara kaki dan tinggikan posisi kepala dengan bantal. Lalu, pastikan agar punggung tetap lurus.

Kamu juga bisa berbaring telentang dengan kepala ditinggikan dan lutut ditekuk dengan bantal di bawah lutut. Kedua posisi ini membantu tubuh dan saluran udara rileks, sehingga membuat pernapasan menjadi lebih mudah.

Baca Juga: 5 Cara untuk Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil

7. Pernapasan Diafragma

Untuk melakukan pernapasan diafragma kamu perlu duduk di kursi dengan lutut tertekuk dan bahu, kepala, dan leher rileks. Letakkan tangan di atas perut kemudian tarik napas perlahan melalui hidung. Kalau kamu merasakan perut bergerak di bawah tangan.

Saat kamu mengeluarkan napas, kencangkan otot, dan pastikan perut terasa jatuh ke dalam. Ketika kamu merasakan gerakan perut artinya pernafasan diafragma berhasil. Setelah itu, hembuskan napas melalui mulut dengan bibir mengerucut, lalu ulangi selama sekitar lima menit.

Itu yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak napas. Perlu dipahami bahwa cara-cara tersebut bukan sebagai pengganti pengobatan utama, melainkan untuk membantu meringankan gejala saat sesak dirasakan.

Referensi :
Medical News Today. Diakses pada 2019. Seven home remedies for shortness of breath.
Healthline. Diakses pada 2019. 9 Home Treatments for Shortness of Breath (Dyspnea).
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Shortness of breath.