Tidak Hanya Kulit, Mata Juga Dapat Terserang Kusta

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kusta, penyakit mata, kusta di mata

Halodoc, Jakarta - Kusta, atau yang bisa disebut dengan lepra bukanlah penyakit kulit biasa. Penyakit yang satu ini dapat menyebar ke organ tubuh lain, seperti mata. Jika organ mata sudah mengalaminya, pengidap bisa saja mengalami kebutaan secara permanen. Kusta merupakan infeksi bakteri Mycobacterium leprae yang ditularkan melalui udara. Tak hanya kulit dan mata, bakteri ini juga dapat menginfeksi saluran pernapasan, sistem saraf perifer, serta selaput lendir.

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Begini Cara Penularan Kusta yang Harus Dipahami

Bagaimana Kusta Dapat Merusak Mata?

Mycobacterium leprae yang menyerang saraf di sekitar mata akan menyebabkan kerusakan pada saraf mata. Awalnya, pengidap akan merasakan hilangnya refleks berkedip. Padahal, berkedip merupakan salah satu cara alami tubuh untuk melindungi organ mata dari benda asing. Kelopak mata juga berguna untuk meratakan air mata ke seluruh permukaan bola mata, serta menjaga kelembapan organ mata.

Saat mata kehilangan kemampuan untuk berkedip, mata akan mengalami kekeringan dan rentan mengalami infeksi. Jika hal ini terus-menerus dibiarkan, kebutaan bisa saja dialami oleh pengidapnya. Tak hanya itu, kerusakan saraf juga menyebabkan pengidap kusta tidak dapat merasakan adanya luka pada mata.

Baca juga: Jangan Dijauhi, Pengidap Kusta Bisa Sembuh Tuntas

Langkah Mengatasi Kerusakan Mata Akibat Kusta

Penyakit kusta perlu diatasi sebelum parah dan menyebabkan kebutaan pada pengidapnya. Langkah awal pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik yang dilakukan dalam jangka panjang, selama 6-12 bulan. Pada pengidap yang lebih parah, antibiotik dapat dilakukan lebih lama.

Penanganan yang dilakukan akan sesuai dengan gejala yang timbul. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat atau melakukan prosedur operasi. Berikut penjelasan selengkapnya:

  • Penanganan dengan Metode Pengobatan

Kusta akan menyebabkan terjadinya uveitis, yaitu peradangan yang terjadi pada lapisan tengah mata. Pada pengidap uveitis, gejala dapat berupa nyeri pada mata, mata merah, penglihatan kabur, mata sensitif terhadap cahaya, serta penyempitan area pandangan. Ketika sejumlah gejala muncul, pemberian obat kortikosteroid dan tetes mata harus dilakukan guna mencegah munculnya komplikasi.

Pada kasus yang parah, uveitis akan menyebabkan luka parah pada mata atau abrasi kornea. Ketika kedua kondisi tersebut terjadi, pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik topikal, seperti salep mata.

  • Penanganan dengan Metode Operasi

Prosedur operasi dapat dilakukan jika kerusakan yang timbul menyebabkan pengidap mengalami katarak. Tak hanya katarak, gangguan penglihatan yang dapat disembuhkan dengan prosedur operasi, yaitu glaukoma dan kerusakan mata yang disebabkan oleh rusaknya saraf mata. 

Kusta yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Mycobacterium leprae memang selalu menimbulkan berbagai macam komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan. Untuk mencegah terjadinya komplikasi, segera temui dokter di rumah sakit terdekat dengan lebih dulu membuat janji melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Ketahui 3 Jenis Kusta dan Gejala yang Dialami oleh Pengidapnya

Langkah Pencegahan Kusta pada Mata

Sejauh ini, belum ada vaksin yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit kusta. Satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai penyakit ini, sehingga semua orang dapat lebih memperhatikan kesehatannya dengan memeriksakan diri dan melakukan langkah pengobatan ketika serangkaian gejala muncul.

Dengan melakukan pemeriksaan diri, diagnosis dini dapat dilakukan, sehingga kamu dapat melakukan pengobatan dengan tepat sebagai upaya pencegahan agar komplikasi tidak muncul di kemudian hari.

Referensi:
International Textbook of Leprosy. Diakses pada 2019. The Eye in Leprosy.
Very Well Heath. Diakses pada 2019. What You Should Know About Leprosy.