Waspada, Penggunaan Makeup Bisa Sebabkan Angioedema

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Waspada, Penggunaan Makeup Bisa Sebabkan Angioedema

Halodoc, Jakarta - Alergi adalah sebuah gangguan yang dapat berdampak buruk bagi tubuh kamu. Beberapa hal dapat menyebabkan tubuh mengalami gangguan tersebut. Salah satu alergi yang dapat terjadi adalah angioedema. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah penggunaan make up.

Makeup biasanya diaplikasikan pada wajah, sehingga seseorang yang mengekanannya akan terlihat lebih menarik. Walau begitu, alat make up atau kosmetik yang dipakai kandungannya belum tentu cocok dengan wajah, sehingga mungkin saja menyebabkan angioedema.

Angioedema Dapat Disebabkan Kosmetik

Semakin mudahnya akses untuk membeli barang secara online belakangan ini, peredaran barang sulit untuk dikontrol. Hal ini juga terjadi pada pembelian alat makeup atau kosmetik yang melonjak. Karena hal ini, peralatan makeup yang belum memiliki izin juga dapat dengan mudah dijual ke pasaran.

Hal tersebut dapat menyebabkan gangguan pada kulit kamu. Selain itu, kamu juga mungkin dapat mengalami alergi karena zat-zat yang tidak cocok dengan kulit. Kosmetik yang dibeli dapat digunakan dengan cara dioleskan, ditaburkan, atau disemprotkan. Setiap produk dapat menyebabkan dampak alergi yang berbeda-beda.

Salah satu alergi yang dapat terjadi adalah angioedema. Gangguan ini dapat menyebabkan pembengkakan pada area bawah kulit atau mukosa pada tubuh. Reaksi alergi ini terjadi karena memicu penumpukan cairan. Gangguan ini lebih umum menyerang jaringan tubuh yang longgar, seperti pada wajah.

Maka dari itu, tidak heran apabila alergi kosmetik dapat sangat berisiko terjadi pada wajah. Umumnya, reaksi alergi ini terjadi karena pemakaian kosmetik secara berulang. Selain bengkak, reaksi yang terjadi disebabkan oleh angioedema adalah kulit yang kemerahan dan timbul bintik-bintik, serta rasa gatal yang parah. Jika kamu ingin memastikan gangguan yang terjadi pada kamu, dokter dari Halodoc dapat membantu untuk hal tersebut. Komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan kapan dan di mana saja dengan Halodoc. Ayo, download sekarang juga!

Baca juga: Ketahui Perbedaan Angioedema dengan Biduran

Apakah Angioedema Berbahaya?

Angioedema yang terjadi tidak dapat merusak organ dalam seperti ginjal, hati, atau paru-paru. Satu-satunya bahaya yang dapat terjadi jika tenggorokan atau lidah mengalami bengkak yang parah. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Pembengkakan yang parah dapat ditangani dengan pemberian obat lebih awal.

Walau begitu, pembengkakan yang terjadi di bagian luar leher dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman. Meski begitu, jalur pernapasan pada tubuh kamu tidak terpengaruh. Pembengkakan pada jalur pernapasan sangat jarang terjadi, walaupun pada seseorang yang mengalami angioedema akut.

Seseorang yang mengidap angioedema berulang harus dirujuk ke dokter spesialis imunologi/alergi klinis. Hal ini berguna untuk menyelidiki penyebab yang mendasari dan mengoptimalkan pengobatan yang dilakukan Jika alergennya sudah diketahui, pencegahan dapat dilakukan sehingga tidak terjadi alergi.

Baca juga: 4 Gejala yang Dialami saat Terkena Angioedema

Lalu. Bagaimana Cara Mengatasi Angioedema?

Perawatan yang dilakukan untuk angioedema tergantung pada penyebabnya. Namun, hal yang paling penting adalah memastikan jalan napas tidak terhalang apapun. Artinya, jika dalam keadaan darurat, tabung pernapasan mungkin ditempatkan untuk keselamatan.

Reaksi alergi yang timbul juga dapat diobati dengan epinefrin, yang merupakan kandungan dalam EpiPen. Obat lain yang dapat dikonsumsi termasuk antihistamin dan kortikosteroid. Apabila disebabkan oleh keturunan, kamu dapat menerima obat-obatan khusus, konsentrat dari C1 inhibitor, atau plasma beku segar. 

Intinya, mengidentifikasi dan menghindari alergen yang dapat meningkatkan risiko angioedema adalah kunci untuk mencegah terjadinya kondisi ini. Sebaik mungkin kenali kulit kamu dan zat apa yang dapat menyebabkan alergi timbul pada tubuh.

Baca juga: 4 Penanganan untuk Atasi Angioedema