3 Jenis Operasi untuk Atasi Kondisi Atresia Ani

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
3-jenis-operasi-untuk-atasi-kondisi-atresia-ani-halodoc

Halodoc, Jakarta – Setiap orangtua tentunya ingin agar buah hatinya bisa terlahir dengan kondisi yang sehat dan sempurna. Namun sayangnya, kelainan atau cacat sejak lahir seringkali tidak bisa dihindari. Salah satu jenis cacat lahir yang umum terjadi pada bayi adalah atresia ani. Diketahui terdapat 1 dari 5000 bayi yang baru lahir memiliki kondisi ini.  

Bayi dengan atresia ani terlahir tanpa memiliki anus. Padahal, anus merupakan bagian tubuh yang sangat penting untuk membuang sisa-sisa makanan yang kita konsumsi. Namun, kondisi cacat pada bayi ini masih bisa diperbaiki dengan melakukan tindakan operasi. Ketahui jenis operasi apa saja yang biasanya dianjurkan dokter untuk mengatasi atresia ani di sini.

Mengenal Atresia Ani

Sebelum mengetahui jenis operasi untuk mengatasi atresia ani, ada baiknya orangtua mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan atresia ani.

Atresia ani merupakan salah satu jenis cacat lahir yang terjadi sejak trimester pertama kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus pada bayi yang tidak berkembang dengan sempurna. Namun, bentuk kelainan dari atresia ani pun bermacam-macam, antara lain:

  • Lubang anus menyempit atau tertutup.
  • Terbentuknya fistula atau saluran yang menghubungkan rektum dengan kandung kemih, uretra, dan pangkal Mr P atau Miss V.
  • Rektum yang tidak terhubung dengan usus besar.

Atresia ani lebih sering terjadi pada bayi laki-laki daripada bayi perempuan. Kondisi ini sangat memengaruhi tumbuh kembang anak nantinya. Itulah mengapa kondisi atresia ani perlu ditangani secepatnya agar risiko terjadinya komplikasi bisa berkurang.

Baca juga: Ibu Harus Tahu, Ini 4 Komplikasi dari Atresia Ani

Penyebab Atresia Ani

Normalnya, lubang anus, saluran kemih, dan kelamin janin terbentuk saat kehamilan mencapai usia tujuh hingga delapan minggu melalui proses pembelahan dan pemisahan dinding-dinding pencernaan janin. Bila masa perkembangan janin ini mengalami gangguan, kondisi inilah yang menyebabkan atresia ani.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti, apa yang menyebabkan gangguan perkembangan tersebut terjadi. Namun, para pakar menduga faktor keturunan atau genetika turut memengaruhi terjadinya cacat lahir ini.

Baca juga: Ibu Harus Tahu, Gejala Atresia Ani pada Bayi

Tindakan Operasi Untuk Mengatasi Atresia Ani

Pada kebanyakan kasus bayi dengan lubang anus yang tertutup, tindakan medis yang perlu dilakukan adalah operasi. Operasi perlu dilakukan secepatnya agar terdapat saluran untuk membuang kotoran, sehingga sistem pencernaan tetap berjalan lancar. Penentuan waktu yang tepat kapan operasi harus dilakukan pun tidak bisa sembarangan.

Mengingat operasi ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena posisi organ yang mengalami gangguan terletak jauh dalam panggul. Belum lagi faktor usia bayi yang sangat muda, sehingga risiko komplikasi juga semakin meningkat. Dokter juga perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan bayi. Pasalnya, pengidap atresia ani biasanya juga memiliki kelainan kongenital lainnya.

Tergantung pada kondisinya, berikut ini tiga jenis operasi yang bisa dilakukan dokter untuk mengatasi atresia ani:

1. Operasi untuk Membuat Sambungan

Pada kasus atresia ani di mana usus tidak tersambung dengan anus, maka akan dilakukan operasi untuk menyambung anus dan usus.

2. Kolostomi

Selama menunggu waktu yang tepat untuk melakukan operasi perbaikan, dokter akan membuat kolostomi, yaitu membuat lubang (stoma) di dinding perut sebagai saluran pembuangan sementara. Lubang ini akan disambungkan dengan usus dan kotoran yang keluar dari stoma akan ditampung dalam sebuah kantong yang dinamakan colostomy bag.

3. Perineal Anoplasty

Perineal anoplasty ini merupakan salah satu jenis operasi perbaikan yang dilakukan dengan cara menutup fistula yang terhubung dengan saluran kemih atau Miss V, kemudian membuat lubang anus di posisi yang seharusnya. Tindakan operasi ini memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi, walaupun terkadang operasi perlu dilakukan lebih dari satu kali.

Baca juga: Atresia Ani Bisa Diketahui Sejak Trimester Pertama

Nah, itulah dua prosedur medis yang biasanya dilakukan pada bayi dengan atresia ani. Kamu juga bisa membicarakan masalah kesehatan lainnya yang dialami oleh Si Kecil dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Dokter Halodoc yang terpercaya siap membantu kamu melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.