08 March 2018

Yang Terjadi pada Tubuh saat Kecanduan

Yang Terjadi pada Tubuh saat Kecanduan

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu merasa sangat menyukai sesuatu, dan selalu menginginkannya tanpa henti? Bisa jadi itu adalah tanda kamu sudah kecanduan!

Kecanduan adalah satu kondisi yang membuat seseorang kehilangan kontrol terhadap suatu hal. Biasanya hal ini merujuk pada rasa suka yang terlalu dan didorong oleh keinginan kuat atau kegemaran terhadap satu hal. Seseorang yang mengalami kecanduan biasanya tidak akan memiliki kendali atas apa yang ia lakukan, konsumsi atau gunakan.

Hal itu kemudian berkembang menjadi sebuah kecanduan. Kecanduan bisa terjadi pada biasa saja dan ada banyak jenisnya. Mulai dari kecanduan makanan, kecanduan menari, kecanduan gadget, hingga kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Berita buruknya, kecanduan ternyata bisa memengaruhi dan berdampak buruk pada kondisi kesehatan. Terutama kesehatan psikologis karena kecanduan nyatanya bisa menyebabkan perilaku hingga fungsi otak seseorang mengalami perubahan. Lantas, mengapa seseorang bisa mengalami kecanduan? Apa yang terjadi pada tubuh saat kecanduan?

Kecanduan pada seseorang terjadi dalam tiga tahap. Dimulai dengan munculnya keingintahuan terhadap suatu objek dan berlanjut menjadi menyukai hal tersebut. Saking menyukainya, kamu mungkin akan kehilangan kendali atas diri sendiri untuk tidak melakukan hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang disukai tersebut.

Tahap itu kemudian berlanjut menjadi sebuah kebiasaan melakukan sesuatu dan sulit untuk menghentikannya. Bahkan bisa membuat seseorang merasa tidak lengkap saat melewatkan sesuatu yang menjadi candu tersebut.

Faktor utama yang dapat menyebabkan kecanduan sebenarnya adalah munculnya perasaan senang di otak. Hal itu karena tubuh, terutama otak mengenali sesuatu yang menyenangkan sehingga berharap selalu bisa mengulanginya. Otak pun merespon hal tersebut dengan mengeluarkan hormon dopamin yang dikenal sebagai hormon kesenangan. Hormon ini akan meningkat ketika kamu merasa puas, bahagia, dan senang terhadap suatu hal.

Kecanduan dan Faktor Genetika

Selain faktor keingintahuan dan kesenangan, ternyata faktor genetika juga memiliki peran dalam kecanduan. Menurut National Council on Alcoholism and Drug Dependence, ada gen yang bertanggung jawab atas setengah risiko kecanduan yang dialami seseorang. Meski tidak ditemukan gen spesifik yang menjadi penyebab kecanduan, sejumlah faktor genetik dan biologis yang berbeda dapat membuat seseorang menjadi lebih atau kurang rentan.

Hal ini sama seperti saat seekor binatang memang satu jenis makanan yang disukainya, ada efek yang memberi kesenangan sehingga hewan itu akan terus mencari makanan itu di kemudian hari. Dengan kata lain, potensi kecanduan telah tertanam dalam otak setiap makhluk hidup.

Sejumlah ahli meyakini bahwa faktor genetika memiliki pengaruh hingga 50 persen dalam membuat seseorang menjadi pecandu. Namun, tentu aka nada faktor lain yang bisa mendorong seseorang menjadi ketergantungan akan sesuatu. Pada akhirnya, kecanduan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk faktor lingkungan, orang tua, serta respons individual terhadap sesuatu.

Mesekipun memiliki pengaruh yang cukup besar, faktor genetik bukanlah satu-satunya dan bukan faktor utama yang menyebabkan kecanduan. Seseorang berasal dari lingkungan keluarga maupun memiliki riwayat pecandu narkoba, misalnya, hal itu tidak serta merta membuat ia akan menjadi pecandu. Ada banyak orang-orang yang nyatanya hidup di tengah lingkungan yang dekat dengan narkoba, tapi  bisa hidup sehat tanpa menjadi pecandu.

Dapat disimpulkan bahwa kecanduan terhadap sesuatu bisa terjadi karena adanya respon tubuh terhadap hal tersebut. Untuk menghindarinya, ada baiknya untuk berpikir dua kali sebelum mencoba sesuatu hal, dan menghindari membiasakan diri pada sesuatu yang mungkin berdampak buruk pada tubuh.

Sebagai gantinya, lakukanlah segala hal secukupnya saja. Cukupi pula kebugaran tubuh dengan vitamin yang lebih mudah dibeli di aplikasi Halodoc. Lewat layanan antar, pesanan kamu akan diantar ke rumah dalam, waktu satu jam. Ayo, download sekarang di App Store dan Google Play!