Sindrom Sjogren Dapat Sebabkan Sialolithiasis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Sindrom Sjogren Dapat Sebabkan Sialolithiasis

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu merasakan gejala tidak lazim muncul pada mulut? Misalnya, muncul benjolan yang terasa sakit di bawah lidah, atau terasa sakit saat mengunyah dan menelan? Jangan mengabaikan kondisi ini, karena bisa menjadi gejala awal dari sialolithiasis.

Penyakit sialolithiasis adalah kondisi saat kelenjar liur mengalami gangguan sehingga area mulut merasakan berbagai gangguan yang cukup mengganggu. Gejala tersebut muncul karena air liur yang seharusnya menjaga kelembapan mulut, melindungi gigi dari pembusukan, dan membantu proses pencernaan menjadi terganggu. Kondisi ini dapat muncul akibat sindrom yang menyerang berbagai kelenjar penghasil cairan. Di dalam dunia medis, sindrom ini dikenal dengan sindrom sjogren

Baca Juga: Waspadai 8 Gejala yang Memicu Penyakit Sindrom Sjogren

Mengenal Sindrom Sjogren Sebagai Penyebab Sialolithiasis

Sindrom sjogren adalah penyakit autoimun ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar penghasil cairan seperti kelenjar air liur atau air mata. Saat menyerang kelenjar liur yang berada di sekitar sisi dalam dan luar gusi, di bawah lidah, dan pipi dalam, maka muncul beberapa gejala, seperti:

  • Suara parau.

  • Sulit menelan makanan, terutama makanan kering, dan terasa seperti tersangkut dalam mulut.

  • Selalu membutuhkan minum pada saat makan, untuk membantu menelan makanan.

  • Lidah kemerahan.

  • Perubahan rasa makanan akibat perubahan kemampuan mengecap pada lidah.

  • BIbir kering dan pecah-pecah pada sudut-sudut mulut.

  • Lidah yang terasa tersangkut pada langit-langit mulut.

  • Munculnya permasalahan mulut lainnya, seperti pembusukan gigi, penyakit gusi, dan sariawan.

Jika kamu mengalami salah satu gejala di atas, jangan tunda untuk lakukan pemeriksaan dengan dokter. Pemeriksaan dini dapat mencegah penyakit berkembang semakin parah. Kamu dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter yang lebih mudah.

Baca Juga: Ini Cara Diagnosis Sindrom Sjogren

Apa yang Menjadi Penyebab Sindrom sjogren?

Sayangnya, belum diketahui bagaimana bisa sistem kekebalan tubuh menjadi kacau dan berbalik menyerang sel-sel sehat di dalam kelenjar penghasil cairan. Dugaan sementara adalah akibat kelainan genetik dengan adanya infeksi sebagai pemicunya, baik infeksi bakteri atau virus.

Sementara itu, terdapat faktor risiko yang menyebabkan seseorang jadi lebih mudah mengalami penyakit ini. Beberapa di antaranya adalah usia yang lebih dari 40 tahun, dan berjenis kelamin perempuan. Tidak hanya itu, mereka yang pernah mengidap penyakit autoimun lain, seperti rheumatoid arthritis atau lupus lebih mudah mengalami sindrom Sjogren.

Cara Menyembuhkan Sialolithiasis Akibat Sindrom Sjogren

Jika gangguan pada kelenjar liur sudah menyebabkan sialolithiasis, maka dokter mengutamakan untuk melakukan pengobatan sindrom sjogren terlebih dulu. Jika gejala masih ringan, dengan rajin minum air putih, maka hal ini membantu. Meski sebenarnya, tetap dibutuhkan pengobatan dengan menggunakan obat atau tindakan medis lain.

Beberapa bentuk pengobatan dari dokter yang terkait dengan gejala sindrom Sjogren, yaitu: 

  • Pilocarpine.  Pilocarpine adalah obat yang diberikan kepada pengidap sindrom Sjogren untuk merangsang aktivitas kelenjar ludah sehingga produksi ludah tetap terjaga dengan baik.

  • Obat Antiinflamasi Nonsteroid. Obat antiinflamasi nonsteroid membantu meringankan gejala sindrom Sjogren, terutama gejala nyeri sendi. Selain itu, nyeri sendi dapat diringankan dengan obat nyeri sendi lainnya.

  • Methotrexate. Methotrexate membantu meringankan gejala sindrom Sjogren dengan cara menekan kerja sistem imun sehingga gejala sindrom Sjogren dapat berkurang.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut untuk Mencegah Sialolithiasis