14 May 2018

10 Fakta Tentang Lupus yang Perlu Diketahui

10 Fakta Tentang Lupus yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Penyakit lupus atau Systemic Lupus Erithemotosus adalah salah satu dari banyak penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah penyakit yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringan tubuh yang sehat. Sampai saat ini belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab lupus. Berikut ini adalah sepulup fakta tentang lupus yang perlu diketahui!

  1. Butterfly Rash

Fakta lupus yang pertama adalah adanya ruam pada pengidapnya. Bentuk ruam pun unik karena berbentuk seperti gambaran seperti sayap kupu-kupu. Ruam ini biasanya timbul di kedua pipi dan hidung pengidapnya.

  1. Discoid Rash

Ruam berbentuk bulat seperti cakram dengan bagian tepinya berwarna merah lebih jelas. Ruam ini dapat timbul pada kulit kepala, wajah, dan leher. Ruam ini seringkali meninggalkan bekas luka.

  1. Photosensitivity

Orang dengan penyakit lupus tidak akan tahan berlama-lama di bawah sinar matahari. Ruam-ruam di wajah dan tubuhnya terasa lebih nyeri jika terkena matahari secara langsung.

  1. Sariawan atau Oral Ulcers

Sariawan yang kambuh-kambuhan baik di lidah maupun rongga mulut yang lain perlu dicurigai ke arah penyakit lupus.

  1. Arthritis (Radang Sendi)

Terdapat peradangan pada sendi yang menimbulkan rasa nyeri, berwarna kemerahan, dan bengkak.

  1. Serositis

Peradangan pada lapisan dalam paru-paru (pleuritis) maupun jantung (pericarditis). Peradangan ini menimbulkan keluhan nyeri dada yang tajam terutama saat menarik napas.

  1. Gangguan Ginjal

Penyakit lupus menyebabkan gangguan ginjal berupa kebocoran ginjal yang ditandai dengan ditemukannya protein dalam urine (proteinuria).

  1. Gangguan Neurologis dan Psychosis

Pada lupus yang lebih berat, jaringan saraf dapat diserang. Hal ini menyebabkan gangguan pada sistem kerja otak dan saraf. Hal ini ditandai dengan nyeri kepala, gangguan pengelihatan, gangguan kejiwaan, bahkan kejang.

  1. Kelainan dalam Darah

Ditandai dengan penurunan jumlah sel darah merah (anemia), penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia), dan penurunan sel trombosit (trombositopenia).

  1. Kelainan Imunologi dan Positif ANA

Untuk mengetahui diagnosis penyakit lupus harus berdasarkan kriteria laboratorium yang ketat. Untuk itu perlu dilakukan Tes antibodi anti-nuklear (Antinuclear Antibodies test atau ANA. Tes ini untuk mengukur kadar serta pola dari aktivitas antibodi.

Itulah sepuluh fakta tentang lupus yang perlu kamu ketahui. Kalau kamu punya pertanyaan seputar lupus atau penyakit autoimun lainnya? Kamu bisa langsung menghubungi dokter Internis di Halodoc. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja, dimana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play.