05 December 2017

Tips Ajak Balita Liburan Naik Pesawat

Tips Ajak Balita Liburan Naik Pesawat

Halodoc, Jakarta – Liburan panjang sebentar lagi tiba. Si kecil sudah cukup besar nih untuk diajak naik pesawat, jadi ibu pun memutuskan untuk membawa si kecil pergi berlibur ke luar kota atau luar negeri. Tapi tidak semudah itu membawa anak balita pergi naik pesawat. Anak bisa bosan dan menjadi rewel karena perjalanan yang panjang. 

Membawa balita naik pesawat diperlukan persiapan yang ekstra dan pertimbangan khusus untuk menghadapi tingkah laku anak yang mungkin terjadi. Ibu dapat mulai memikirkan cara-cara yang kreatif agar anak tidak bosan selama berada di dalam pesawat. Selain itu, ibu mungkin perlu menyiapkan beberapa hal lainnya agar si kecil dapat tetap nyaman selama perjalanan. Nah, agar perjalanan ibu dan si kecil di atas pesawat lancar, perhatikan dulu yuk tips-tips berikut ini:

1. Sabar

Suasana di dalam pesawat yang asing, penuh dengan banyak orang, serta suara mesin yang mendengung, mungkin akan membuat Si Kecil tidak betah dan akhirnya menjadi uring-uringan. Sudah berbagai cara yang ibu coba lakukan, mulai dari membujuk, mengajaknya ngobrol, memberinya susu, menggendong, memeluk, tapi ia tetap tidak mau tenang juga. Jangan sampai terpancing emosi, ya. Tetaplah sabar menghadapinya dan hindari membentaknya. Ibu bisa memperhatikan hal apa yang membuatnya tidak nyaman dan coba penuhi kebutuhannya.

2. Alihkan Perhatian

Agar Si Kecil tidak bosan, bawalah bermacam-macam mainan untuknya Membungkus mainan dengan kertas kado bergambar lucu juga dapat menarik perhatiannya lho, dan membuka kertas pembungkus merupakan kegiatan yang juga bisa mengalihkan perhatiannya dari kebosanan. Selain mainan, ibu juga bisa membawa gadget, seperti smartphone atau tablet. Pastikan gadget ibu sudah dilengkapi dengan berbagai macam permainan atau film kartun favoritnya untuk menghilangkan rasa bosannya di dalam pesawat. Jika perjalanan masih panjang dan semua mainan sudah selesai dimainkan, ibu bisa sesekali mengajaknya berjalan-jalan di lorong kabin saat pesawat sedang berada dalam kondisi stabil.

3. Lindungi Telinganya

Perubahan tekanan udara yang terjadi saat pesawat lepas landas maupun mendarat dapat membuat telinga anak berdengung. Akibatnya, si kecil jadi merasa tidak nyaman bahkan kesakitan dan menangis. Agar telinga si kecil tidak terlalu sakit akibat perubahan tekanan udara yang mendadak di atas pesawat, ibu bisa memberikan permen untuk dihisap atau susu untuk ia minum. Karena dengan menelan dan mengunyah, dapat dapat meredakan rasa nyeri pada telinga yang berdengung.

4. Persiapkan Si Kecil Sebelum Naik Pesawat

Menjelang keberangkatan, pastikan Si Kecil sudah diberi makan. Usahakan juga agar ia buang air besar atau pipis terlebih dahulu sebelum naik pesawat. Karena ibu akan repot dan kesusahan mengganti popoknya jika ia buang air besar di dalam pesawat. Selain itu, suhu udara di pesawat biasanya dingin, yaitu sekitar 20-24 derajat celcius, jadi kenakan si kecil baju yang cukup tebal untuk membuatnya tetap hangat.   

5. Siapkan Makanan Si Kecil

Perjalanan yang panjang dan suhu udara yang dingin dapat membuat ia lapar lagi. Karena itu, siapkan susu dalam botol, MPASI yang tidak mudah tumpah, atau camilan ringan untuknya. Memang ada peraturan yang tidak memperbolehkan membawa minuman atau makanan lebih besar dari ukuran 100 ml, tapi untuk susu dan makanan bayi diperbolehkan. Ibu biasanya akan diminta untuk mencicipinya terlebih dahulu.

Ibu bisa membicarakan dulu kepada dokter dan meminta saran-saran kesehatan untuk membawa balita naik pesawat melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Halodoc juga memudahkan ibu yang akan pergi berlibur untuk mendapatkan produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan. Tinggal order melalui aplikasi dan pesananmu akan diantar dalam satu jam. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.