Tekanan Sosial pada Ibu Hamil, Hati-Hati Picu Stres

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Tekanan Sosial pada Ibu Hamil, Hati-Hati Picu Stres

Halodoc, Jakarta - Ketika hamil, banyak terjadi perubahan pada fisik ibu, mulai dari ukuran perut dan tubuh yang membesar, munculnya stretch mark pada area perut, payudara, lengan, dan paha, kaki membengkak, mengalami kesulitan tidur, hingga rasa sakit pada punggung. Tidak heran jika perubahan ini memicu munculnya stres pada ibu hamil. 

Namun, perubahan fisik ini bukan menjadi satu-satunya penyebab munculnya stres pada ibu hamil. Tekanan yang ibu dapatkan bisa datang dari berbagai pihak. Salah satunya adalah tekanan sosial, seperti gunjingan orang terhadap kehamilan ibu, mengomentari fisik ibu yang mungkin terlalu gemuk, atau lainnya. Hal ini bisa jadi penyebab stres pada ibu hamil. 

Dampak Stres saat Kehamilan pada Janin

Sebenarnya, stres saat hamil adalah hal yang normal terjadi. Ibu hamil membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan semua perubahan yang terjadi pada tubuh. Namun, jika stres terjadi dalam jangka waktu yang panjang, hal ini dapat berpengaruh pada kesehatan ibu dan juga pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. 

Baca juga: Ibu Hamil Jangan Stres, Efeknya Bisa Buruk untuk Janin

Ketika ibu stres, ibu mengalami sulit tidur, sehingga jam tidur ibu jauh berkurang. Padahal, kehamilan ini membuat ibu sulit mendapatkan kenyamanan ketika beristirahat. Selain itu, ibu juga mengalami gangguan pencernaan, menjadi lebih sering mengalami sakit kepala, otot tubuh terasa menegang, hingga risiko mengalami tekanan darah tinggi. 

Darah tinggi yang terjadi ketika ibu sedang hamil akan meningkatkan risiko preeklampsia yang diikuti meningkatkan kadar protein dalam urine ibu. Jika tidak ditangani, masalah ini sangat serius dan membahayakan. Tidak hanya keselamatan ibu, kesehatan janin juga bisa terancam jika ibu mengalami preeklampsia

Baca juga: Alasan Stres dan Emosi Bisa Memengaruhi Kesehatan Janin

Sementara itu, dampak stres yang terjadi pada ibu hamil juga bisa dirasakan oleh janin. Ketika stres terjadi pada trimester pertama, dampaknya pada janin adalah terganggunya perkembangan sistem kekebalan tubuhnya, perkembangan metabolisme tubuh dan otaknya. Ibu harus tahu bahwa janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang begitu pesat ketika trimester pertama. Jadi, sebaiknya jaga kondisi tubuh ibu dengan baik. 

Tidak hanya itu, stres berkepanjangan yang terjadi pada ibu juga bisa mengakibatkan bayi memiliki berat badan rendah, bahkan lahir secara prematur. Gangguan tumbuh kembang bayi pun rentan terjadi, seperti anak yang berisiko mengalami autisme dan ADHD

Pentingnya Mengendalikan Stres ketika Hamil

Mengetahui dampak stres pada ibu hamil yang membahayakan ibu dan janin, ibu harus tahu cara mengendalikan stres ketika sedang mengandung. Ceritakan apa yang ibu rasakan pada pasangan atau teman terdekat agar ibu mendapatkan solusi dan merasa lebih ringan. Jika ibu ragu, ibu bisa bercerita langsung pada ahli yang lebih berpengalaman. Caranya melalui aplikasi Halodoc, ibu dapat berbicara langsung dengan dokter kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Stres saat Hamil

Tidak semua hal perlu ibu pikirkan, karena ini bisa berdampak pada meningkatnya kadar stres dan kecemasan. Buat skala prioritas, dan lakukan meditasi, relaksasi, atau hobi yang ibu sukai untuk mengurangi kecemasan dan stres yang ibu rasakan. Yuk, selalu jaga kesehatan diri sendiri dan janin selama hamil!

Referensi: 
Baby Center. Diakses pada 2020. Managing Stress and Anxiety During Pregnancy.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Stressed about Pregnancy? Don’t be!
Verywell Family. Diakses pada 2020. Stress Does Affect Your Baby in Pregnancy.