10 November 2018

3 Gejala Rabies pada Manusia

3 Gejala Rabies pada Manusia

Halodoc, Jakarta – Rabies adalah sebuah penyakit yang terjadi karena infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah “anjing gila” ini tergolong sangat berbahaya, sebab berisiko besar menyebabkan kematian.

Seperti istilahnya, virus penyebab penyakit ini ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, ataupun air liur. Kendati demikian, selain anjing, ada juga beberapa jenis hewan lain yang bisa membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia. Hewan-hewan pembawa virus rabies lainnya adalah kucing, musang, kera, kelelawar, sapi, kuda, kambing, hingga kelinci.

Penyebaran virus penyakit ini ke manusia terjadi melalui gigitan atau semburan air liur yang masuk melalui luka atau lapisan mukosa. Cakaran oleh kuku jari hewan yang terkontaminasi virus, hingga menyebabkan luka pada kulit juga bisa menjadi penyebab rabies. Dengan kata lain, rabies tidak bisa menyerap atau masuk ke dalam kulit manusia yang tidak terluka.

Saat hewan pembawa rabies menggigit manusia, virus mulai menyerang dengan memasuki pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Secara perlahan, serangan akan mencapai otak dan virus akan mulai menggandakan diri dengan cepat. Hal itu yang kemudian menjadi penyebab peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang. Peradangan ini bisa berisiko dan berpotensi menyebabkan kematian pada orang yang terinfeksi.

Gejala Rabies pada Manusia

Setelah menginfeksi, virus rabies membutuhkan waktu sebelum akhirnya menimbulkan gejala. Waktu sebelum munculnya gejala rabies disebut sebagai masa inkubasi. Umumnya, masa inkubasi virus rabies adalah sekitar 4 hingga 12 minggu setelah gigitan hewan yang terinfeksi virus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan waktu munculnya gejala berlangsung lebih cepat atau lebih lambat.

Ada beberapa gejala umum yang sering muncul di awal serangan virus rabies, yaitu:

1. Linu seperti Kesemutan

Setelah tergigit hewan pembawa rabies, biasanya seseorang tidak akan langsung merasakan gejala yang jelas. Baru setelah beberapa hari, sebagian gejala mulai muncul dan diawali dengan rasa linu atau kesemutan di tempat yang digigit. Orang yang tertular virus rabies juga akan merasakan gatal, bahkan perih di bagian yang diserang hewan pembawa virus.

2. Gejala Menyerupai Flu

Berita buruknya, gejala awal rabies sering disalah artikan sebagai gejala flu karena memiliki ciri yang serupa. Pada masa-masa awal, infeksi rabies ke manusia bisa memunculkan gejala, seperti demam tinggi, menggigil, mudah merasa lelah, nyeri otot, kesulitan menelan, hingga kesulitan tidur di malam hari. Beberapa gejala lain yang mirip flu pun mungkin terjadi, jika tidak segera ditangani, gejala ringan tersebut bisa berubah menjadi kondisi yang lebih buruk dan menyebabkan kondisi semakin parah.

3. Merasa Gelisah dan Kebingungan

Infeksi virus rabies bisa menyebabkan pengidapnya mengalami halusinasi dan gangguan kecemasan tertentu. Manusia yang sudah terinfeksi pun akan mengalami gejala munculnya rasa gelisah, dan mudah merasa bingung.

Maka dari itu, sangat penting untuk selalu memerhatikan kesehatan hewan peliharaan agar terhindar dari infeksi virus mematikan. Salah satu caranya adalah dengan memberi vaksin rabies pada hewan.

Diskusikan lebih lanjut mengenai gejala rabies dan cara mencegahnya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan informasi kesehatan terpercaya dari dokter berpengalaman. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: