3 Gejala Pes Berdasarkan Jenisnya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
3 Gejala Pes Berdasarkan Jenisnya

Halodoc, Jakarta - Pes atau yang biasa disebut dengan sampar (plague) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis. Bakteri ini bisa menjangkiti seseorang jika tergigit pinjal (sejenis serangga) yang terpapar bakteri tersebut, ketika serangga itu menggigit hewan yang terinfeksi. 

Melalui catatan sejarah bakteri ini setidaknya telah menghilangkan nyawa lebih dari 75–200 juta manusia di abad pertengahan. Pada masa tersebut, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis itu disebut dengan sebutan Black Death. Black Death merupakan suatu penyakit hebat yang pertama kali melanda Eropa pada abad pertengahan (1347–1351), dan membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa.

Sedangkan di Indonesia, pada tahun 2007 penyakit ini pernah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB). Kala itu terdapat 82 kasus dengan tingkat kematian sekitar 80 persen. Untungnya, kasus pes kini telah menurun hingga 5.000 orang per tahun di seluruh dunia, berkat antibiotik modern dan penanganan yang dini. Bakteri ini bisa disebarkan melalui perantara kutu yang menumpang hidup sebagai parasit di hewan sekitar kita, salah satunya tikus.

Lalu, seperti apa sih gejala pes itu?

Baca juga: 5 Penyakit yang Ditularkan dari Hewan

Gigitan Kutu Penyebab Utamanya

Bakteri penyebab pes memang terdapat pada hewan, tapi penyakit  plague ini bisa menular ke manusia. Contoh penularannya, melalui gigitan kutu tikus atau kontak langsung dengan jaringan atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi penyakit tersebut.

Selain tikus, hewan lain, seperti kucing, kelinci, domba, marmut, dan rusa juga bisa berperan sebagai perantara. Namun, perantara wabah yang paling sering jadi biang keladinya adalah kutu yang biasanya ada pada tikus.

Nah, bakteri ini sendiri bisa tumbuh dan berkembang di kerongkongan kutu. Bakteri akan keluar dari kerongkongan kutu dan masuk ke kulit, ketika kutu tersebut menggigit hewan atau manusia dan menghisap darah dari tubuh inang.

Tahap berikutnya, bakteri ini akan menyerang kelenjar getah bening hingga menyebabkan peradangan. Dari sini, penyakit plague bisa menyebar ke berbagai organ tubuh lain.

Baca juga: Penyakit Pes Disebabkan Oleh Kutu yang Melekat pada Hewan Peliharaan, Benarkah?

Gejala Pes Berdasarkan Jenisnya

Gejala pes bisa berbeda-beda dan muncul pada waktu yang berbeda sejak infeksi terjadi. Umumnya, gejala pes mirip dengan dengan flu, seperti demam yang terjadi dua hingga enam hari setelah infeksi terjadi. Namun, gejala pes juga bisa bervariasi tergantung pada organ yang terinfeksi. Nah, berikut gejala pes berdasarkan jenisnya:

  1. Bubonic Plague, dapat muncul 2–5 hari setelah terkena bakteri. Biasanya, gejala yang akan muncul berupa: nyeri otot, kejang, sakit kepala, merasa tidak enak badan, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening yang biasanya ditemukan di paha, tapi bisa juga pada ketiak atau leher.

  2. Pneumonic Plague, pengidap jenis ini bisa merasakan gejalanya setelah 2–3 hari setelah paparan. Gejalanya bisa berupa: batuk parah, demam, kesulitan bernapas dan sakit pada dada saat bernapas dalam-dalam, serta dahak yang berbusa dan berdarah.

  3. Septicemic Plague, ini merupakan jenis pes yang paling berbahaya. Septicemic plague bisa menyebabkan kematian sebelum gejala muncul.  Gejala pes jenis ini, seperti: sakit perut, perdarahan akibat masalah pembekuan darah, diare, mual, muntah, dan demam.

Tips Mencegahnya

Ingat, dampak penyakit yang satu ini tidak main-main. Komplikasinya bisa menimbulkan kematian jaringan, karena terganggunya aliran darah ke jari-jari tangan, kaki, dan peradangan pada selaput otak. Parahnya lagi, pes juga bisa menyebabkan kematian. Lalu, bagaimana sih cara mencegah penyakit ini?

Baca juga: Inilah Perantara Penyakit Pes di Sekitar Rumah

  • Selalu pastikan rumah dalam keadaan bersih dari hewan pengerat. Bersihkan area yang berpotensi menjadi sarang. Selain itu, bersihkan sisa makanan yang dapat dikonsumsi oleh hewan pengerat.

  • Kenakan sarung tangan saat sedang berhadapan dengan hewan yang kemungkinan sudah terinfeksi. Tujuannya, agar kulit terhindar dari kontak bakteri.

  • Gunakanlah pembasmi serangga untuk membasmi pinjal (kutu anjing dan sebagainya).

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau punya keluhan kesehatan? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli  aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!