01 November 2018

Wajib Tahu, Tanda dan Penyebab Rosacea

 rosacea

Halodoc, Jakarta - Selain jerawat, ada satu penyakit kulit di wajah yang perlu kamu waspadai, yaitu rosacea. Kondisi ini merupakan penyakit kulit yang menyerang wajah, ditandai dengan kulit menjadi kemerahan, timbul bintil yang pada atau berisi nanah, dan pembuluh dara menjadi tampak jelas, khususnya pada bagian hidup, pipi, dagu, serta dahi. Dalam beberapa kasus, pengidap rosacea juga dapat merasakan sensasi terbakar pada mata.

Kondisi ini sering terjadi, umumnya pada wanita berusia 30 tahun ke atas atau paruh baya dan orang berkulit putih. Orang Eropa Utara asli dan orang dengan kulit putih lebih berisiko mengidap rosacea. Hal ini dapat diatur dengan menurunkan risiko pada kamu. Untuk itu, kamu perlu mengetahui jenis, tanda, dan penyebab munculnya rosacea pada wajah.

Empat Jenis Rosacea

  1. Rosacea Eritematotelangiektasis. Rosacea ini ditandai dengan wajah kemerahan permanen dengan pembuluh darah yang terlihat jelas di permukaan kulit. Kondisi ini diikuti dengan kulit yang bersisik, kering dan mudah memerah.

  2. Rosacea Papulopustular. Rosacea jenis ini muncul dengan kemerahan terus-menerus dari wajah, terkadang disertai dengan benjolan seperti jerawat (pustula).

  3. Rosacea Fimatosa. Rosacea yang meliputi penebalan kulit wajah.

  4. Rosacea Okular. Rosacea yang juga memengaruhi area mata.

Penyebab dan Tanda Rosacea

Penyebab rosacea belum diketahui secara pasti, kondisi ini sering dikaitkan dengan kontribusi faktor genetik dan lingkungan. Beberapa faktor lainnya seperti stres, sinar matahari, angin, udara dingin atau panas, olahraga berat, kadar kelembapan udara, obat-obatan, hingga konsumsi makanan juga diyakini dapat memicu munculnya gejala rosacea pada kulit. Sesuai jenisnya, gejala rosacea yang dialami oleh setiap orang mungkin berbeda-beda.

Umumnya pengidap rosacea akan mengalami gejala-gejala berikut:

  1. Pembuluh darah yang terlihat jelas.

  2. Kemerahan pada kulit wajah.

  3. Penebalan pada kulit wajah.

  4. Penebalan kulit.

  5. Kulit kasar, kering, gatal, perih, dan nyeri.

  6. Timbulnya benjolan seperti jerawat.

  7. Masalah pada mata seperti bengkak, iritasi, atau kelopak mata yang memerah.

Walaupun bersifat hilang timbul, jika kamu mengalami gejala-gejala di atas berulang kali atau memiliki kekhawatiran akan rosacea, tidak ada salahnya untuk melakukan tanya jawab dengan dokter.

Pengobatan Rosacea

Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan cara untuk menyembuhkan rosacea. Namun jangan khawatir, rosacea tidak berbahaya dan umumnya memiliki gejala yang hilang-timbul. Oleh karena itu, kamu dapat beberapa perawatan khusus untuk membantu mengurangi gejala yang mungkin dialami oleh pengidap.

Langkah paling awal adalah mengetahui pemicu timbulnya rosacea pada kamu. Apabila rosacea muncul akibat terlalu sering terpapar sinar matahari, kamu dapat membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika benar-benar terpaksa, gunakanlah sunscreen untuk melindungi kulit.

Sebagai perlindungan dan perawatan ekstra pada kulit, kamu juga perlu menggunakan sunscreen setiap harinya dan memilih untuk menggunakan produk perawatan kulit yang ditujukan untuk kulit sensitif, agar mencegah terjadinya iritasi akibat bahan yang ‘keras’. Jika kondisi rosacea kamu cukup berat, kamu juga dapat berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan nasehat dan saran rangkaian perawatan khusus untuk mengatasi kondisi kulit kamu.

Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Baca  juga: