08 May 2018

10 Hal Ini Bisa Menyebabkan Kista Ovarium

10 Hal Ini Bisa Menyebabkan Kista Ovarium

Halodoc, Jakarta – Mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, pola makan yang buruk, masalah hormonal, serta gangguan kesehatan lainnya, hal-hal ini bisa menjadi pemicu timbulnya kista ovarium. Kista ovarium adalah salah satu penyakit yang sering menyerang wanita yang terjadi karena pertumbuhan sel yang tidak normal berupa kantung berisi cairan pada indung telur (ovarium). Berikut adalah 10 hal ini bisa menjadi pemicunya.

  1. Siklus Haid Tidak Lancar

Menstruasi yang tidak lancar berakibat buruk bagi tubuh, salah satunya bisa menyebabkan kista pada indung telur. Penyebabnya adalah penumpukan darah kotor di dalam tubuh yang seharusnya dikeluarkan.

  1. Gangguan Hormon

Hormon yang terganggu juga bisa menyebabkan kista menyerang tubuh. Pola hidup yang sehat bisa membantu menjaga keseimbangan hormon tubuh tersebut, lho.

  1. Belum Memiliki Keturunan

Mengandung dan melahirkan membuat rahim wanita menjadi lebih sehat dan menurunkan risiko terserang kista. Namun, jika kamu belum (atau tidak berencana)  mengandung dan melahirkan, pencegahan bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan. Antioksidan akan melindungi tubuh dari virus, parasit, bakteri, dan berbagai radikal bebas.

  1. Haid Dini

Terlalu dini menstruasi ternyata juga bisa meningkatkan risiko terserang kista. Untuk itu, jika kamu memiliki adik atau anak perempuan yang akan mendapatkan menstruasi, ajari mereka untuk menjaga pola makan sehat. Sebab, makanan sehat dapat mengurangi risiko terkena kista.

  1. Kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satunya, kolesterol bisa menyerang organ reproduksi seperti rahim dan menyebabkan kista ovarium. Oleh karena itu, demi kesehatan organ reproduksi, seorang wanita sebaiknya mengurangi konsumsi lemak jenuh.

  1. Stres

Tidak hanya menyerang pikiran, stres berlebihan juga dapat menghasilkan hormon tertentu yang memicu penyakit. Ketidakmampuan mengelola stres bisa menjadi pemicu kista ovarium. Oleh karena itu, sebaiknya hindari stres dengan gaya hidup sehat dan berolahraga, supaya bisa terhindar dari berbagai penyakit termasuk kista ovarium.

  1. Obat Subur

Memiliki keturunan merupakan impian bagi kebanyakan pasangan. Bahkan, sebagian pasangan rela melakukan apa pun demi mewujudkan impian tersebut. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat penyubur kandungan. Namun ternyata, mengonsumsi obat penyubur kandungan secara berlebihan mempunyai berbabagi efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah kista ovarium. Oleh karena itu, untuk menghindari efek ini sebaiknya konsumsilah penyubur kandungan dari bahan alami seperti kacang hijau dan taoge.

  1. Rokok

Selama ini, kita mengetahui bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan, terutama kesehatan paru-paru. Selain itu, ternyata zat adiktif di dalam rokok bisa mengganggu rahim dan menjadi pemicu kista pada indung telur. Berhenti merokok dan mengurangi interaksi dengan lingkungan penuh asap rokok dapat mengurangi risiko terkena kista ovarium.

  1. Minuman Beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan bisa merusak organ tubuh seperti hati. Selain itu, mengonsumsi alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan kista ovarium. Tidak hanya minuman beralkohol, ternyata mengonsumsi minuman bersoda secara berlebihan pun dapat meningkatkan risiko terkena kista ovarium. Agar lebih sehat, sebaiknya ganti minuman beralkohol dan bersoda dengan air putih, susu, atau jus buah dan sayur.

  1. Infeksi Akibat Parasit, Kuman, dan Bakteri

Infeksi parasit, kuman, dan bakteri pada organ intim menjadi penyebab utama kista ovarium. Untuk mencegahnya, sebaiknya kamu menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan kamu ya.

Mau tahu lebih banyak tentang kista ovarium dan berbagai penyakit yang sering menyerang wanita, kamu bisa bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi mereka melalui video/voice call atau chat. Di aplikasi Halodoc kamu juga bisa membeli vitamin dan obat lewat layanan Apotek Antar, serta cek lab tanpa harus keluar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang.