24 April 2019

Waspada Komplikasi Akibat Perdarahan Subarachnoid

Waspada Komplikasi Akibat Perdarahan Subarachnoid

Halodoc, Jakarta - Mau tahu seberapa penting fungsi otak bagi tubuh kita? Hmm, otak merupakan organ yang terbesar dan paling kompleks dalam tubuh manusia, ia tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan 100 miliar lebih sel saraf. Nah, organ inilah merupakan pusat kendali tubuh. Singkat kata, semua organ atau bagian tubuh kita, dikendalikan oleh otak. Mulai dari pergerakan, perasaan sensasi, hingga pikiran.

Sayangnya, organ yang satu ini enggak luput dari berbagai masalah, salah satunya perdarahan subarachnoid. Perdarahan subarachnoid merupakan keluhan kesehatan serius yang mesti diperhatikan dengan serius. Perdarahan ini merupakan salah satu jenis stroke yang terjadi akibat adanya perdarahan pada ruang subarachnoid (berada di lapisan pelindung otak atau meningen), akibat rusak atau pecahnya pembuluh darah pada selaput meningen. Selaput ini sendiri terdiri dari tiga jaringan, yaitu, lapisan arachnoid, piameter, dan durameter.

Baca juga: Perokok Lebih Rentan Kena Perdarahan Subarachnoid Ketimbang Pria, Benarkah?

Jangan sepelekan kondisi ini, sebab perdarahan subarachnoid bisa memunculkan berbagai komplikasi. Lalu, apa saja sih komplikasi perdarahan subarachnoid?

Ditandai dengan Berbagai Gejala

Perdarahan subarachnoid ini bisa terjadi tanpa gejala alias menyerang seseorang tanpa tanda-tanda atau keluhan terlebih dahulu. Namun, ada pula pengidapnya yang mengalami gejala-gejala tertentu. Misalnya:

  • Leher terasa kaku.

  • Penglihatan menjadi kabur, ganda, atau sensitif terhadap cahaya.

  • Terjadinya penurunan kesadaran.

  • Mual dan muntah.

  • Rasa nyeri di daerah bahu.

  • Kejang.

  • Kesadaran dan kewaspadaan yang menurun.

  • Perubahan suasana hati dan kepribadian, misalnya kebingungan dan cepat marah.

  • Mengalami gejala stroke, seperti lumpuh salah satu sisi anggota badan.

Baca juga: Bukan Hanya Hipertensi, Kenali 3 Penyebab Perdarahan Subarachnoid

Yang perlu digarisbawahi, gejala perdarahan ini bisa muncul secara tiba-tiba, hingga membuat pengidapnya mengalami penurunan kesadaran dengan cepat. Nah, inilah kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis dengan segera. 

Awasi Penyebab Perdarahan Subarachnoid

Berdasarkan penyebabnya, perdarahan ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu traumatik dan nontraumatik. Perdarahan traumatik bisa diakibatkan oleh cedera kepala berat. Contohnya, tertimpa benda keras pada kepala, terjatuh hingga membuat kepala cedera, atau kecelakaan lalu lintas. Nah, cedera-cedera berat tersebut bisa membuat pembuluh darah di selaput meninges pecah, sehingga menyebabkan perdarahan subarachnoid.

Sedangkan nontraumatik lain ceritanya. Perdarahan yang satu ini paling sering disebabkan karena pecahnya aneurisma otak. Aneurisma pada pembuluh darah otak ini bisa menyebabkan pembengkakan dan menipisnya dinding pembuluh darah, hingga menyebabkan perdarahan. Selain itu, perdarahan nontraumatik ini juga bisa dikarenakan kelainan pembuluh darah, kelainan pembekuan darah, dan konsumsi obat pengencer darah.

Baca juga: 5 Fakta Tentang Stroke yang Harus Diketahui

Bisa Memicu Berbagai Komplikasi

Jangan remehkan perdarahan subarachnoid, sebab andaikan kondisi ini tak segera diobati, maka bisa memicu berbagai komplikasi. Komplikasi utamanya meliputi:

  • Perdarahan berulang. Kondisi ini mesti segera ditangani karena bisa menyebabkan kerusakan yang bersifat permanen, bahkan kematian.

  • Menyempitnya pembuluh darah otak, sehingga pasokan darah untuk otak akan berkurang dan menyebabkan kerusakan otak.

  • Hidrosefalus, menumpuknya cairan pada rongga otak.

Selain itu, ada pula komplikasi jangka panjang meliputi epilepsi, gangguan pada fungsi kognitif otak, hingga perubahan suasana hati (depresi).

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!