26 October 2018

Tinea Capitis Penyakit Menular yang Diakibatkan Infeksi Jamur, Perhatikan 8 Gejalanya

tinea capitis penyakit menular yang diakibatkan infeksi jamur perhatikan 8 gejalanya

Halodoc, Jakarta – Enggak hanya ketombe saja yang bisa membuat kulit kepala terasa gatal, tinea capitis juga bisa menimbulkan gejala tersebut. Tinea capitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur di kulit kepala. Penyakit ini kebanyakan dialami oleh anak-anak, mulai dari balita sampai usia sekolah. Namun demikian, orang dewasa juga tetap perlu berhati-hati karena tinea capitis bisa menular ke siapa saja. Selain itu, tinea capitis juga bisa menyebabkan komplikasi berupa rambut rontok dan luka permanen dan kulit kepala. Karena itu, yuk kenali gejala-gejala tinea capitis di sini.   

Penyebab Tinea Capitis

Penyebab utama tinea capitis adalah serangan infeksi jamur dermatofit di lapisan luar kulit kepala dan batang rambut. Penyakit ini sangat menular. Cara penularan tinea capitis yang paling sering terjadi adalah dengan bersentuhan langsung dengan kulit pengidap. Selain itu, seseorang juga berisiko tertular tinea capitis bila menyentuh hewan-hewan yang membawa penyakit ini. Contoh hewan-hewan yang mungkin membawa penyakit tinea capitis, yaitu:

  • Anjing

  • Kucing

  • Kuda

  • Domba

  • Sapi

  • Babi

Selain penularan secara langsung dari pengidap atau hewan pembawa penyakit tersebut, tinea capitis juga bisa menular secara tidak langsung, yaitu bila kamu menyentuh benda yang sudah terkontaminasi oleh jamur dermatofit karena sebelumnya sudah tersentuh oleh pengidap atau hewan pembawa penyakit ini. Contoh-contoh benda yang bisa menjadi perantara penyebaran jamur, antara lain:

  • Baju

  • Handuk

  • Seprai

  • Sikat

  • Sisir

Karena itu, hindari pinjam-meminjamkan barang pribadi kamu kepada orang lain.

Gejala Tinea Capitis

Tiap orang yang terkena infeksi jamur dermatofit bisa mengalami gejala yang berbeda-beda. Namun umumnya, gejala tinea capitis adalah sebagai berikut:

  1. Kulit kepala terasa sangat gatal.

  2. Pada kulit kepala yang terinfeksi, akan muncul bagian bulat yang botak, bersisik, berwarna merah, dan kadang-kadang bengkak.

  3. Kebotakan yang terjadi di area yang terinfeksi. Biasanya pada sisi kepala yang mengalami kebotakan tersebut akan tampak pola titik-titik hitam yang sebenarnya merupakan rambut yang telah patah.

  4. Rambut rapuh.

  5. Kulit kepala terasa sakit.

  6. Kelenjar getah bening di leher membengkak.

  7. Demam ringan.

  8. Pada kasus tinea capitis yang parah, bisa timbul luka di kulit kepala yang disebut kerion yang bisa mengeluarkan nanah. Kondisi ini dapat menyebabkan bintik-bintik botak permanen dan jaringan parut.

Cara Mendiagnosis Tinea Capitis

Bila kamu mengalami beberapa gejala tinea capitis di atas, segera periksakan diri ke dokter. Biasanya dokter bisa langsung memberi diagnosis yang pasti setelah mengetahui gejala yang kamu alami dan melakukan pengamatan terhadap kulit kepalamu. Untuk mengamati tanda-tanda infeksi yang terjadi pada kulit kepalamu, dokter biasanya akan menggunakan sebuah alat yang disebut lampu Wood.

Dokter mungkin juga membutuhkan tes lebih lanjut untuk memperkuat dugaan adanya tinea capitis. Salah satu tes yang paling umum dilakukan dalam kasus tinea capitis adalah tes kultur jamur dengan menyeka bagian yang terinfeksi. Kamu sudah bisa mengetahui hasil tes ini sekitar tiga minggu setelah melakukan tes. Selain tes kultur jamur, tes lainnya yang bisa dilakukan adalah biopsi kulit kepala. Namun, tes ini jarang dilakukan. Pemeriksaan mikroskopik pada rambut atau goresan kulit kepala juga mungkin dilakukan.

Cara Mengobati Tinea Capitis

Untuk mengobati tinea capitis yang kamu alami, dokter biasanya akan mengombinasikan dua cara, yaitu dengan memberikan sampo khusus dan obat minum. Sampo berfungsi untuk mencegah penyebaran infeksi dan membasmi jamur yang ada di kepala, sementara itu obat minum untuk membunuh jamur penyebab tinea capitis.

Contoh obat minum yang paling banyak digunakan untuk kasus tinea capitis adalah terbinafine, hydrochloride, dan griseofulvin. Sementara sampo yang mampu mengatasi tinea capitis adalah yang memiliki kandungan selenium sulphide (minimal 2,5 persen) dan ketoconazole.

Lakukanlah langkah pengobatan yang dianjurkan dokter selama jangka waktu yang ditetapkan agar tinea capitis kamu cepat sembuh. Biasanya dokter akan menganjurkan kamu untuk mengonsumsi obat minum selama satu setengah bulan. Sementara penggunaan sampo cukup beberapa kali saja dalam seminggu selama satu bulan. Saat menggunakan sampo anti-jamur, diamkan dulu sampo di kepala selama 5 menit sebelum dibilas.

Nah, itulah beberapa gejala tinea capitis yang perlu kamu waspadai. Kalau kamu ingin tahu lebih jauh tentang tinea capitis atau minta saran kesehatan, jangan ragu untuk menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: