Sindrom Eisenmenger Dapat Sebabkan Komplikasi pada Jantung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sindrom Eisenmenger Dapat Sebabkan Komplikasi pada Jantung

Halodoc, Jakarta – Bayi baru lahir perlu mendapat perawatan khusus, karena tubuhnya masih rentan terhadap infeksi penyakit. Bahkan, kelainan bawaan saat lahir pada bayi perlu diwaspadai, karena sering baru menunjukkan gejala beberapa waktu setelah kelahiran, salah satunya sindrom eisenmenger.

Sindrom eisenmenger adalah kelainan bawaan saat lahir yang terjadi akibat bercampurnya darah bersih dengan darah kotor. Benarkah kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi jantung? Ketahui faktanya di sini.

Baca Juga: 5 Kelainan Bawaan pada Bayi

Benar, Sindrom Eisenmenger Bisa Sebabkan Komplikasi Jantung

Komplikasi terjadi karena bercampurnya darah bersih dan kotor dipicu oleh lubang pada sekat ruang jantung. Akibatnya, tekanan di pembuluh darah paru-paru akan meningkat dan berisiko menimbulkan gagal jantung. Komplikasi jantung akibat sindrom eisenmenger yang perlu diwaspadai adalah serangan jantung, gangguan irama jantung (aritmia), infeksi jaringan jantung (endokarditis), hingga henti jantung mendadak.

Terdapat pula komplikasi di luar jantung yang perlu diwaspadai. Antara lain tingginya kadar sel darah merah (polisitemia), penyumbatan pembuluh darah paru-paru akibat gumpalan darah (emboli paru), stroke, penyakit asam urat, dan gagal ginjal.

Baca Juga: Badan Anak Membiru, Waspada Tanda Sindrom Eisenmenger

Berbagai Faktor Penyebab Sindrom Eisenmenger

Sebagian besar kasus sindrom eisenmenger disebabkan kelainan bawaan pada jantung. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya adalah penyakit ventricular septal defect (VCD), atrial septal defect (ASD), cyanotic heart disease, atrioventricular canal defect, patent ductus arteriosus (PDA), dan truncus arteriosus

Itu sebabnya sindrom eisenmenger termasuk penyakit yang tidak bisa dicegah, kecuali dengan tindakan pembedahan (operasi) segera ketika ditemukan adanya kelainan jantung pada bayi yang baru lahir.

Kenali Tanda dan Gejala Sindrom Eisenmenger

Meski termasuk kelainan bawaan, gejala sindrom eisenmenger baru terlihat saat anak berusia 2 tahun atau lebih. Secara umum, berikut ini tanda dan gejala sindrom eisenmenger yang perlu diwaspadai:

  • Jari-jari tangan atau kaki melebar dan gempal;

  • Pusing atau sakit kepala;

  • Batuk darah;

  • Kesemutan pada jari kaki atau tangan;

  • Kulit, bibir, jari-jari tangan dan kaki membiru;

  • Perut bengkak;

  • Cepat merasa lelah;

  • Jantung berdebar;

  • Nyeri dada;

  • Sesak napas.

Segera bicara pada dokter Halodoc jika Si Kecil menunjukkan tanda dan gejala tersebut. Bila perlu, ibu membuat janji dengan dokter anak secara online di rumah sakit pilihan di sini.

Baca Juga: Cara Mengatasi Sindrom Hunter Pada Anak

Diagnosis dan Pengobatan Sindrom Eisenmenger

Diagnosis eisenmenger diawali dengan menanyakan gejala yang dialami dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik (terutama bagian paru dan jantung). Jika keluhan yang muncul dicurigai sebagai tanda sindrom eisenmenger, dokter melakukan beberapa tes penunjang, meliputi rontgen dada, elektrokardiografi (EKG), ekokardiografi, tes darah, CT scan, MRI, dan kateterisasi jantung.

Setelah diagnosis ditetapkan, berikut ini pilihan pengobatan untuk mengatasi sindrom eisenmenger:

  • Konsumsi obat-obatan. Di antaranya adalah obat pengontrol detak jantung, pengencer darah, sildenafil, tadalafil, dan antibiotik;

  • Buang darah (flebotomi), dianjurkan bagi pengidap dengan kadar sel darah merah yang terlalu tinggi. Tindakan ini bertujuan untuk menurunkan jumlah sel darah;

  • Transplantasi jantung dan paru-paru, dilakukan pada kasus sindrom eisenmenger yang cukup parah.