Suami Istri LDR, Ini Tips Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Suami Istri LDR, Ini Tips Bagi Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Kehamilan yang dinantikan akhirnya terjadi juga. Selama Sembilan bulan, ibu harus berjuang untuk sehat agar tumbuh kembang anak dalam kandungan pun sempurna. Namun menjalani kehamilan selama sembilan bulan ini tidaklah mudah, diperlukan kesabaran dan juga dukungan dari orang-orang terdekat, terutama suami.

Sebagai calon ayah dari anak yang dikandung, sudah tentu suami harus mendampingi istri selama kehamilan dan persalinan. Meski, tidak semua ayah merasa sanggup untuk mendampingi istri selama persalinan. Jadi tidak sedikit ibu yang akhirnya harus menjalani persalinan tanpa kehadiran calon ayah.

Ketidakhadiran suami di ruang persalinan bukan hanya semata-mata karena tidak sanggup menemani istri melewati masa sulit. Ada pula yang tidak bisa hadir karena faktor lain, seperti pekerjaan dan pendidikan. Tak sedikit pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh alias LDR saat mengalami kehamilan. Tentu saja hal ini tidak menjadi alasan bagi ibu lantas berputus asa dan tidak semangat merawat kandungannya.
Agar kehamilan berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu dilakukan ibu ketika berada jauh dari suami. Yuk, cari tahu berikut ini:

1. Jangan Bersedih
Apakah suami harus bertugas di luar negeri? Atau ia sedang menempuh jenjang pendidikan? Pikirkan bahwa untuk mengatur jadwal kepulangan tepat waktu ketika persalinan memiliki kemungkinan yang kecil. Suami memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaannya dan jangan merasa sedih jika ia tidak bisa hadir. Yakinkan diri sendiri bahwa perpisahan sementara ini akan membuat hubungan kalian lebih kuat dan bertujuan untuk kebahagiaan bersama di kemudian hari.

2. Minta Dukungan Orang Terdekat
Meskipun belahan jiwa kamu sedang berada di tempat yang jauh, janganlah merasa sendirian. Ibu harus yakin bahwa ada banyak orang yang sayang dan peduli serta dengan senang hati memberikan dukungan kepada ibu selama kehamilan. Jangan ragu untuk meminta bantuan apapun terutama mengenai kondisi kesehatan. Dukungan emosional juga dibutuhkan, jadi coba ajak sahabat atau ibu kamu untuk ikut menemani ke dokter saat pemeriksaan rutin. Selain itu, minta juga sahabat terdekat untuk mengabadikan momen kamu bersama janin saat pemeriksaan rutin melalui video dan foto. Hasilnya nanti bisa ditunjukkan kepada suami sehingga meski ia tidak hadir, ia bisa mengetahui apa saja yang ibu lakukan.

3. Gabung di Komunitas
Ibu yang sedang hamil biasanya memiliki komunitas sendiri, kamu bisa menemukannya di situs media online atau sosial media. Melalui komunitas ini, ibu bisa berbagi cerita mengenai pengalaman kehamilan dan sekaligus mendapatkan inspirasi dari cerita dari ibu-ibu lainnya. Karena tidak sedikit juga ibu hamil yang pernah memiliki pengalaman melewati masa kehamilan sendiri, jadi ini bisa membuat kamu merasa memiliki teman seperjuangan.

4. Lebih Percaya Diri
Jangan merasa minder dan rendah diri jika harus melewati masa kehamilan sendiri tanpa didampingi suami. Percayalah, suami pun bisa merasakan kesedihan ibu yang harus mengalami masa kehamilan tanpa dukungannya secara langsung. Jangan tunjukkan bahwa ibu kecewa pada suami, namun lebih percaya diri saja dan beritahukan pada suami bahwa ibu bisa melewati ini. Minta suami untuk fokus pada pekerjaan atau pendidikannya agar keluarga kecil kamu bisa segera berkumpul setelah si kecil lahir. Jika ibu merasa semangat dan bahagia, maka si kecil dalam kandungan pun bisa merasakannya dan akan merasakan hal yang sama.

5. Jangan Stres
Rasa takut dan khawatir memang tetap ada meski ibu sudah berusaha. Ibu mungkin sudah mengatakan pada diri sendiri bahwa proses kehamilan tanpa suami ini bisa dilewati dengan baik. Namun tetap saja, ibu merasa tertekan dan takut. Jika perasaan seperti ini muncul, segera lakukan hal-hal yang membuat ibu merasa lebih baik. Misalnya, lakukan video call dengan suami untuk mengobati rindu. Menelpon sahabat atau bicara dengan ibu kamu untuk meredakan perasaan khawatir. Ada baiknya ibu ikut latihan yoga atau berenang agar pikiran dan tubuh jadi lebih rileks.

Menjalani kehamilan sendirian tanpa suami memang tidak mudah. Hubungan suami istri LDR bagi ibu hamil akan terasa lebih sulit ketika memasuki trimester ketiga mendekati hari persalinan. Namun, jangan sampai hal ini menganggu kesehatan ibu dan calon buah hati, ya.

Jika ibu mengalami masalah kesehatan dan ingin bicara dengan dokter, ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, ibu bisa menghubungi dokter spesialis kandungan melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, jika butuh produk kesehatan seperti suplemen dan vitamin juga bisa dibeli di Halodoc. Pesanan akan diantarkan ke tempat tujuan dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.