Bagian Telinga Bayi yang Diperiksa saat Otoacoustic Emissions

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
bagian-telinga-bayi-yang-diperiksa-saat-otoacoustic-emissions-oae-halodoc

Halodoc, Jakarta – Sang buah hati yang sudah lama dinanti-nantikan akhirnya lahir ke dunia! Ibu tentunya sudah tidak sabar untuk membawa Si Kecil pulang ke rumah. Namun, bayi yang baru lahir perlu menjalani beberapa pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan bahwa ia lahir dalam keadaan sehat. Salah satu pemeriksaan yang perlu dijalani bayi baru lahir adalah pemeriksaan pendengaran.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya gangguan pendengaran agar bisa ditangani sedini mungkin. Nah, metode yang sering digunakan untuk memeriksa pendengaran bayi baru lahir adalah otoacoustic emissions (OAE). Saat menjalani otoacoustic emissions, ada beberapa bagian telinga bayi yang akan diperiksa. Yuk, simak penjelasannya di sini.

Baca juga: 6 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Bayi Baru Lahir

Apa Itu Otoacoustic Emissions?

Sebelum mengetahui bagaimana prosedurnya dilakukan, ada baiknya ibu ketahui dulu apa yang dimaksud dengan otoacoustic emissions (OAE). OAE adalah gelombang suara tingkat rendah yang dihasilkan oleh sel rambut halus bagian luar dari rumah siput (koklea), baik secara spontan maupun yang ditimbulkan oleh stimulus pendengaran. Munculnya gelombang suara ini menandakan bahwa rumah siput bekerja dengan baik, karena area ini berhubungan langsung dengan fungsi pendengaran.

Pemeriksaan OAE biasanya dilakukan di rumah sakit pada bayi yang baru lahir, sebagai skrining awal adanya gangguan pendengaran atau tidak. OAE sendiri dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Transient Otoacoustic Emissions (TOAEs)

Dalam pemeriksaan ini, suara yang dipancarkan merupakan respons terhadap rangsangan akustik, dan dipaparkan dalam durasi yang relatif singkat. Suara yang diberikan bisa berupa nada “klik”, tapi bisa juga berupa nada semburan.

2. Distortion Product Otoacoustic Emission (DPOAEs)

Dalam pemeriksaan ini, suara dipancarkan sebagai respon terhadap dua nada simultan dari frekuensi yang berbeda.

Bagaimana Prosedur Otoacoustic Emissions Dilakukan?

Saat menjalani pemeriksaan Otoacoustic Emissions, bayi akan dipakaikan alat berbentuk headset yang berfungsi untuk mengukur getaran suara dalam lubang telinga. Kemudian, stimulus akan dipancarkan melalui headset tersebut dan akan ditangkap oleh sel rambut yang sebelumnya sudah terlebih dahulu menggetarkan gendang telinga dan melewati tulang pendengaran.

Stimulus yang tertangkap oleh sel rambut ini, kemudian menghasilkan getaran yang kembali ditangkap oleh receiver. Setelah getaran diterima oleh receiver, barulah dapat diketahui baik atau tidaknya fungsi koklea berdasarkan perbedaan amplitudo yang telah diterima.

Unsur-unsur dalam telinga yang terlibat dalam pemeriksaan OAE selain sumber suara, antara lain:

  • Gendang telinga.

  • Rantai tulang pendengaran.

  • Telinga bagian dalam.

  • Sel-sel rambut luar.

Bila tidak ada gelombang suara yang dipancarkan dari koklea, itu berarti sel rambut di dalam koklea mungkin sudah mati atau tidak berfungsi.

Baca juga: Cara Mendeteksi Gangguan Pendengaran pada Bayi

Hasil pemeriksaan OAE biasanya sudah bisa ibu dapatkan tidak lama setelah pemeriksaan dilakukan. Bila berdasarkan hasil tes, kedua telinga bayi bisa merespon dengan baik, itu artinya indera pendengaran bayi tidak mengalami masalah. Ini juga merupakan pertanda baik bahwa kemungkinan besar Si Kecil tidak mengalami gangguan telinga.

Namun, bila hasil pemeriksaan menyatakan bahwa terdapat gangguan pendengaran, jangan langsung berkecil hati. Bisa jadi, pemeriksaan pertama tidak memberikan hasil yang akurat karena beberapa faktor. Karena itu, ibu bisa meminta untuk melakukan tes pendengaran lanjutan untuk membuktikan benar atau tidaknya Si Kecil memiliki gangguan pendengaran.

Beberapa faktor yang bisa memengaruhi keakuratan hasil tes OAE, yaitu banyak kotoran telinga yang menyumbat saluran telinga bayi, bayi terlalu banyak bergerak saat tes, ataupun ruang tes tidak kondusif.

Baca juga: Ini Alasan Pentingnya Melakukan Otoacoustic Emissions

Nah, itulah beberapa bagian telinga bayi yang akan diperiksa saat melakukan otoacoustic emissions. Bila Si Kecil mengalami gejala-gejala gangguan pendengaran, lebih baik periksakan ia ke dokter THT secepat mungkin. Ibu juga bisa membicarakan masalah kesehatan yang dialami Si Kecil dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.