22 November 2017

Wah, Hubungan Intim Ternyata Bisa Tingkatkan Kemampuan Otak

Halodoc, Jakarta - Seiring berjalannya waktu, tak jarang sejumlah pasangan mulai mengalami penurunan minat untuk melakukan kegiatan bersama. Termasuk soal hubungan intim. Bukan lagi menjadi rahasia bahwa bertambahnya usia membuat seseorang cenderung memilih menghindari kegiatan yang menghabiskan banyak energi.

Namun tahukah kamu ternyata suami-istri yang rutin melakukan hubungan intim memiliki manfaat yang baik bagi otak. Sejumlah peneliti dari Universitas Coventry di Inggris membuktikannya. Mengutip Psychology Today, pada tahun 2016 telah diterbitkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pria dan wanita lanjut usia yang aktif secara seksual memiliki fungsi kognitif yang lebih baik. Mereka yang konsisten berhubungan memiliki skor kognitif yang tinggi dari pada pasangan lansia yang tidak atau jarang melakukan hubungan intim. 

Penelitian lanjutan pun dilakukan untuk mengetahui sejauh mana dampak dari kegiatan ini bagi kesehatan otak. Periset mengamati ke arah mana perubahan kognitif yang terjadi. Hasilnya, sebanyak 73 persen peserta penelitian yang berusia 50 sampai 83 tahun mengonfirmasi fakta tersebut.

Para peserta diminta mengisi kuesioner seputar kondisi kesehatan, gaya hidup serta frekuensi melakukan hubungan intim dengan pasangan. Mereka juga menjalani tes Penilaian Cognitive Examination III (ACE-III) Addenbrooke untuk mengukur kemampuan perhatian, memori , kelancaran, bahasa, dan visuospatial. Dari serangkaian tes itu, ditemukan bahwa pasangan lansia yang memiliki kehidupan seksual lebih aktif memiliki skor lebih tinggi di bidang kefasihan verbal dan kemampuan visuospasial.

Bagaimana hubungan seksual berdampak pada otak?

Para periset menduga alasan biologis hubungan antara aktivitas seksual dan bidang kognisi tertentu terkait dengan dopamin. Yaitu neurotransmiter yang  berfungsi mengatur emosi yang menyenangkan. Dopamin juga berperan dalam mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan dan membuat tubuh merasa baik.

Aktivitas seksual diketahui dapat meningkatkan produksi dopamin, yang juga memoderatori memori kerja, fokus, dan perhatian, dan mengendalikan aliran informasi ke seluruh otak. Hal inilah yang kemudian berfungsi memelihara dan menjaga fungsi kognitif seseorang meski telah memasuki usia senja.

Akhirnya, dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa seseorang yang aktif secara seksual memiliki potensi lebih rendah mengalami penurunan fungsi kognitif. Selain itu, seiring berjalannya usia, hubungan  intim pun disebut dapat membantu seseorang memiliki aktivitas sosial yang tinggi. Kesehatan fisik dan mental pun semakin terjaga.

Lalu, seberapa seringkah seseorang sebaiknya melakukan hubungan intim dengan pasangan?

Pada dasarnya tak ada batasan terkait hal ini, selama kedua belah pihak tidak merasa  terbebani. Namun ada baiknya untuk mengikuti ritme tubuh dalam menjadwalkan hubungan intim antara suami dan istri.

Maksudnya, kamu harus memperhatikan betul frekuensi berhubungan intim dengan ritme tubuh alias kondisi fisiologis baik pada wanita dan pria. Saran dari ahli adalah melakukan hubungan secara teratur sebanyak 1-4 kali dalam seminggu.

Pertimbangannya adalah waktu yang dibutuhkan tubuh dan organ reproduksi untuk mengatur sperma. Selain itu, sama seperti bagian tubuh lainnya, bagian intim juga memiliki batasan dan ada baiknya kamu maupun pasangan mengetahui dan tidak melewati batasan tersebut.

Jika kamu maupun pasangan membutuhkan saran dalam mengatur pola hubungan intim yang terbaik, hubungi dokter di Halodoc saja. Kamu bisa berbicara dengan sejumlah dokter yang berpengalaman lewat Video/Voice Call dan Chat. Beberapa produk kesehatan, termasuk kebutuhan dalam hubungan intim, dapat dibeli diHalodoc. Pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.