16 January 2019

Harus Tahu, 10 Fakta Mengenai BPD Borderline Personality Disorder

BPD Borderline Personality Disorder, gangguan mental, hubungan dengan pengidap gangguan mental

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang dengan perasaan dan mood yang tidak stabil? Atau justru kamu yang mengalaminya? Mungkin saja kondisi tersebut disebabkan oleh Borderline Personality Disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang. Gangguan mental ini ditandai dengan suasana hati dan citra diri yang sering berubah-ubah, serta perilaku impulsif.

Seseorang yang mengalami BPD biasanya memiliki cara pikir, cara pandang, serta perasaan yang berbeda dibanding orang lain pada umumnya. Akibatnya, pengidap kondisi tersebut akan mengalami masalah dalam menjalani kehidupan sehari. Pengidap pun akan mengalami kesulitan saat menjalin hubungan dengan orang lain, misalnya dalam berhubungan dengan keluarga atau orang-orang di lingkungan pekerjaan.

Gangguan mental ini biasanya muncul saat seseorang menjelang usia dewasa. Meski begitu, dengan penanganan berupa psikoterapi dan pemberian obat, pengidap BPD akan membaik seiring bertambahnya usia.

Memang tidak mudah untuk membedakan gejala borderline personality disorder dari gangguan mental lainnya. Berikut fakta-fakta mengenai BPD yang perlu kamu ketahui.

  1. Orang-orang dengan borderline personality disorder biasanya memiliki ketakutan serius terhadap pengabaian. Mereka terkadang mempunyai reaksi ekstrem, seperti panik, depresi, marah, atau tindakan heboh, saat merasa atau benar-benar ditinggalkan.

  2. Mereka tidak dapat menjaga hubungan dengan stabil, bahkan dengan keluarga, teman, atau orang-orang terdekat lainnya. Mereka sering menyebabkan masalah dalam hubungan tersebut dengan mengidealisasikan seseorang, kemudian membenci atau marah terhadap orang tersebut secara tiba-tiba.

  3. Mereka dengan cepat mengalami perubahan emosi, nilai-nilai, perasaan, tujuan yang terkait identitas diri, dan gambar lain. Pengidap tidak menghargai diri mereka atau merasa mereka tidak ada.

  4. Memiliki perilaku impulsif yang kadang berbahaya, seperti berjudi, menghamburkan uang, melakukan hubungan intim yang tidak aman, penyalahgunaan obat-obatan, berkendara secara sembarangan, binge eating, atau berhenti bekerja tiba-tiba.

  5. Memiliki perilaku ingin bunuh diri yang berulang atau menyakiti diri sendiri, seperti menyayat urat nadi. Tindakan tersebut dilakukan sebagai respon terhadap ketakutan akan perpisahan atau penolakan.

  6. Mood yang intens dan mudah berubah, dengan masing-masing episode berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Keadaan tersebut dapat mencakup kebahagiaan yang intens, kekesalan, malu, atau gelisah.

  7. Memiliki pikiran paranoid terkait stres atau gejala disosiatif yang serius. Misalnya seperti merasa terpisah dari diri sendiri, mengamati diri sendiri dari luar tubuh, atau kehilangan hubungan dengan realita.

  8. Beberapa faktor lingkungan yang negatif diduga dapat menimbulkan gangguan kepribadian ini. Contohnya adalah riwayat pelecehan dan penyiksaan semasa kecil, atau dicampakkan oleh orangtua.

  9. Pengidap BPD memiliki perubahan struktur dan fungsi pada otak, terutama pada area yang mengatur impuls dan emosi. Pada pengidap BPD juga diduga terdapat kelainan fungsi dari zat kimia otak atau neurotransmitter yang berperan dalam pengaturan emosi.

  10. Beberapa tipe kepribadian lebih berisiko untuk mengalami BPD, misalnya kepribadian agresif dan impulsif.

Apabila seseorang tidak mendapatkan pengobatan yang sesuai, borderline personality disorder (BPD) berisiko mengganggu berbagai aspek kehidupan pengidap. Misalnya seperti mengalami hubungan sarat konflik sehingga berakhir pada stres atau perceraian, kehilangan pekerjaan, menghadapi masalah hukum, hamil tanpa direncanakan, hingga kematian akibat bunuh diri.

Jika kamu mengalami borderline personality disorder, atau orang terdekat kamu yang mengalaminya, sebaiknya jangan dibiarkan. Segera diskusikan dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!