Tetap Fitnes saat Hamil, Apa yang Harus Diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
tetap-fitnes-saat-hamil-apa-yang-harus-diperhatikan-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kebiasaan fitness yang sudah ibu lakukan sejak sebelum hamil dulu, masih tetap bisa ibu lakukan selama hamil, kok. Namun, agar janin di dalam kandungan tetap aman, perhatikan dulu beberapa hal berikut bila ingin fitness saat hamil. 

Kehamilan bukanlah sebuah penghalang bagi ibu yang ingin terus aktif dan berolahraga secara rutin. Justru mempertahankan rutinitas olahraga teratur selama kehamilan dapat membuat ibu hamil tetap sehat dan bugar. Olahraga teratur saat hamil juga dapat memberikan banyak manfaat, seperti memperbaiki postur tubuh dan mengurangi beberapa ketidaknyamanan, contohnya sakit punggung dan kelelahan. Olahraga juga sudah terbukti dapat mencegah diabetes gestasional (jenis diabetes yang cukup sering berkembang selama kehamilan), menghilangkan stres, dan meningkatkan stamina yang diperlukan untuk persalinan nanti.

Baca juga: Shandy Aulia Olahraga saat Hamil 20 Minggu, Ini Manfaatnya

Bolehkan Fitness Saat Hamil?

Fitness termasuk salah satu jenis olahraga kardio. Istilah kardio berasal dari kata Kardiovaskular, yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Hal ini berarti fitness dapat memberikan ibu hamil beberapa manfaat kardio, salah satunya memacu kesehatan jantung dan paru-paru ibu hamil. Namun, tentu saja olahraga saat hamil perlu disesuaikan dengan kemampuan ibu berolahraga, usia kehamilan, dan kondisi kesehatan ibu hamil. Meski demikian, fitness merupakan kegiatan yang aman untuk dilakukan.

Bruce K. Young, MD, seorang profesor kebidanan dan kandungan di Fakultas Kedokteran Universitas New York, mengungkapkan bahwa tidak ada bukti nyata bahwa olahraga berkaitan dengan keguguran. Namun di awal kehamilan, suhu tubuh yang meningkat saat berolahraga dapat mengganggu kesehatan janin. Jadi, ibu dianjurkan untuk minum air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi, jangan berolahraga di luar rumah di saat matahari sedang terik-teriknya, dan hindari berolahraga terlalu keras. Bila ibu merasa tidak nyaman menggunakan satu alat fitness, ibu bisa mencoba alat yang lain yang lebih sesuai dengan kondisi ibu.

Olahraga berat tidak akan memengaruhi kondisi janin dalam kandungan, tetapi hal itu akan membuat ibu lebih cepat lelah dibanding saat sebelum hamil dulu. Selain itu, volume darah dalam tubuh ibu meningkat dua kali lipat selama kehamilan dan jantung ibu perlu bekerja lebih keras untuk mendorong semua darah tersebut ke seluruh tubuh, termasuk ke janin. Hal ini berarti stres pada jantung ibu akan meningkat 50 persen lebih tinggi untuk melakukan olahraga yang sama bila dibanding sebelum hamil dulu.

Tips Aman Fitness Saat Hamil

Pada dasarnya, selama ibu hamil memiliki kondisi kesehatan dan kehamilan yang sehat, fitness dengan intensitas yang ringan sampai sedang tidak berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan pada janin ataupun meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau keguguran.

Jadi. bila ibu memang sudah terbiasa berolahraga secara teratur sebelum hamil, tidak ada masalah bila ingin melanjutkan fitness saat hamil seperti biasa. Namun, bagi ibu yang sebelum hamil dulu jarang berolahraga, jangan tiba-tiba langsung melakukan olahraga yang berat. Ibu bisa mencoba senam aerobik atau berjalan santai di treadmill terlebih dahulu. Beri tahu juga pada instruktur tentang kehamilan ibu dan minta modifikasi waktu agar satu sesi latihan tidak lebih lama dari 15 menit dan secara terus menerus. Ibu bisa meningkatkan durasi dan intensitas latihan secara bertahap sampai setidaknya 30 menit, sebanyak 4 sesi setiap minggu.

Baca juga: Tips Berolahraga Bagi Ibu yang Sedang Hamil Muda

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan bila ingin fitness saat hamil:

  • Selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya.

  • Kenakan pakaian olahraga yang nyaman dan menyerap keringat serta bra yang mendukung payudara ibu.

  • Jangan lupa untuk banyak minum air putih selama berolahraga, setidaknya 500 mililiter setiap 30 menit, terutama saat cuaca panas.

  • Bila ibu mengikuti kelas-kelas tertentu di tempat fitness, pastikan instruktur kelas tersebut tahu bahwa ibu sedang hamil, sehingga ia bisa memberi option gerakan yang lebih ringan untuk ibu.

  • Jangan memaksakan diri berolahraga secara berlebihan. Kuncinya adalah ibu seharusnya masih bisa bercakap-cakap tanpa ngos-ngosan selama fitness saat hamil. Bila napas ibu sudah terengah-engah saat berbicara, itu tandanya ibu sudah berolahraga terlalu keras dan perlu beristirahat.

  • Hindari jenis latihan yang mengharuskan ibu untuk berbaring telentang dalam waktu yang lama, terutama bila usia kehamilan sudah menginjak 16 minggu. Ini karena bobot janin yang sudah semakin berat di perut ibu akan menekan pembuluh darah utama yang membawa darah kembali ke jantung dan ini bisa membuat ibu menjadi lemas.

Baca juga: 5 Olahraga yang Paling Disarankan untuk Ibu Hamil

Nah, itulah yang perlu diperhatikan ibu hamil bila ingin fitness. Bila ibu hamil sakit dan butuh saran kesehatan dari dokter, jangan ragu untuk menghubungi dokter di Halodoc. Lewat Video/Voice Call dan Chat, ibu hamil bisa minta saran kesehatan dari dokter kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.

Referensi:
Parents. Diakses pada 2019. Is It Safe to Exercise During Pregnancy?.