29 October 2018

Waspada, Ini Penyakit di Balik Sariawan di Bibir

waspada ini penyakit di balik sariawan di bibir

Halodoc, Jakarta – Sariawan adalah masalah kesehatan umum yang pernah dialami oleh hampir semua orang. Bentuknya yang bulat, putih, dan kecil sering membuat sariawan disebut juga sebagai "jerawat" di mulut. Bila sariawan sudah muncul di mulut, rasa nyerinya enggak hanya membuat kamu susah makan, minum, dan berbicara, suasana hati pun bisa berubah jadi buruk gara-gara sariawan. Kebanyakan sariawan memang bukan merupakan gangguan kesehatan yang serius. Sariawan yang kecil bisa sembuh dalam hitungan minggu, sedangkan sariawan yang besar bisa sembuh dalam waktu kira-kira sebulan. Namun, jangan sepelekan sariawan di bibir. Oleh karena luka tersebut bisa saja menjadi pertanda adanya penyakit yang cukup serius.

Jenis-Jenis Sariawan

Sariawan ternyata bisa muncul dalam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Berikut tiga jenis sariawan:

  • Sariawan Kecil. Sariawan yang dianggap berukuran kecil adalah bila diameternya hanya sekitar 2—8 mm. Jenis ini biasanya bisa sembuh dalam waktu 10 hari sampai 2 minggu.

  • Sariawan Besar. Berukuran lebih besar dan lebih dalam dengan pinggiran yang tidak teratur. Sariawan besar butuh waktu beberapa minggu untuk sembuh dan bisa meninggalkan bekas luka di mulut.

  • Herpetiform. Jenis sariawan yang berukuran kecil-kecil, tetapi banyak dan berkelompok.

Penyebab Sariawan yang Tidak Serius

Sariawan bisa muncul karena berbagai hal yang tidak serius, misalnya seperti bibir tidak sengaja tergigit, mengunyah makanan yang keras, setelah menggunakan kawat gigi, tambalan gigi tidak sempurna, ataupun pemakaian gigi palsu yang tidak pas. Selain itu, sariawan juga bisa disebabkan karena merasa stres, cemas, menggunakan pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulphate, mengonsumsi makanan pedas, dan alergi terhadap makanan atau sedang mengalami perubahan hormon.

Penyebab Sariawan yang Serius

Namun kadang-kadang, sariawan juga bisa terjadi karena adanya kondisi medis tertentu, seperti:

  • Infeksi Virus

Bila tiba-tiba dalam mulut muncul banyak sariawan dan disertai demam, bisa jadi ini bukan sariawan biasa. Gejala sariawan seperti ini biasanya disebabkan oleh virus. Flu Singapura yang disebabkan oleh virus coxsackie, misalnya bisa menyebabkan mulut dipenuhi oleh banyak sariawan. Selain itu, virus cacar dan virus penyakit tangan serta kaki dan mulut juga menimbulkan gejala berupa sariawan.

  • Kurang Nutrisi

Tubuh memerlukan berbagai macam asupan nutrisi yang cukup agar bisa terhindar dari serangan penyakit. Kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12, vitamin C, dan zat besi bisa menimbulkan sariawan.

  • Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Penyakit lupus, HIV/AIDS, atau pemphigoid (penyakit autoimun langka yang sering menyerang lansia) dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh seseorang melemah, sehingga akhirnya rentan mengalami sariawan.

  • Arthritis reaktif atau sindrom Reiter

Penyakit ini bisa menyebabkan peradangan di berbagai tempat di dalam tubuh.

  • Penyakit Crohn

Kondisi jangka panjang yang menyebabkan peradangan pada lapisan sistem pencernaan.

  • Penyakit Celiac

Penyakit autoimun yang membuat pengidapnya alergi terhadap gluten. Bila mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, seperti pasta, kue, roti, dan sereal, kemungkinan bisa menimbulkan reaksi berupa sariawan.

  • Penyakit Herpes

Penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks ini dapat menular, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya, makan di piring yang sama dengan pengidap atau berbagi pelembap bibir.

  • Kanker Mulut

Sariawan yang tidak kunjung sembuh dalam beberapa minggu atau sariawan yang mengalami pendarahan merupakan gejala-gejala kanker mulut.

Selain itu, masih banyak lagi penyakit yang bisa menjadi penyebab di balik munculnya sariawan pada bibir, yaitu:

  • Penyakit Behçet, kondisi langka yang membuat pembuluh darah membengkak.

  • Gingivostomatitis, infeksi mulut dan gusi akibat bakteri atau virus yang bisa menimbulkan pembengkakan dan luka.

  • Infeksi jamur di lidah dan lapisan mulut.

  • Infeksi HIV akut.

  • Campak atau rubeola.

  • Infeksi menular seksual, seperti sifilis dan gonore.

  • Esophagitis, yaitu radang atau iritasi di kerongkongan.

Sariawan yang bukan disebabkan oleh kondisi medis yang serius biasanya bisa sembuh sendiri dalam satu atau dua minggu. Namun, bila sariawan tidak kunjung sembuh dan disertai dengan gejala-gejala lainnya, jangan ragu menemui dokter untuk mengetahui penyebab sariawan tersebut.

Kamu juga bisa membicarakan keluhan kesehatanmu dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli dan terpercaya siap membantumu melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: