• Home
  • /
  • Setelah Alami Keguguran, Perlukah Menjalani Kuret?

Setelah Alami Keguguran, Perlukah Menjalani Kuret?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Setelah Alami Keguguran, Perlukah Menjalani Kuret?

Halodoc, Jakarta - Keguguran merupakan peristiwa yang umum terjadi pada wanita hamil. Memang sebesar 10-25 persen kehamilan yang diakui secara klinis akan berakhir dengan keguguran. Selain itu, sebagian besar keguguran terjadi selama 13 minggu pertama kehamilan. 

Setelah mengalami keguguran, tubuh wanita mungkin akan mengeluarkan jaringan janin dengan sendirinya. Namun, kemungkinan wanita juga mengalami “keguguran tidak lengkap”, yaitu ketika perdarahan uterus gagal membersihkan rahim. Terutama pada keguguran yang terlewat, yaitu saat tubuh ibu lalai menyadari bahwa janinnya telah mati, juga mungkin terjadi. 

Baca juga: Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengalami Keguguran

Alasan Kuret Perlu Dilakukan Setelah Keguguran

Setelah keguguran, wanita biasanya memiliki tiga pilihan. Di antaranya adalah obat untuk menginduksi keguguran, menunggu untuk melihat apakah keguguran akan terjadi dengan sendirinya, atau pelebaran dan kuretase (D&C) atau yang umum dikenal dengan istilah kuret. Prosedur kuret melibatkan pelebaran serviks dan menggunakan alat khusus untuk menghilangkan isi rahim, dan membantu mencegah infeksi dan komplikasi setelah keguguran. 

Dilatasi dan kuret merupakan prosedur bedah singkat. Pada prosedur ini, serviks dilatasi dan alat khusus digunakan untuk mengikis lapisan rahim. Setelah mengalami keguguran, mungkin kamu perlu dikuret karena salah satu dari beberapa alasan berikut:

  • Menghapus jaringan di dalam rahim selama atau setelah keguguran atau aborsi untuk menghapus bagian-bagian kecil plasenta setelah melahirkan. Ini juga membantu mencegah infeksi atau pendarahan hebat. 
  • Diagnosis atau obati perdarahan uterus yang abnormal. Kuret dapat membantu mendiagnosis atau mengobati pertumbuhan seperti fibroid, polip, ketidak seimbangan hormon, atau kanker rahim. Sampel jaringan uterus dilihat di bawah mikroskop untuk memeriksa sel-sel abnormal. 

Prosedur kuret hanya membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit, tetapi kamu perlu tetap di rumah sakit hingga lima jam. Sedangkan waktu pemulihan total dari prosedur kuret adalah sekitar dua minggu. Sebagian besar wanita akan mengalami rasa sakit dan kram pasca operasi yang biasanya berlangsung 3 hingga 4 hari, serta bercak yang dapat bertahan hingga dua minggu. 

Rasa nyeri setelahnya dapat dikelola dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Setelah melakukan kuret, wanita biasanya disarankan untuk menghindari hubungan seksual selama beberapa minggu setelah prosedur. Meski begitu, kamu dapat bekerja kembali beberapa hari setelah kuret dilakukan. 

Baca juga: Yang Dilakukan Jika Ingin Berhubungan Intim Usai Keguguran

Risiko yang Menjadi Pro-Kontra Dilakukannya Kuret

Wanita yang mengalami keguguran tentu akan merasa berduka dan memiliki beberapa respons emosional yang berbeda-beda. Setiap respons emosional tidak ada yang salah atau benar, perasaan wanita menjadi faktor dalam tindakan pengobatan mana yang mungkin sesuai dalam situasi non-darurat.

Beberapa risiko berikut ini mungkin menjadi pertimbangan wanita yang tidak ingin mengambil keputusan untuk dikuret:

  • Prosedurnya invasif. Karena hal ini, beberapa wanita akan memilih untuk membiarkan alam mengambil jalannya daripada menjadi prosedur klinis.

  • Prosedur kuret mungkin terlalu cepat untuk beberapa wanita. Beberapa orang mungkin ada yang merasa bahwa kuret dapat menghapus semua bukti bahwa seorang calon anak pernah berada di rahimnya. Sebagai gantinya, mereka akan memilih untuk mengalami keguguran alami, betapa pun dibutuhkan untuk secara bertahap melepaskan kehilangan seiring dengan keluarnya jaringan janin. 

  • Ada risiko komplikasi serius. Terkadang kuret dapat menyebabkan perdarahan hebat, infeksi, tusukan rahim atau usus, atau kondisi langka yang dikenal sebagai sindrom asherman. Meskipun jarang terjadi, komplikasi seperti ini perlu dipertimbangkan. 

Baca juga: Bisa Sebabkan Keguguran, Hindari 6 Makanan Ini

Jika kamu pernah atau baru saja mengalami gangguan kehamilan lainnya atau keguguran, pertimbangkan untuk segera membicarakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk saran tindakan yang lebih tepat. Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc kapan dan di mana saja agar masalah kesehatan dapat segera terbantu. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. D and C (Dilation and Curettage)
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dilation and curettage (D&C)
Very Well Family. Diakses pada 2020. Pros and Cons of a D&C After a Miscarriage
American Pregnancy. Diakses pada 2020. D&C Procedure After A Miscarriage