Waspada, Pemakaian Lensa Kontak Tingkatkan Risiko Mata Kering

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Waspada, Pemakaian Lensa Kontak Tingkatkan Risiko Mata Kering

Halodoc, Jakarta - Pengguna lensa kontak (softlens) rasanya mesti berhati-hati ketika menggunakan alat bantu melihat tersebut. Pasalnya, dalam beberapa kasus, penggunaan lensa kontak bisa memicu sindrom mata kering. Sindrom ini merupakan kondisi umum ketika air mata terlalu cepat mengering, atau gangguan dalam memproduksi cukup air mata. Akibatnya, bisa memicu peradangan dan iritasi pada mata.

Faktanya, memang banyak orang yang mengidap mata kering karena menggunakan softlens dalam jangka waktu yang panjang. Sebab dalam penggunaannya, softlens ini bisa mengganggu lapisan air mata yang sebetulnya berfungsi untuk melindungi permukaan mata. Nah, inilah yang nantinya akan membuat mata terbakar atau berpasir.

Baca juga: 6 Cara Alami Atasi Sindrom Mata Kering

Awasi Gejala Mata Kering

Gejala mata kering ini enggak hanya ditandai oleh satu-dua kondisi saja. Sebab, sindrom mata kering bisa saja memunculkan beberapa gejala pada pengidapnya. Misalnya:

  • Mata terasa panas.

  • Mata merah.

  • Mata, seperti berpasir dan kering.

  • Mata cepat terasa lelah.

  • Penglihatan menjadi buram.

  • Mata berair karena respon tubuh terhadap iritasi pada mata kering.

  • Terdapat lendir di dalam atau sekitar mata.

  • Lebih sensitif terhadap sinar matahari.

  • Kesulitan saat memakai lensa kontak atau berkendara di malam hari.

Tingkat keparahan mata kering ini bisa bervariasi pada setiap orang, mulai dari ringan hingga berat. Untungnya, dalam kebanyakan kasus, gejala yang dirasakan masih tergolong ringan.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pengguna Lensa Kontak

Cara Mencegah Mata Kering karena Softlens

1. Jangan Gunakan dalam Waktu Lama

Softlens tak didesain untuk digunakan dalam waktu lama. Idealnya, mata normal bisa menggunakan softlens paling lama 10 jam dalam sehari. Tapi, bila matamu sudah terasa kering atau mengidap kondisi mata kering, maka persingkatlah penggunaan softlens tersebut. Tujuannya jelas, untuk membiarkan mata agar mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup dari air yang diproduksi secara alami oleh mata, tanpa terhalang oleh lensa kontak.

2. Gunakan Tetes Mata

Tetes mata merupakan benda yang semestinya dimiliki oleh orang dengan mata kering. Sebab, produksi air mata ini enggak mampu melumasi mata dengan baik, makanya perlu dibantu dengan adanya air mata buatan dari obat tetes mata.

Ingat, air mata memiliki peran penting sebagai pelindung mata dari kuman. Itulah sebabnya, jumlah air mata yang tak mencukupi, misalnya karena penggunaan softlens, bisa menimbulkan keluhan ini. Yang perlu diingat, tanyakanlah ke dokter obat tetes apa yang tepat dan baik bagi kondisi matamu.

Baca juga: 6 Cara Merawat Mata Saat Menggunakan Soflens

Di samping itu, hindari pula  menggunakan softlens ketika tertidur di malam hari. Ini bisa mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke dalam mata. Nah, inilah yang nantinya bisa menyebabkan mata menjadi kering, bahkan permukaan mata rentan mengalami infeksi.

3. Rutin Periksa ke Dokter Mata

Meski gejala mata kering sudah mulai membaik, tetap patuhilah jadwal periksa ke dokter mata. Biasanya, dokter akan mengecek keseluruhan mata sekaligus meresepkan obat tetes mata baru sesuai kondisi mata. Di sini kamu juga bisa berdiskusi seputar keluhan mata yang pernah dialami selama menggunakan softlens.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan mata lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!